|
======Daftar Isi=======
uWejangan Guru
Perjalanan Hidup Menuju Kebenaran
uLintasan
Peristiwa
Kanada/ Amerika Serikat/ Korea/ Formosa
uPeningkatan
Rohani
Kaset Video/ DVD/ Kaset Audio
uCatatan
Perjalanan Utusan Quan Yin
Wawasan Rohani yang Tak Terduga/ Cahaya Muncul Apabila Caranya Benar!
uMutiara Kebijaksanaan
Berbagi Cinta-Kasih Tuhan/ Intisari Kehidupan/ Jalan Kedamaian dan
Kasih/ Daya Kuasa Pikiran Dapat Memperbaiki Dunia
uPuisi
Aku dan Meditasi/ Mencari Rumah Surgawiku
uPerjalanan
Rohani
Apa Arti Kerja Mulia Bagiku/ Tidak Ada Logika dalam Cinta
uKata-Kata
Mutiara
uGuru Berkata
Surga Hanyalah Suatu Permulaan
uTanya
Jawab Pilihan
Pencerahan Membawa Kita pada Perdamaian Abadi/ Cara Mengakhiri
Perang
uDunia
Cerita
Dapur Surgawi/ Melampaui Keterbatasan Fisik
uKasih
dalam Tindakan
Guru Welas Asih memberikan simpati-Nya pada para pengungsi Afghanistan
dengan menyumbangkan US$100,000 untuk bantuan bencana/ Cinta-Kasih
Persaudaraan dari Eropa/ Cinta-Kasih Sejati Mengenyahkan Penderitaan/
Berkah Kasih Guru/ Pengeluaran Asosiasi
Maha Guru Ching Hai bagi Usaha Bantuan Bencana 911 / Pengeluaran untuk
Berbagai Kegiatan Bantuan Bencana dari Juli hingga Agustus 2001/
Pengeluaran untuk Kegiatan
Bantuan Bencana bagi Para Korban Angin Topan Nari di Formosa.
uGuru
Bercerita
Bergantung pada Diri Kita
uGuru
Menceritakan Lelucon
Kebohongan yang Tak Berhasil/ Terlalu Rajin/ Maksud Tanda Terima
uSpiritualitas
dan Ilmu Pengetahuan
Kebenaran dari Sehelai Rambut
uAcara
TV Maha Guru Ching Hai
Kanada/ Formosa
uKeajaiban
Guru
Menjauhkan Malapetaka/ Guru Telah Melakukan Pengaturan!
uLiputan
Media
New York Newsday/ The Oakland Tribune/ United Daily News
uSeni
Adikarya
Dunia Yogi Bahagia/ Dunia Baru Seni Zen
uBagaimana
Menghubungi Kami
uSitus WWW Quan Yin
Pesan
Kecil:
Dalam pembicaraan mengenai Tuhan, atau Adi-Insani, Guru
menginstruksikan agar kita menggunakan istilah muasal nir-kelamin untuk
menghindari perdebatan tentang apakah Tuhan itu adalah Wanita atau
Lelaki. (Istilah ini lebih tercermin dalam penggunaan kata pengganti
bahasa Inggris yang terdapat dalam News versi bahasa Inggris).
She + He = Hes (seperti dalam Mess)
Her + Him = Hirm (seperti dalam Firm)
Hers + His = Hiers (seperti dalam Beers)
Contoh: When God wants, Hes makes things happen according to Hiers
will to suit Hirmself.
Majalah Berita
(News) No. 127
Diterbitkan: 10 November 2001
Didirikan: 1 April 1990
Diterbitkan Oleh: Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai
Penerbit: Hsieh, Hsin Lin
Majalah Berita (News)
Maha Guru Ching Hai dipublikasikan di Internet dalam berbagai bahasa:
Aulac, Cina (dalam versi tradisional dan versi yang disederhanakan),
Inggris, Perancis, Jerman, Indonesia, Jepang, Korea, Spanyol, Portugis
dan Thailand. Silakan mengacu ke "Situs WWW Quan Yin" untuk majalah
Berita (News) yang berkaitan dengan situs web.
Wejangan Guru
Perjalanan Hidup Menuju Kebenaran
Ceramah oleh Maha Guru Ching Hai
Retret Internasional Empat-hari,
London, Inggris., 24 Agustus 1997
(Asal dalam bahasa Inggris)
Saudara dan saudari sekalian, sungguh sangat
menyebalkan apabila kita bermeditasi dan kita mempunyai banyak
persoalan hidup. Sungguh sulit bagi kita untuk memusatkan perhatian
pada Tuhan. Dengan hanya memikirkan nama Tuhan, atau bahkan untuk
mengingat bahwa Tuhan itu ada, sudah sulit sekali. Kita cenderung
melupakan Tuhan ketika kita berada pada situasi yang paling membutuhkan
Tuhan. Namun inilah latihannya. Inilah kenapa kita harus melakukannya
setiap hari, hingga kita mengatasi kelemahan kita, mengatasi masalah
kita, dan ingat akan Tuhan setiap kali, pada setiap keadaan dalam hidup
kita. Hingga kita tutup mata kita dan kita melihat-Nya. Bukanlah
berarti
dalam sekejap saja, Anda jadi manunggal dengan Tuhan. Setelah sekian
ribu tumimbal lahir, jutaan tahun mendaur-ulang diri Anda dalam dunia
ini, memang tetap saja sangat sulit untuk mendapatkan kembali kebiasaan
mengingat siapa diri kita sesungguhnya.
Kita adalah Tuhan. Kita manunggal dengan Tuhan.
Jika kita manunggal dengan Tuhan, itu berarti kita adalah Tuhan. Paling
tidak, jika kita adalah anak-anak Tuhan, kita memiliki sifat Tuhan.
Setiap anak membawa serta kemiripan dari ayahnya, dengan memiliki DNA
dan golongan darah sang ayah. Jadi, kita tidak dapat berkata bahwa kita
bukanlah Tuhan. Jika kita bukan Tuhan, atau kita bukanlah anak-anak
Tuhan, lalu dari mana kita berasal? Dinosaurus? Dan lalu dari mana
dinosaurus berasal? Mereka bagaimanapun juga harus ditelusuri hingga
asal-muasalnya. Namun kita telah melupakan ini. Bahkan saya adakalanya
juga lupa, ketika saya sedang berada dalam tekanan dan menderita. Saya
lupa demi Anda sekalian, sehingga saya dapat menderita.
Jadi, mungkin Anda telah lupa akan diri Anda demi
kepentingan orang lain. Atau, itu merupakan pengorbanan Anda. Anda
berjuang demi kepentingan orang lain. Itu tidak apa-apa. Namun, jangan
berkecil hati; lanjutkan terus. Kenyataan bahwa Anda telah
datang untuk mencari Tuhan melalui inisiasi, kenyataan bahwa Anda
telah datang hanya untuk ke sini, terlepas dari berbagai kesulitan
dalam
perjalanan Anda, negara Anda, pekerjaan Anda, atau masalah keluarga
Anda, Anda datang dan duduk di sini sepanjang minggu dalam jangka waktu
yang intensif ini, berharap menemukan Tuhan, itu sudah merupakan
sesuatu yang amat berharga.
Niat itu penting, bukan selalu hasilnya. Tuhan
mengetahuinya! Tuhan mengetahui niat kita. Itu sangat penting. Dan Anda
tahu niat Anda. Itu penting. Suara dan Cahaya merupakan bukti
satu-satunya bahwa Tuhan itu ada. Ia ada, apakah kita melihat
atau tidak melihat.
Di dalam Alkitab dikatakan, "Terberkatilah mereka
yang tidak melihat namun percaya." Orang yang melihat Tuhan, yang
mengalami Tuhan, mereka percaya. Itu mudah! Kerinduan mereka tidak
terlalu menggebu-gebu lagi. Namun, bagi mereka yang tidak melihat,
kerinduan mereka merupakan penggantian berkah. Sepanjang kita masih
merindukan Tuhan, kita masih memperoleh berkah, kita memiliki sambungan
dengan Tuhan, kita merasa bahwa kita memiliki sesuatu untuk bekerja,
sesuatu untuk kita perjuangkan, untuk kita capai, maka itu tidak
apa-apa.
Jangan hanya duduk melulu dan mengharapkan suatu
pengalaman. Ini merupakan pengalaman terburuk yang Anda peroleh. Karena
pengharapan demikian mengurangi spontanitas, mengurangi semangat
kebebasan, dan akibatnya kadang kala benar-benar menghalangi visi
Anda. Pernahkah Anda mengalaminya, ketika Anda duduk di depan televisi
tapi
Anda begitu tergelut dalam beberapa masalah sehingga Anda bahkan tidak
melihat apa yang terjadi? Atau ketika Anda sedang membaca buku -- Anda
membaca terus-menerus, dan Anda mengetahui kata demi kata, tapi Anda
tidak memahami apa pun. Anda baca lagi dan lagi, dan masih saja tidak
tercatat dalam benak tentang cerita dalam buku atau kata-kata tersebut.
Jadi, Tuhan senantiasa berada di sini. Hanya saja
kita terlalu cemas, dan juga terlalu dibebani dengan masalah.
Bersabarlah. Itulah caranya Anda harus menjalani hidup Anda. Itulah
misi yang ditentukan bagi Anda, bekerja mengatasi masalah. Itulah
bagaimana Anda
mendapatkan tempat di Surga, bekerja mengatasi semuanya. Dan jika Anda
tidak bekerja dalam kehidupan ini, lain waktu bunganya berlipat dua.
Mengerikan sekali! Itu akan buruk sekali. Itu benar adanya. Setiap kali
kita
datang kembali, halangan yang ada akan berlipat ganda. Itulah kenapa
orang takut akan reinkarnasi, bukan karena kita harus menjadi manusia
lagi, namun hanya karena kita harus menghadapi lebih banyak masalah
dibandingkan dengan reinkarnasi yang terakhir, hingga kita
mengatasinya. Dan sungguh, tanpa berkah Guru, tanpa daya kuasa Guru,
kita tidak dapat melakukannya. Dengan karma masa lalu, karma sekarang,
dan karma yang akan datang -- ooh! (Guru menggelengkan kepala-Nya
dengan cepat dari samping ke samping.)
Meskipun Anda pikir saya tidak memiliki masalah,
tapi sebenarnya saya punya masalah juga. Setiap masalah yang Anda
miliki,
saya adakalanya memiliki lebih besar lagi, atau masalahnya lebih besar.
Namun kita harus terus hidup. Jadi, saya harus mengangkat diri saya,
dan
terus melanjutkan kerja saya. Anda pikir mudah untuk menjadi seorang
Guru. Tidak benar. Saya tidak tahu guru lainnya; Anda dapat pergi
menanyakan pada mereka. Saya tidak tahu. Tapi bagi saya, tidaklah
mudah. Bukanlah suatu masalah secara fisik, melainkan masalah batin.
Anda dapat menyebutkannya, seperti, "Oh, itu anak-anak saya," atau "Itu
pekerjaan saya." Saya bahkan tidak dapat menyebutkan apa masalah saya;
hanya saja ada di sana. Adakalanya masalah itu mencekik saya. Oke, kita
semua harus berjuang, tapi kita dapat mengatasinya. Kita atasi masalah
itu! Kita akan sampai.
Silakan kunjungi situs web berikut untuk
menikmati versi video wejangan Guru:
http://www.Godsdirectcontact.org.tw/eng/news/127/mt.htm
(Formosa)
http://Godsdirectcontact.org/eng/news/127/mt.htm
(AS)
Ke
daftar isi
Lintasan Peristiwa
Laporan dari Kanada
Berbagi Berita Baik
[London, Ontario] Center London sangat
gembira dapat mengadakan seminar publik pada tanggal 16 Juni 2001 untuk
menyampaikan ajaran-ajaran Guru. Kami merasa sangat gembira dan
bersemangat karena utusan Quan Yin dapat ikut membantu kami mengadakan
seminar.
Selama sesi tanya jawab, para tamu melontarkan
pertanyaan-pertanyaan dengan penuh keingintahuan, membuat seorang
saudara berkata bahwa seminar ini sungguh berbeda dengan
sebelum-sebelumnya yang pernah dia hadiri. Setelah seminar, separuh
peserta tetap tinggal untuk belajar meditasi Metode Kemudahan.
Kami merasa sungguh diberkahi karena kami dapat kembali
memperoleh kesempatan untuk ikut serta dalam Festival Perahu Naga
setempat. Kami berencana untuk mengadakan seminar lagi satu minggu
setelah peristiwa ini (pada tanggal 25 Agustus) sebagai kelanjutan dari
seminar Juni yang lalu. Festival Perahu Naga di London, Ontario,
diadakan bukan untuk mencari keuntungan, dan uang yang terkumpul
digunakan untuk membantu badan amal setempat. Tahun ini, Festival
tersebut menarik lebih dari 40 regu dari berbagai kota di seluruh
Kanada, dan mendapat dukungan penuh dari khalayak. Sebelum Festival
dimulai, ramalan cuaca memperkirakan kemungkinan besar akan turun hujan
selama dua hari Festival, yang dapat membuat
acara ini terganggu. Tetapi sebagaimana biasa, dengan berkah Tuhan,
cuaca "secara
ajaib" menjadi cerah, dan tetap baik selama Lomba Perahu Naga. Hujan
lebat baru turun setelah Lomba selesai.
Gerai kami tampak cukup menarik dengan menampilkan publikasi
Guru. Banyak tamu kami mengambil selebaran yang mengumumkan acara
seminar minggu berikutnya. Seorang wanita membaca selebaran itu persis
di depan gerai kami, dan berbisik kepada dirinya bahwa dia telah
mencari hal ini untuk waktu yang lama, dan sekarang dia telah
menemukannya. Dia langsung meminta tambahan selebaran dan buku contoh
untuk putrinya.
Seorang pria dari gerai yang berdekatan dengan kami, yang
mempromosikan kelompok seni bela diri miliknya, memberitahukan kami
bahwa dia mengenali foto Guru dari kunjungannya yang lalu ke Jepang.
Karena tertarik, dia mengambil selebaran dan menyampaikan
keinginannya untuk menghadiri seminar mendatang. Satu pasangan berusia
lanjut mengenali foto Guru dan memberitahukan kami bahwa menantu
perempuan mereka di Alberta merupakan seorang praktisi Quan Yin. Mereka
membuat foto dengan berdiri di samping foto Guru, dan berkata bahwa
mereka akan mengirimkannya kepada putri mereka. Perhatian yang besar
tampak terlihat pada gerai kami pada acara Festival ini, dan kami
merasa bahwa keikutsertaan dalam acara publik seperti ini sangat baik
untuk menyebarkan amanat Guru dan untuk mempromosikan seminar yang
mendatang.
Seminar berikutnya dihadiri banyak peserta dan mereka terdiri
dari aneka ragam orang dari kelompok usia dan latar belakang budaya
yang berbeda, memberikan kami kesempatan untuk menyebarluaskan amanat
Guru yang universal. Kali ini, kami memutuskan untuk membuat beberapa
perubahan dalam format seminarnya, agar dapat menyebarkan kata-kata
Guru dengan lebih efektif. Seminarnya sendiri berlangsung singkat.
Pertama-tama kami menunjukkan acara TV mengenai Guru, yang berlangsung
selama setengah jam dan terdiri dari tiga bagian: 1) laporan
pemberitaan
mengenai Guru pada saat Parlemen Agama-Agama Sedunia di Afrika Selatan,
2) satu dari ceramah-ceramah Guru, dan 3) konser musik Guru di
Hollywood.
Karena waktu seminar dibuat singkat, sebagian besar tamu tetap
tinggal sampai selesai. Selama sesi tanya jawab, orang-orang dengan
penuh keingintahuan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan
mereka--beberapa ingin menegaskan pemahaman mereka terhadap
ajaran-ajaran Guru, dan kebanyakan adalah mereka yang dengan tulus
berusaha menemukan jawaban dalam usaha mereka mencari diri sejati.
Setelah seminar, beberapa orang mengambil publikasi Guru dan
menunjukkan perhatian yang besar akan ajaran-ajaran Guru dan
menyampaikan penghargaan akan usaha kami. Banyak yang datang berkunjung
ke center kami pada minggu-minggu berikutnya untuk bergabung dalam
meditasi kelompok atau meminjam pita rekaman lagi.
Seorang praktisi Metode Kemudahan yang masih baru mengatakan
bahwa dia merasa terangkat dan santai selama menonton video Guru. Dia
juga menambahkan bahwa dia telah banyak belajar dari Guru dan karenanya
sangat menghormati Guru. Seorang saudara yang lain memberitahukan kami
bahwa dia telah mencari Guru selama 25 tahun, dan akhirnya dapat
menemukan Guru. Karena keinginannya untuk mendapatkan inisiasi, dia
menyampaikan keprihatinannya selama seminar berlangsung: Dia memiliki
tanah pertanian di mana terdapat banyak tikus di ladang-ladangnya, dan
adakalanya dia harus memasang perangkap tikus untuk menangkap mereka.
Setelah mendengarkan jawaban dari para inisiat, dia melepaskan
tikus-tikus itu setibanya di rumah dari acara seminar, dan yang
mengherankan, tikus-tikusnya menghilang persis setelah hari itu! Dia
juga menambahkan bahwa meditasi selama setengah jam terasa tidak cukup,
dan dia sangat ingin bermeditasi sehingga dia merasa tidak dapat
menunggu untuk meditasi setengah jam lagi pada hari berikutnya.
Melalui kejadian-kejadian ini, kami menyadari bahwa banyak
pencari kebenaran yang tulus berada di daerah kami, dan karenanya kami
harus melanjutkan upaya kami untuk menyampaikan kabar gembira mengenai
ajaran-ajaran Guru kepada mereka. Terlebih lagi, hati kami senantiasa
dipenuhi dengan sukacita ketika kami melihat orang-orang terangkat
untuk menjalani kehidupan yang mulia seperti yang disampaikan oleh Guru.
Sp5-1-127)
Laporan dari California, Amerika Serikat
Pekan Raya Jalanan Internasional Tahunan Kedua
[San Jose] Center San Jose dari Asosiasi
Internasional Maha Guru Ching Hai baru-baru ini ikut serta dalam Pekan
Raya Jalanan Internasional Tahunan Kedua di Sunnyvale, California, di
jantung Lembah Silikon (Silicon Valley). Festival ini, yang
diselenggarakan oleh Perpustakaan Sunnyvale dan Departemen Taman dan
Hiburan pada tanggal 22 September 2001, dikenal luas di kalangan
masyarakat setempat yang berkebudayaan aneka-ragam. Mengingat peristiwa
tragedi 11 September, festival tahun ini mencerminkan saat-saat indah
akan persatuan dan saling menerima antar budaya, yang sangat dibutuhkan
pada saat ini lebih daripada sebelumnya.
Dalam semangat keharmosian dan perdamaian ini, para anggota
Asosiasi dari Center San Jose bersukarela untuk memperkenalkan sajian
vegetarian kepada anggota masyarakat setempat. Gerai kami populer di
kalangan pengunjung Festival. Banyak dari mereka menyatakan bahwa
mereka tidak mengikuti diet vegetarian, tetapi sangat ingin untuk
mencobanya, karena mereka mengetahui bahwa vegetarian "baik" buat
mereka. Seorang penduduk berusia lanjut yang kelihatan muda, datang ke
gerai
kami dan menanyakan apakah makanan vegetarian itu baik. Pekerja
sukarela kami menjawab bahwa jika dia tidak menyukainya, dengan senang
hati kami akan mengembalikan uangnya. Setelah beberapa lama, wanita itu
datang kembali. Di tangannya terdapat buku contoh Guru, yang diambilnya
dari meja peraga di ujung jalan. Dia berseru dengan tersenyum,
"Makanannya lezat!" Beberapa orang juga kembali kedua kalinya atau
membeli makanan untuk dibagikan kepada keluarga mereka di rumah. Center
San Jose kemudian menyumbangkan seluruh pendapatannya sebesar 800 dolar
AS yang dihasilkan dari penjualan makanan vegetarian pada hari itu,
untuk upaya pertolongan bagi New York.
Pada Pekan Raya Jalanan Internasional Sunnyvale, Center San
Jose juga mendapat kesempatan untuk menyebarkan ajaran-ajaran Guru
kepada anggota masyarakat setempat. Buku-buku contoh dalam berbagai
bahasa, seperti bahasa Aulac, Cina, Inggris, Korea dan Spanyol, diambil
oleh banyak pengunjung festival. Beberapa hari setelah kegiatan ini,
seorang pria keturunan India datang ke Restoran Vegetarian kami,
meminta untuk belajar Metode Kemudahan. Ketika ditanya bagaimana dia
dapat mengetahui tentang Metode Kemudahan, dia menjawab bahwa dia
mengetahui tentang restoran kami dan Metode ini setelah singgah di meja
peraga kami pada Pekan Raya Internasional Sunnyvale. Pastilah dia
mendapatkan manfaat dari Metode ini, karena minggu berikutnya, dia
membawa serta istrinya untuk belajar dan rajin datang untuk mengikuti
meditasi kelompok setiap minggunya
Terima kasih, Guru, atas berkah-Mu yang berlimpah dan semua
hal
yang indah yang Engkau berikan kepada dunia ini!
(Sp7-1-127)
Laporan dari California, Amerika Serikat
Kasih Ilahi Bersinar di California Selatan
[Anaheim] Pada siang hari yang cerah dan
hangat tanggal 29 September 2001, di Anaheim, California, tempat
di mana Disneyland berada, diadakan seminar video oleh
Center Los Angeles. Seminar mengambil tempat di Perpustakaan Umum Pusat
Anaheim.
Para inisiat mempertunjukkan publikasi, rekaman video dan
audio serta karya seni Guru, dan menyediakan roti isi vegetarian yang
lezat
seukuran kantong, kopi, dan berbagai penganan lainnya dan minuman untuk
dinikmati para tamu. Beberapa inisiat mengenakan pita kelepak berwarna
merah, putih dan biru untuk mengenang mereka yang kehilangan nyawanya
dalam bencana tgl 9-11 di AS.
Terkenang akan tragedi yang baru-baru ini terjadi, suasana
hati para penonton pada mulanya tampak sendu, sementara para praktisi
memperlihatkan ceramah "Kembali kepada Kepolosan Masa Anak-Anak" yang
disampaikan oleh Guru di Stockholm, Swedia, sewaktu tur ceramah
Eropa 1999. Namun kasih Guru yang meliputi segalanya segera dapat
mengatasi ketegangan dalam acara ini, sementara semua orang terbenam
dalam
kata-kata kebijaksanaan dan belas kasih Guru. Hampir semua peserta
menerima Metode Kemudahan, dan sesudahnya bermeditasi bersama
sekelompok besar inisiat yang hadir. Setelah sejumlah pertanyaan yang
kritis mengenai latihan yang diajukan oleh para praktisi baru, seminar
ditutup dengan sukses dalam suasana damai dan harmonis.
Laporan dari Korea
Hari Vegetarian 2001
[Seoul] Pameran Hari Vegetarian 2001
diselenggarakan di Insa-dong di Seoul oleh Persatuan Vegetarian Korea
pada tanggal 23 September. Banyak inisiat yang memberikan bantuan dan
turut serta secara aktif dalam acara ini.
Acara ini meminta perhatian akan perlunya disediakan makanan
vegetarian di sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintah. Perwakilan
dari sejumlah organisasi menyuarakan pendapat mereka mengenai paham
vegetarian, karena diketahui bahwa tekanan berlebihan dari kebudayan
makan daging telah merintangi generasi yang lebih muda untuk dapat
menerima diet vegetarian. Mereka juga meminta agar makanan vegetarian
disediakan di sekolah-sekolah dan organisasi-organisasi pemerintahan,
sehingga generasi yang lebih muda dapat menyadari akan pentingnya diet
vegetarian dan menghormati kehidupan.
Pada waktu ceramah mengenai paham vegetarian dan meditasi,
siswa penghubung dari Center Seoul menjelaskan pentingnya menjalankan
diet vegetarian bagi praktisi rohani dan setiap orang lainnya. Seorang
wakil dari Pusat Pengkajian Lingkungan Kota Inchon membahas alasan
mengapa paham vegetarian merupakan penyelesaian yang terbaik bagi
generasi baru, sementara itu seorang pendeta dari Gereja Adven Hari
Ketujuh menganjurkan paham vegetarian dari sudut pandang kesehatan dan
rohani. Di samping itu, Juk Moon, seorang rahib Buddha--yang terkenal
akan masakannya untuk makanan biara Buddha--membicarakan mengenai
masyarakat modern dan makanan biara Buddha, dan seorang wakil dari
Persatuan Vegetarian Korea menekankan akan pentingnya menu vegetarian
dalam sajian makanan di sekolah-sekolah.
Para inisiat setempat memberikan bantuan sedapat mungkin untuk
menyelenggarakan acara ini, bertindak sebagai pembawa acara, menyiapkan
sistem tata suara, menampilkan pertunjukan-pertunjukan, dan
mengkoordinasikan semua perencanaan. Para tamu terus-menerus berbaris
untuk mencicipi kelezatan makanan vegetarian yang disiapkan oleh
VegeLove Co yang dikelola oleh Center Seoul. Dengan dukungan dan kerja
yang penuh dedikasi dari para inisiat setempat, VegeLove dengan
mudahnya menarik tamu paling banyak dan juga menarik perhatian stasiun
pemancar, seperti KBS dan MBC, yang mewawancarai beberapa rekan
praktisi.
Acara ini membangkitkan minat yang luas akan paham vegetarian,
dan banyak orang mendapatkan berkah dengan menerima buku-buku contoh
Guru dan kesempatan mendapatkan peningkatan jasmani dan rohani.
(SP1-1-127)Sekumpulan
besar orang sedang berkumpul untuk mencicipi kelezatan makanan
vegetarian yang disiapkan oleh para inisiat pada Hari Vegetarian.
(SP1-2-127)Stasiun pemancar besar setempat MBC dan KBS mengadakan
wawancara dengan para inisiat.
Laporan dari Korea
Pencerahan Kasih
[Seoul] Pameran Lukisan Maha Guru Ching
Hai, "Pencerahan akan Kasih," diselenggarakan dengan sukses dari
tanggal 12 sampai dengan 18 September 2001 di Galeri Insa di Insa-dong,
Seoul. Galeri Insa, satu dari galeri terbaik di Seoul, mensyaratkan
perlunya pemesanan tempat dilakukan dua sampai tiga tahun sebelumnya.
Namun demikian, pembatalan yang tidak terduga dari suatu acara yang
telah dijadwalkan memberikan kesempatan bagi para inisiat untuk
memamerkan lukisan-lukisan Guru kita yang indah.
Pameran ini memperoleh sukses yang luar biasa, berkat
keikutsertaan yang sungguh-sungguh dari para inisiat. Dengan
pertimbangan bahwa acara ini merupakan kesempatan yang berharga untuk
menyebarluaskan ajaran-ajaran Guru, para inisiat bekerja keras untuk
memasang poster-poster di daerah utama di sekeliling Seoul. Seorang
direktur seni yang profesional, yang sungguh mengagumi lukisan Guru,
membuat katalog dan kartu undangan untuk pameran ini. Dia juga
memperkenalkan karya-karya Guru dalam majalah kesenian yang diasuhnya.
Pada hari pembukaan pameran, lukisan surgawi di dinding
memenuhi galeri dengan berkah Guru. Sejumlah besar pengunjung
berdatangan. Banyak yang menunjukkan perhatian yang besar akan prestasi
artistik dari Maha Guru Ching Hai. Beberapa tamu datang karena
terdorong oleh
berkah rohani dan suasana hangat, lembut yang terpancar dari poster dan
lukisan. Diperoleh banyak pesanan kilat pada lukisan surgawi, yang
membawa peningkatan rohani bagi para tamu, sementara cahaya gemilang
dari lukisan "Gua Batu" memperoleh perhatian khusus.
Pameran selama seminggu ini memberikan kesempatan berharga
bagi para pencinta seni untuk mengenal Guru. Ketika pameran berakhir,
para inisiat merasakan alangkah baiknya jika mereka dapat memiliki
galeri yang tetap untuk mempertunjukkan lukisan-lukisan Guru.
(Sp4-1-127), (Sp4-2-127)
Laporan dari Formosa
Pesta Musik
[Kaohsiung] Ansambel Seni Lautan Kasih
dari Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai terdiri dari para
praktisi yang menaruh minat kepada kegiatan yang menarik perhatian
publik dan seni musik. Sejak didirikan tahun lalu, Ansambel ini telah
dua kali mengadakan pertunjukan amal di Panti Jompo Kinmen dan Penjara
Kinmen. Kelompok ini juga tampil di Penjara Wanita Taliao di Kaohsiung
dan Pusat Kebudayaan Kabupaten Kinmen. Di samping itu, rombongan penari
dari Ansambel Seni Lautan Kasih memenangkan hadiah pertama untuk
kategori tari rakyat pada lomba tari yang diadakan oleh tujuh kabupaten
di Formosa selatan.
Setelah serangkaian pertunjukan di hadapan publik, Ansambel
Seni Lautan Kasih telah mendapatkan nama di Formosa. Pada tanggal 22
September 2001, kelompok ini mendapat undangan kehormatan dan tampil
dalam sebuah acara pada auditorium berbentuk segitiga di Museum
Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nasional di Kaohsiung. Museum ini
menyatukan berbagai kreativitas, ilmu pengetahuan, kesenian, dan
kemanusiaan dalam pameran-pamerannya, dan sering kali mengundang
kelompok penghibur terkenal untuk tampil di sana.
Acara yang dipersiapkan dengan cermat ini, diawali dengan
pertunjukkan sitar, dilanjutkan dengan paduan suara yang menawan hati
para penontonnya. Berikutnya, duet piano dan biola sangat
memuaskan para pencinta musik. Mereka juga menikmati nyanyian bersuara
tenor yang getaran suaranya bergaung di seluruh auditorium. Para
penonton juga bersorak dan bertepuk tangan bagi tarian rakyat yang
cemerlang, dilanjutkan dengan dialog musik yang romantis antara harpa
dan seruling yang menghantar acara ini ke puncak peningkatan rohani.
Penampilan para praktisi di Museum Teknologi dan Ilmu
Pengetahuan Nasional dapat dipandang sebagai suatu bentuk lain dalam
menyampaikan Kebenaran. Melalui ungkapan seni para
inisiat akan Kebenaran, kebaikan, dan keindahan, para penonton diangkat
tingkat
kesadarannya. Sikap para praktisi rohani milenium baru yang penuh
semangat, ceria, berpengharapan baik, dan kreatif, menghapuskan pikiran
orang-orang akan kesan masa lalu yang
konservatif, khidmat dan kaku. Dalam pidatonya pada acara ini, anggota
Legislatif Hsiao Chin-lan memuji para anggota Asosiasi Internasional
Maha Guru Ching Hai akan keprofesionalan mereka, walaupun mereka
hanyalah pencinta seni yang amatir. Pertunjukan mereka yang sukses
terbukti sebagai sebuah pesta musik pada suatu siang di awal musim
gugur.
(Sp2-2-127): Anggota Legislatif Hsiao
Chin-lan menyampaikan pidatonya dalam acara ini.
(Sp2-1-127, Sp2-3-127)
Laporan dari Formosa
Kursus Merangkai Bunga
[Pingtung] Kehidupan kota yang hiruk-pikuk
membuat kita tidak memiliki waktu untuk menghargai hal-hal yang indah
di sekeliling kita. Karena itu, Departemen Kebudayaan Kabupaten
Pingtung merencanakan serangkaian kegiatan budaya masyarakat bagi
penduduk setempat. Untuk mendukung upaya pemerintah kabupaten ini dan
dengan harapan untuk menumbuhkan minat penduduk setempat dalam
merangkai bunga, Ketua Hsu dari Asosiasi Promosi Pelestarian Lingkungan
dari Kotapraja Linluo mengundang Center Kaoping dari Asosiasi
Internasional Maha Guru Ching Hai untuk membantu mengatur kegiatan yang
penuh arti ini. Setelah persiapan dan perencanaan yang cermat, kegiatan
merangkai bunga dalam tiga bulan, dimulai pada tanggal 6 September,
diajarkan oleh saudari inisiat Lee, seorang guru profesional yang
mempunyai keahlian khusus dalam merangkai bunga model Eropa dan Amerika.
(Sp3-1-127):Wakil Direktur Tu
Yen-liang dari Departemen Kebudayaan Kabupaten Pingtung menyampaikan
pidatonya.
(Sp3-2-127): Saudari Lee and murid-muridnya dalam kursus merangkai
bunga.
Peningkatan Rohani
Kaset Audio Terbaru Maha Guru Ching Hai
ER21 (9 kaset)--Retret Internasional
6-hari di Center Young Dong, Korea
Kebebasan yang Melampaui Tubuh dan Pikiran
(1)(2), 9 Mei
2000
Arbei Ikan, 10 Mei 2000
Orang Suci Hidup, 11 Mei 2000
Penyamaran Seorang Guru, 12 Mei 2000
Menyampaikan Ajaran Mulia (1)(2), 12 Mei 2000
Telepati Batin dengan Seorang Guru (1)(2), 16 Mei 2000
Kaset Video Terbaru Maha Guru Ching Hai
<Dalam bahasa Inggris + teks bahasa Perancis>
620 Kekuatan Guru Sejati (4)
Retret Internasional 5-hari di Center Young Dong,
Korea, 6-10 Mei 1998
DVD Terbaru
<Dalam bahasa Inggris + teks dalam 22 Bahasa)
Membawa Dunia Menuju Era Baru
Meditasi Kelompok di Center Hsihu, Formosa,
10 April dan 8 Mei 1992
<Dalam bahasa Inggris + teks dalam 5 bahasa>
Menjadi Tercerahkan
Ceramah di Tel Aviv, Israel, 21 November 1999
Untuk memesan publikasi Guru, silakan hubungi:
The Supreme
Master Ching Hai International Association Publishing Co., Ltd.,
Taipei, Formosa.
Tel: (886) 2-87873935 / Fax: (886) 2-87870873
E-mail: smchbooks@Godsdirectcontact.org
ROC Postal Remittance Account No: 19259438 (hanya untuk
pemesanan di Formosa)
Postal Account: The Supreme Master Ching Hai Publishing
Co., Ltd.
Silakan kunjungi situs web toko buku kami
untuk men-download katalog dan
ringkasan isi dari publikasi terbaru Guru:
http://www.smchbooks.com/
(dalam bahasa Inggris dan Cina)
Ke
daftar isi
Catatan Perjalanan Utusan Quan
Yin
Oleh utusan Quan Yin
Wawasan Rohani Tak Terduga
Setelah bencana 11 September di Amerika Serikat,
seluruh center di Formasa dibuka untuk meditasi kelompok dan doa bagi
kedamaian dunia oleh para praktisi, dengan harapan agar
cinta-kasih ilahi Guru dapat dibagikan kepada para korban bencana dan
bagi mereka yang telah kehilangan jiwa pada bencana tsb. Selama jangka
waktu ini, para utusan Quan Yin mengunjungi berbagai center di sekitar
Formosa guna menyampaikan perintah Guru.
Para rekan praktisi di Taitung dengan penuh
kesungguhan bergabung dalam sesi meditasi dan doa selama jangka waktu
ini. Banyak di antara mereka yang sibuk di siang hari, berusaha untuk
bermeditasi di malam harinya. Seorang saudara inisiat mengatakan bahwa,
setelah bermeditasi selama dua hari, dia merasa sungguh nyaman dan
tubuhnya menjadi gesit dan enteng; meskipun dia bergadang selama dua
malam berturut-turut, dia tetap mawas dan berenergi. Utusan Quan Yin
juga menggunakan kesempatan tersebut guna memperbaiki sekian banyak
rekan inisiat yang bermeditasi dalam cara yang keliru, dan dengan
demikian membantu mereka melihat Cahaya. Seluruh rekan inisiat
tersoroti oleh sinar ilahi, yang membuat mereka kelihatan lebih
muda.
Menurut pengalaman masa lalu kami, para rekan
inisiat yang secara tulus mengikuti dan berlatih sesuai perintah Guru
secara pasti akan memperoleh kemajuan rohani. Dan sebagai utusan Quan
Yin, kami juga terangkat secara rohani.
Cahaya Muncul Apabila Caranya Benar!
Ketika bertukar pengalaman dengan para inisiat di
Formosa dan luar negeri, setiap kali utusan Quan Yin
menyebutkan tentang kontemplasi Cahaya, selalu ada saja beberapa rekan
inisiat yang mengeluh bahwa mereka tidak dapat melihat Cahaya.
Pada bulan September ini, ketika utusan Quan Yin
bergabung dalam meditasi kelompok di Taitung bagi kedamaian dunia,
lagi-lagi beberapa rekan inisiat mengangkat persoalan ini. Lalu utusan
Quan Yin memperlihatkan cara yang benar sebelum meditasi bersama.
Mereka yang sebelumnya tidak dapat melihat Cahaya dengan gembira
memberitahukan bahwa mereka pada akhirnya dapat melihat Cahaya.
Selama meditasi, beberapa rekan inisiat selalu
mencoba melihat pada mata kebijaksanaan mereka dengan menggunakan mata
jasmani mereka, atau mendelikkan bola mata mereka ke atas. Ini akan
mengakibatkan hati yang tidak tenteram dan ketidakmampuan untuk duduk
dengan lama atau melihat Cahaya. Apabila dalam keadaan samadhi, bola
mata kita seharusnya mengarah ke atas secara alami. Jika kita
melakukannya dengan sengaja, kita tidak akan dapat melihat Cahaya. Guru
telah memberitahukan kita di salah satu ceramah-Nya bahwa, pada waktu
berkontemplasi pada Cahaya, kita jangan melihat dengan mata. Melainkan
kita harus memusatkan perhatian kita pada mata kebijaksanaan, dan
meregangkan pikiran kita seperti kita sedang tertidur namun tetap
terjaga di dalam. Lalu kita harus melihat lurus ke depan dari mata
kebijaksanaan kita dengan cara yang santai dan alami, seperti kita
sedang melihat benda dengan mata jasmani kita dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam hati kita, kita janganlah mengharapkan atau
menginginkan sesuatu. Setelah beberapa lama, pengalaman yang tak
terduga akan muncul di hadapan kita secara alamiah. Jika caranya benar,
secara alamiah akan muncul sang Cahaya!
Cara Damai dan Kasih
Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai, Kolombo, Sri Lanka,
29 April 2000 (Asal dalam bahasa Inggris)
Kita dapat menjalani
kehidupan kita dengan banyak cara. Kita bisa coba untuk menggunakan
kekerasan atau paksaan, atau kita bisa coba memakai ukuran-ukuran yang
tidak masuk akal, menyangka bahwa kita bisa memperoleh apa pun yang
kita
inginkan. Tetapi, akhirnya kita semua harus melakukan pilihan besar,
yaitu, untuk kembali kepada Diri kita, kepada Hakikat Ilahi kita. Cara
para suci semenjak dahulu kala selalu saja penuh damai dan kasih.
Itulah Diri sejati kita.
Kekuatan Pikiran Dapat Memperbaiki Dunia
Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai, Cape Town, Afrika Selatan,
28 November 1999 (Asal dalam bahasa Inggris)
Pikiran kita akan mempengaruhi
keseluruhan planet. Meskipun kelompok kita mungkin saja kecil
dibandingkan populasi dunia, pikiran kita tidaklah kecil. Secara
bersama-sama kita bisa membuat suatu perubahan, jika pikiran kita
dipusatkan pada arah yang sama. Dan kekuatan pemusatan pikiran ini
dapat mengalahkan kekuatan kumpulan pemusatan pikiran negatif lain, dan
kemudian, kita bisa memperbaiki dunia. Itu juga merupakan tujuan
keberadaan kita di sini pada retret ini, karena kita bisa mengubah masa
depan. Tak peduli betapa buruknya keadaan masa kini, kita masih bisa
mengubah masa depan, karena kita memiliki kehendak bebas untuk
melakukannya.
Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai, Edinburgh,
Skotlandia,
5 Juni 1999 (Asal dalam bahasa Inggris)
Persaudaraan semesta
merupakan suatu jaring kecerdasan yang indah dan maha besar, dan kita
semua merupakan bagian darinya. Dan kalau ada bagian dari jaring ini
yang mengalami masalah, maka keseluruhan jaring seakan-akan diperlambat
fungsinya, dan menjadi rusak. Oleh karena itu, kita perlu memperbaiki
bagian tersebut, dan lalu segalanya akan berjalan baik.
Intisari Kehidupan
Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai, Kuala Lumpur,
Malaysia,
30 April 2000 (Asal dalam bahasa Inggris)
Kita, dalam kenyataannya,
adalah satu. Tak peduli apa pun yang kita lakukan satu sama lain, sama
seperti melakukannya pada diri kita, karena kita saling mengasihi.
Itulah intisari kehidupan. Intisari kehidupan adalah kasih. Intisari
Tuhan, Buddha, Allah, adalah kasih. Tak ada lainnya selain kasih. Waktu
kita melakukan pilihan kasih, itulah pilihan tertinggi, pilihan
termulia, yang merupakan Diri sejati kita, kita akan merasa bahwa kita
amat dekat dengan Tuhan, amat dekat dengan Buddha.
Terdapat banyak pilihan yang dapat kita
lakukan dalam kehidupan. Tergantung pada pilihan yang kita lakukan,
kita akan menjadi makhluk yang mencerminkan pilihan tersebut.
Berbagi Kasih Tuhan
Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai,
Hotel Marriott, New York, Amerika Serikat.,
4 Agustus 1999 (Asal dalam bahasa Inggris)
Kasih Tuhan selalu menolong
orang. Tapi kita harus membagikannya, dan kemudian kita akan mengetahui
dengan lebih baik. Semakin banyak kita berbagi, semakin banyak pula
kita ketahui kuatnya kuasa kasih. Kalau kalian simpan itu semua bagi
diri kalian sendiri, tentu saja kalian tidak akan mengetahui banyak.
Ini bagaikan punya banyak uang di bank dan tak pernah membelanjakannya,
tak pernah mengetahui kegairahan dalam membelanjakannya. Kalian tak
pernah tahu betapa banyak atau apa saja yang bisa kalian dapatkan
dengan uang, seperti halnya mobil bagus ini dan pakaian-pakaian indah
yang membuat kalian tampak beda dan membuat kalian merasa enak. Sama
halnya di sini. Kasih, harus kita belanjakan juga. Makin banyak kita
memberi, semakin kita sadari kebesarannya, bahwa hal terpenting dalam
hidup adalah kasih.
Ke
daftar isi
Puisi
Oleh Rosemary, Melbourne, Australia
(Asal dalam Bahasa Inggris)
Aku dan Meditasi
Tanpa
Meditasi, ku merasa hampa.
Tanpa Meditasi, semua terasa hambar.
Tanpa Meditasi, ku merasa terusik.
Tanpa Meditasi, ku merasa marah dan tegang.
Tanpa Meditasi, aku tidak memiliki kasih dalam batin.
Tanpa Meditasi, ku tak memiliki kasih untuk diberikan.
Tanpa Meditasi, buat apa aku ada?
Mencari Rumah Surgawi
Bagaimanakah
Tuhan tahu bahwa aku sedang mencari Rumahku?
Aku bahkan tidak tahu bahwa Dialah yang ingin kuketahui.
Semua permainanku untuk mencari sesuatu, tetapi apa?
Tempat beristirahat, untuk menemukan damai dan kasih,
Sesuatu yang tidak kutemukan di luar diriku.
Lalu, saat aku diberkahi dengan memandang mata Guruku,
Kuasa Tuhan sungguh agung,,
Tidak kutemukan kata-kata yang dapat menjelaskannya.
Aku hanya dapat menangis dan menangis.
Ke daftar isi
Perjalanan Rohani
Apa Arti Kerja Suci Bagiku
Oleh saudari inisiat Rosemary,
Melbourne, Australia
(Asli dalam bahasa Inggris)
Bila Anda mendapat kesempatan untuk melakukan
pekerjaan Guru,
jalanilah, karena itu adalah
berkah dari Tuhan untuk membantu kita! Itu bukannya kita sedang
melakukan sesuatu buat
orang lain.
Sebagai seorang siswa penghubung, saya mengakui salah satu kelemahan
saya adalah bahwa
adakalanya saya agak kecewa terhadap beberapa saudara-saudari
yang hadir untuk
meditasi kelompok secara berkala dan tidak
membantu pekerjaan Guru ketika kesempatan itu muncul. Saya melihat
bahwa orang yang sama
selalu harus melakukan segudang pekerjaan Center, padahal sesungguhnya
kita seharusnya
berbagi pekerjaan itu dan saling bergesekan guna saling belajar
satu sama lainnya,
sehingga kita menjadi lebih sadar akan kekuatan dan kelemahan kita.
Kita kemudian
harus menghadapi kebenaran tentang diri kita dan tidak dapat
menyembunyikan apa pun. Bila
tidak, bagaimana kita bisa benar-benar mengetahui apa yang kita
miliki?
Saya telah belajar banyak selagi bekerja sebagai siswa penghubung. Pada
mulanya saya
merasa ketakutan terhadap tanggung jawab itu, karena saya tidak merasa
cukup baik untuk
melakukan pekerjaan itu. Tetapi saya memberitahu diri sendiri bahwa
bila saya tidak
dimaksudkan untuk mengerjakannya, Guru tidak akan memberikan saya
kesempatan itu. Saya
pikir saya telah melakukan lebih banyak kesalahan daripada keputusan
yang sempurna, tetapi
kesalahan demikian telah mengajari saya lebih banyak daripada melakukan
segalanya dengan
benar setiap saat. Kesulitan saya telah memberikan saya keberanian yang
lebih besar untuk
menangani segala situasi atau masalah, dengan memahami bahwa adalah
yang wajar dalam berbuat
kesalahan, karena itu
merupakan cara untuk mengembangkan dan menyempurnakan diri sendiri.
Saya tidak lagi takut
memikul tanggungjawab hanya karena takut tidak melakukan pekerjaan
dengan sempurna.
Berbuat kesalahan adalah lebih baik daripada tidak melakukan apa pun.
Ketika saya melakukan pekerjaan Guru
dibandingkan dengan
melakukan pekerjaan biasa di dunia, saya merasakan kekuatan yang lebih
besar sedang
bekerja dalam diri saya. Namun, kadang kala kekuatan negatif juga dapat
berubah menjadi
begitu kuat, dan tekanannya sungguh tak terbayangkan, terutama dengan
politik di Center.
Tetapi, Anda memperoleh pengalaman demikian di mana saja di dunia ini,
dan bila Anda
melarikan diri darinya, Anda hanya akan menemukan situasi yang sama
begitu lagi hingga
Anda menghadapinya dan berada di atasnya. Namun demikian, pada
waktu-waktu demikian, saya
mengingatkan diri sendiri bahwa ini hanyalah suatu ujian dari Tuhan. Ia
ingin melihat
bagaimana kuatnya saya dalam menghadapi kekuatan negatif. Hal ini
membantu saya
untuk bertahan, dan setiap ujian membuat saya lebih kuat. Pada waktu
yang sama, ketika
saya merasakan kekuatan berkah, yang begitu mengangkat saya hingga saya
tidak dapat
menemukan kata-kata untuk menguraikan betapa saya terpenuhi secara
batiniah.
Jadi, jika
Anda ingin maju, selain meditasi, jangan menunggu untuk diminta guna
melakukan pekerjaan
Guru, dan bekerja sama dengan orang lain. Dengan segera Anda akan
menyadari bahwa
Anda sesungguhnya membantu diri Anda.
Terima kasih banyak, Guru, atas kesempatan berkah yang telah Engkau
berikan kepada Rose
(Mawar) ini untuk tumbuh. Saya masih memiliki banyak duri
daripada yang saya sadari.
Tetapi tanpa pengalaman demikian, bagaimana saya bisa tahu bahwa saya
bukan setangkai
bunga mawar yang sempurna?
Karena
tidak lagi buta, saya sekarang dapat benar-benar tumbuh menuju
kesempurnaan!
Tidak Ada Logika dalam Cinta
Oleh saudara inisiat David, Togo, Afrika
Suatu hari
bel rumah saya berbunyi. Seorang anak perempuan kecil datang meminta
uang. Pada pandangan
pertama, ia kelihatan berpakaian rapi. Saya memberinya sedikit uang
tetapi bertanya-tanya
mengapa ia mengemis. Setelah beberapa saat, ia kembali bersama dengan
saudari
perempuannya, yang memandang saya dengan mata yang bersinar. Kali ini,
anak kecil itu
menjelaskan keadaan keluarganya. Ibu mereka telah meninggal dan ayah
mereka baru saja
mengalami cedera kaki dan untuk sementara tidak dapat bekerja. Ia
melakukan
pekerjaan yang janggal di mana-mana, seperti menjual barang-barang
kecil. Mereka harus
menahan lapar bila usahanya jelek. Suatu perasaan yang kuat muncul di
dalam diri saya
setelah saya mendengar ceritanya, sehingga saya memberinya beberapa
kali lipat jumlah uang
yang sebelumnya saya berikan, dan kedua anak perempuan itu pergi dengan
gembira. Saya
pikir saya akan merasa gembira untuk membantunya lagi bila ia kembali.
Ketika
saya menyinggung cerita ini kepada seorang rekan inisiat keesokan
harinya, ia memberitahu
saya bahwa anak perempuan itu juga telah mengunjunginya. Ia meminta
anak itu menyapu
daun-daun yang ada di halaman rumahnya sebelum ia memberinya uang.
Tetapi anak itu pergi tanpa
melakukannya. Saya
memahami bahwa rekan inisiat ini ingin agar orang yang mencari
pertolongan harus mencoba
melakukan sesuatu untuk diri mereka daripada selalu bergantung pada
orang lain. Tetapi kemudian saya
tiba-tiba teringat apa
yang Guru pernah katakan: "Kita membantu ketika orang lain
memerlukannya, dan tidak
mencari apa pun sebagai balasannya; kita melakukannya tanpa pamrih."
Bagaimanapun, kata-kata inisiat ini membuat
saya merasa
bahwa tidak berharga untuk membantu orang seperti ini, karena hal
seperti ini begitu
sering terjadi sehingga kita kadang-kadang menjadi lelah karenanya.
Saya menganggap bahwa saya telah ditipu lagi, dan
memutuskan bahwa
apabila anak perempuan itu kembali lagi, saya akan meminta beberapa
rekan inisiat untuk
mengunjungi keluarganya guna mencari tahu kebenaran ceritanya.
Dua hari
kemudian, seorang utusan Quan Yin datang ke Lohmay, kampung halamanku,
dan berbicara
mengenai kepedulian Guru terhadap inisiat Ghana. Saya merasakan kejutan
oleh semacam
cahaya rohani dan tiba-tiba menyadari bahwa cinta datang secara
intuitif, tanpa analisa
logis atau penghakiman. Tidak perlu mempertimbangkan apa yang merupakan
cara paling bermanfaat. Selama ini,
saya telah
membiarkan penilaian saya mempengaruhi keputusan saya dan menggunakan
konsep materialistik
untuk menimbang perbuatan saya. Saya senantiasa bergoyang ke depan dan
belakang, berpikir
keputusan atau tindakan apa yang lebih baik atau lebih buruk. Dan jenis
pikiran ini telah
menenggelamkan saya ke dalam pergumulan fisik antara baik dan buruk.
Untung saja, saya
sekarang menemukan seorang Guru hidup yang tercerahkan, dengan ajaran
yang serba di
mana-mana telah membantu saya naik melampaui penilaian saya yang
kaku.
Beberapa hari kemudian, anak kecil itu datang kembali, kali ini dengan
adik lelaki
kecilnya yang lucu. Belakangan inisiat kami mengunjungi keluarga mereka
dan menemukan
kenyataannya persis seperti yang digambarkan oleh anak
itu. Kami meminta para inisiat untuk membawakan mereka beberapa
obat-obatan dan uang guna
menutupi biaya hidup mereka. Ayah anak kecil itu merasa sangat senang
dan berterima kasih
menerima sumbangan kasih kami, dan saya sendiri merasa bahagia. Pikiran
saya telah
disucikan lewat pengalaman ini, dan sekarang saya lebih memahami ajaran
Guru secara
mendalam: "Kita melakukan derma atas dasar kasih, atas dasar tidak
mengharapkan apa pun, atas dasar hanya tugas demi kemanusiaan, atas
dasar kasih
kepada makhluk-makhluk
yang kurang beruntung."
Ke
daftar
isi
Kata-Kata Mutiara
Diucapkan oleh Maha
Guru
Ching Hai, Cape Town, Afrika Selatan
28 November 1999 (Asal dalam bahasa Inggris)
Pekerjaan
Anda
sendiri adalah suatu berkah. Ketika Anda bekerja untuk Tuhan dan
masyarakat, pahala Anda berlipat ganda. Semakin banyak Anda menolong
orang, semakin berlipat pahala yang akan ditambahkan dalam harta karun
kemajuan rohani Anda.
Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai,
Cape Town, Afrika Selatan, Nopember 28-30, 1999
(Asal dalam bahasa Inggris)
Tak
seorang pun yang
akan melindungi kita, jika kita tidak dilindungi oleh kemajuan rohani
dan kekuatan rohani kita sendiri.
Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai,
Ljubljana, Slovenia, 26 Mei, 1999
(Asal dalam bahasa Inggris)
Pencerahan
adalah
satu-satunya pemecahan masalah bagi segala macam penyakit di dunia ini.
Kasih Tuhan adalah satu-satunya obat bagi segala macam masalah di dunia
ini.
Ke
daftar
isi
Ceramah oleh Maha Guru Ching Hai,
Cape Town, Africa Selatan, 27 November 1999
(Asal dalam Bahasa English)
Surga Hanyalah Suatu Permulaan
Kita dapat mempersiapkan segala sesuatu di dalam
hidup
ini. Kita harus
mempersiapkan secara jangka panjang segala sesuatu yang kita ingin
nikmati atau alami.
Kita bahkan mempersiapkan diri menyambut 'musim hujan'. Kita bekerja
keras dan lalu
membelanjakan, dan kita menyimpannya di bank dalam bentuk tabungan
untuk keadaan darurat.
Dan bahkan menyimpan untuk masa pensiun; kita mempersiapkan untuk
pelayanan pemakaman,
tapi kita lupa mempersiapkan untuk perjalanan berikutnya.
Kita masing-masing mengetahui bahwa kita tidak
hidup
selamanya di sini.
Kita tidak berada di sini untuk tinggal terus. Namun permintaan duniawi
dan perjuangan
hidup senantiasa coba membuat kita melupakan apa tujuan kita di sini,
dan bahwa kita tidak
berada di sini selamanya.
Belajar Menghadapi Kematian Secara Tepat
Bagaimanapun, pada suatu hari kita semua akan
meninggalkan dunia fisik
ini, tapi tidak semuanya dari kita yang mempersiapkan untuk
keberangkatan akhir. Itulah
kenapa kebanyakan dari kita merasa amat tidak mudah dan takut akan hari
itu. Meskipun
beberapa di antara kita masih sangat muda, seperti saya, kita telah
khawatir tentang hari
keberangkatan yang menakutkan ini. Itu karena kita belum mempersiapkan
keberangkatan tsb
dengan baik. Kita mempersiapkan asuransi untuk sakit, untuk rumah,
untuk angsuran dan
segala sesuatu lainnya, namun kita belum mempersiapkan hari di mana
kita akan meninggalkan
dunia ini. Di dalam Alkitab dikatakan, "Tinggalkan daging demi roh;
pelajarilah
cara untuk mati sehingga engkau akan belajar untuk hidup." Kita mungkin
saja membaca
ini setiap hari bahkan lebih dalam sehari. Namun banyak di antara kita
tidak mengetahui
kenapa kita mati setiap hari sehingga kita dapat mengetahui bahwa hidup
itu adalah apa
adanya. Tentu saja, itu juga baik-baik saja. Karena kita semua memiliki
Kebakaan
dalam membuat pilihan kita, lagi dan lagi.
Hari ini saya bukan berada di sini untuk
menunjukkan kepada
Anda bagaimana
menjalani kehidupan Anda. Saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana
caranya
untuk mati. Karena
hanya dengan mempelajari bagaimana caranya mati dan menghadapi
kematian secara berani, maka kita tidak lagi merasa cemas atas sesuatu
yang tak kita
ketahui. Begitu kita
mati, sama halnya dengan hidup saat ini, kecuali dengan kondisi yang
jauh lebih baik. Kita
bebas. Kita dapat berpindah ke mana pun juga dengan laju yang lebih
cepat dari cahaya. Kita
dapat memiliki segala sesuatu yang kita inginkan dalam waktu yang
singkat. Kita lebih
bebas dari seekor burung. Dan kita dapat mengunjungi Tuhan kapan saja,
karena kita akan
manunggal dengan Tuhan. Namun itu hanya jika kita telah
mempersiapkannya. Karena pikiran
kita sungguh berdaya kuasa. Dalam kehidupan sehari-hari, apa pun yang
kita pikirkan atau
yang paling kita dambakan akan menjelma di hadapan kita. Katakanlah
pada waktu
keberangkatan kita dari dunia ini, pikiran kita masih terikat pada
sesuatu, dan hal
tsb masih belum terwujud, maka kita akan kembali lagi ke planet fisik
ini untuk menikmati
keinginan kita atau memenuhi harapan kita. Jadi, bagi setiap orang yang
tidak berharap
untuk kembali lagi ke sini, atau yang ingin menguasai nasib kehidupan
mereka di masa yang
akan datang setelah ini, terdapat jalan untuk mempersiapkannya.
Pada waktu keberangkatan kita dari dunia ini, jika pikiran
kita amat
kuat akan sesuatu,
kita akan tertarik pada sesuatu tersebut, pada perkara atau keinginan
itu.
Ini berarti bahwa
semasa kita hidup, kita harus melatih pikiran kita pada hal yang
betul-betul positif
setiap hari, sebisa mungkin, hingga hal itu menjadi suatu sifat kedua,
hingga hal itu
menjadi diri kita. Dengan demikian pada waktu meninggal, kita akan
pergi mengarah pada
pikiran kita. Kita merupakan intisari dari Tuhan dan kita memiliki
daya kuasa Tuhan di
dalam diri kita, apakah kita menyadarinya ataupun tidak. Jadi, pikiran
kita pada dasarnya
sungguh berdaya kuasa.
Tuhan Senantiasa Penuh Welas-Asih
Jika, selama hidup kita, kita dicuci otak hingga
mempercayai bahwa kita
adalah pendosa, bahwa kita adalah orang malang yang tak ketulungan,
yang
sungguh tak
bernilai untuk memperoleh cinta-kasih Tuhan, bahwa kita akan masuk
neraka, dan kita telah
diberitahukan betapa mengerikan neraka itu -- sehingga pada waktu
kematian, jika kita
mempercayai akan apa yang telah diberitahukan tersebut, maka kita akan
pergi
ke apa yang
dinamakan neraka itu. Meskipun neraka tidak ada, kita menciptakannya
atau orang lain yang
menciptakannya untuk kita. Sejak dahulu kala, rasa takut telah disuntik
ke dalam gen kita,
ke dalam otak kita, ke dalam cara hidup kita, sehingga beberapa
kelompok manusia tertentu
dapat mengendalikan diri kita dan membuat kita memenuhi tujuan mereka,
yang mana tidak
senantiasa teramat mulia. Oleh karena itu, agar dapat membebaskan diri
kita, kita harus
mengenali kembali diri kita lagi dengan ajaran sejati dari segala Guru
yang telah ada
sejak dahulu kala. Ajaran ini adalah bahwa Tuhan -- atau Buddha atau
Allah -- adalah
selamanya penuh welas-asih.
Kita merupakan anak-anak dari kuasa yang tertinggi, dan
kita
selamanya akan
dikasihi, dimaafkan, dan ditolong dalam berbagai cara yang memungkinkan
dalam kehidupan
ini dan setelah kehidupan ini. Saya telah melihatnya sendiri. Saya
telah melihat kuasa
Tuhan bekerja. Saya telah melihat hanya cinta-kasih dan
kasih-sayang dalam alam yang
tak kasat mata demikian juga di alam fisik ini. Tidak ada yang namanya
pengutukan, neraka
atau balasan dari Tuhan. Karena bahkan orang tua yang melahirkan kita,
mencintai kita dan
memaafkan kita dari waktu ke waktu. Tuhan Bapa kita atau Tuhan Bunda
kita tentunya
lebih mengasihi dan memaafkan kita selama-lamanya. Yang menjadi masalah
adalah bahwa kita
telah lama dicuci otak hingga memikirkan bahwa kita akan dihukum atas
kesalahan apa pun
yang mungkin telah kita lakukan di dunia ini. Kita akan berbuat
demikian--kita
melakukannya sepanjang waktu, karena otak fisik kita, tubuh fisik kita
dan lingkungan
fisik kita memaksa kita hingga berbuat kesalahan. Namun tidaklah
masalah kesalahan apa
yang kita buat, Tuhan senantiasa dapat memperbaikinya. Jadi, Ia tidak
akan pernah mengutuk
atau menghukum kita dalam cara apa pun yang kita pernah dibuat agar
percaya.
Itulah apa yang telah saya temukan. Jadi, saya ingin berbagi
dengan
Anda. Dan saya harap
mulai hari ini Anda akan mengingat ini dalam pikiran Anda, apakah Anda
ingin belajar lebih
lanjut dengan kita ataupun tidak: Ingatlah bahwa Tuhan penuh
welas-asih. Dan jangan
memiliki rasa takut atau apa pun juga, baik di sini maupun setelah dari
sini. Pada waktu
keberangkatan, akan ada makhluk cantik dari Surga yang menanti kita
begitu roh
meninggalkan raga. Alasan kenapa sekian banyak orang tidak mampu
melihat ini, termasuk
pada waktu kematian, adalah karena mereka tidak mempersiapkan diri
mereka. Atau mungkin
mereka telah mempersiapkan diri mereka dengan cara yang salah, seperti
memikirkan bahwa
mereka telah melakukan kesalahan dalam kehidupan mereka, sebagai
contoh, seperti melanggar
beberapa Perintah Allah. Kemungkinan orang-orang demikian telah
mempersiapkan diri mereka secara negatif karena mereka berpikir bahwa
mereka telah
melakukan sesuatu yang
salah dalam hidup mereka. Karena itu, mereka mengharapkan pengutukan
atau
hukuman, dan itulah
yang akan mereka peroleh.
Melatih Kembali Diri Anda untuk Menemukan
Hakekat Tuhan
Apa pun yang Anda percayai akan dimaterialisasikan,
karena Anda
adalah Tuhan. Anda
senantiasa manunggal dengan Tuhan, meskipun ada saat-saat tertentu,
yang
karena halangan
jasmani, beberapa di antara kita tidak menyadari ini. Kita benar-benar
tidak memiliki apa pun selain Tuhan di dalam diri kita dan di luar diri
kita; kita bukan apa-apa
kecuali hakikat Tuhan. Tidak ada tempat lain yang dapat kita pergi
selain berada dalam
hadirat Tuhan, sepanjang waktu, 24 jam. Kita terpisah dari Tuhan karena
pikiran kita dan
kepercayaan kita yang mengakar kuat bahwa kita hanyalah makhluk
duniawi. Agar dapat ingat
kembali bahwa kita adalah Tuhan, kita harus melatih diri kita lagi.
Cara kita
berpikir bahwa kita terpisah dari Tuhan, harus kita latih kembali dalam
arah yang berlawanan. Kita akan lakukan itu
hingga pada akhirnya hal
tersebut menjadi otomatis. Lalu, karena kita menghubungi Tuhan setiap
hari melalui latihan dengan niat yang suci dan rajin, kita secara pasti
akan
mengetahui bahwa kita
adalah satu dengan Tuhan. Jadi, pada waktu keberangkatan, tiada apa pun
selain Tuhan yang
berada di sekeliling kita, atau makhluk surgawi yang datang dan
menyalami kita menuju ke
dimensi kasih yang lebih tinggi.
Beberapa orang yang telah meninggal tidak melihat fenomena
ini.
Meskipun Yesus berdiri
di samping dan Buddha berada di dekatnya, mereka tidak melihat-Nya.
Juga mereka tidak
menyadari bahwa mereka dapat mengejawantah apa pun atas dasar kehendak,
bahwa mereka
memiliki daya kuasa penciptaan di tangan mereka. Khususnya setelah
meninggalkan tubuh
jasmani ini, seluruh daya kuasa akan dikembalikan kepada kita lagi.
Tidaklah
sungguh-sungguh dikembalikan, namun tanpa halangan dari tubuh jasmani
ini kita menjadi
lebih berdaya kuasa lagi, seperti sewaktu kita bersama dengan Tuhan,
sebelum kita turun ke
dunia ini.
Namun beberapa di antara kita meninggalkan dunia ini tanpa
mengetahui rahasia ini; kita
tidak mempelajarinya; kita tidak mempelajari untuk menguasai pemikiran
kita sewaktu kita
berada dalam tubuh jasmani ini. Karena itu, pada waktu kematian, kita
bahkan lupa lebih
banyak lagi. Sebagai contoh, Anda kemungkinan telah mendengar tentang
orang yang telah
mati dan "kembali" dengan mengeluh bahwa mereka telah berada di neraka,
mereka
butuh pertolongan, mereka butuh doa, dsb. Contoh-contoh ini benar
adanya dan hanya untuk
orang-orang tersebut. Kejadian demikian tidaklah benar secara
merata--tidaklah benar untuk
Anda dan tidaklah benar untuk diri saya.
Bagi mereka yang telah mempelajari rahasia jagad
raya,
yang telah
mempelajari kekuatan daya cipta, dan telah mempelajari untuk manunggal
dengan daya kuasa
jagad raya, mereka mengetahui segala sesuatu sebelum dan setelah mereka
mati. Mereka
merupakan tuan bagi nasib mereka sendiri -- di mana pun juga, sekarang
ataupun setelah ini.
Namun untuk sampai di sana, kita memerlukan beberapa latihan. Mungkin
perlu sekian hari,
sekian minggu atau sekian bulan. Bukan saja kita berlatih untuk
mengingat kekuatan
daya cipta kita, kita berlatih agar kita juga menikmati Surga semasa
hidup; kita nikmati
berhubungan dengan hakikat Tuhan sementara kita masih berada di planet
ini, sehingga kita
dapat menggunakan kekuatan ini untuk memacu kehidupan kita dan
kehidupan orang lain yang
berjalan di jalur rohani kita. Namun ini membutuhkan beberapa disiplin,
meskipun itu
demikian mudahnya. Kita lebih suka bekerja demi uang, demi mobil,
demi rumah atau
demi kecantikan, daripada bekerja untuk mendapatkan Kerajaan Tuhan.
Kenapa? Karena itu
telah menjadi suatu kebiasaan. Apa pun yang telah dilatih sejak kita
masih muda, kita terus-menerus melakukannya.
Otak tidak senang berubah. Otak senang segala sesuatu
terselesaikan,
mudah dan tetap,
dengan hal yang sama setiap hari. Adakah baik atau buruk, otak
menyenangi itu. Otak
menjadi sangat kecewa apabila perubahan terjadi. Karena mesin adalah
seperti itu, dan otak
juga hanyalah semacam mesin saja. Bahkan kekuatan di balik otak,
sang benak itu, tidaklah
terlalu layak untuk tujuan mencapai Surga. Benak hanya menyerupai
kekuatan
elektrik di balik komputer. Jadi, kita harus kembali ke sumber dari
segala kebijaksanaan
dan Kebenaran. Jika kita tidak melatih diri kita sekarang, pada waktu
kematian akan
terlalu terlambat jadinya.
Mempersiapkan Diri Anda Setiap Hari Untuk
Kehidupan
Setelah Ini.
Otak dan benak kita telah terpaku
pada
beberapa pola
pemikiran negatif, dan kita tidak memiliki cukup banyak waktu untuk
memperbaiki atau
lolos dari pola ini. Namun, kita dapat melakukannya selama kita singgah
di planet ini.
Inilah cara yang termudah. Karena jika kita tidak mempersiapkan untuk
hari itu, dan
jikalau kita tidak mempelajari tentang apa yang harus kita lakukan dan
ke
mana kita akan pergi,
maka pada waktu kematian kita akan diliputi oleh berbagai dimensi
karma. Karma merupakan
istilah bahasa Sanskerta untuk hukum sebab dan akibat. Apa pun yang
kita
lakukan dalam
kehidupan ini akan berurat-akar sebagai kesan-kesan dalam pikiran kita,
dan ketika kita
meninggal kita akan membawa serta kesan-kesan tersebut dengan diri
kita. Jadi, jika kita
ingin menghapusnya, kita harus melakukan serangkaian kontemplasi dan
penyucian diri yang
khusyuk. Kita dapat menamakannya meditasi, kontemplasi atau doa yang
khusyuk. Namun, kita
harus melakukannya secara benar. Terdapat cara yang amat mudah untuk
melakukannya, namun
mesti benar. Sepeti hal lainnya, terdapat cara yang benar. Dan jika
kita mengetahui cara
itu, akan menjadi sangat mudah.
Pada waktu keberangkatan, kita semua berharap
masuk ke
Surga. Seharusnya
memang demikian; hampir rata-rata warga negara di dunia ini akan masuk
ke Surga. Namun
terdapat beberapa tingkatan kenikmatan Surgawi, seperti halnya terdapat
berbagai rumah
yang berbeda di Cape Town. Beberapa jenis rumah harganya murah,
sementara yang lain agak
mahal, dengan kelengkapan yang lebih, dan lebih menyenangkan, kolam
renang, segalanya. Tingkat kemajuan kesadaran kita akan menentukan
tingkatan Surga
yang akan kita nikmati setelah meninggalkan dunia fisik ini. Jika kita
telah melatih diri
kita secara berkecukupan, kita dapat naik ke Surga segera setelah
kematian. Jika tidak,
kita adalanya berkeliaran untuk sejenak hingga kita sadar bahwa kita
benar-benar telah
tiada, bahwa kita tidak lagi memiliki peralatan fisik untuk bekerja,
bahwa ucapan kita
tidak akan terdengar oleh orang-orang yang kita kasihi, dan bahwa
istri kita atau suami
kita selalu membawa orang lain di depan hidung kita setiap hari ke
tempat tidur kita. Dan
tidak ada apa-apa yang dapat kita lakukan untuk itu. Tidak menjadi
masalah seberapa sering
kita mengeluh atau seberapa banyak angkara murka kita lemparkan. Tidak
ada seorang pun
yang mengerti, dan tidak ada seorang pun yang peduli.
Pada waktu itu, kejadian demikian akan
menciptakan
penderitaan yang besar
bagi kita. Juga, kita akan terpengaruh oleh hasil pemikiran kita selama
jangka waktu hidup
kita berada di tubuh jasmani ini. Selama jangka waktu hidup kita, jika
kita terus berpikir
secara negatif, maka pada waktu kita meninggal, itulah apa yang akan
kita peroleh. Jadi,
jika kita meninggal tanpa persiapan, tanpa meditasi pada kekuatan
positif, tanpa
berhubungan dengan daya kuasa Tuhan, pikiran negatif yang kita peroleh
semasa kehidupan
kita akan menguasai kita dan membawa kita ke tempat-tempat yang tidak
mengenakkan. Dan
itulah kenapa ada orang yang mengatakan itu sebagai neraka. Kita dapat
meloloskan diri
dari neraka itu jika cukup sadar pada waktu kita berjalan keluar dari
penjara kita
sendiri. Namun kebanyakan waktu, kita belum mempersiapkan diri,
sehingga kita lemah
adanya. Kita tidak cukup kuat untuk berjalan keluar, sehingga kita
harus tinggal sementara
dalam atmosfer negatif hingga ianya padam.
Terdapat juga tekanan lainnya buat kita, bukan
hanya
pribadi kita sendiri
-- yang menciptakan keadaan yang negatif atau tekanan. Kita juga
memperoleh karma kolektif dari sekian banyak orang yang tinggal di
planet ini,
demikian juga dari
kerabat dan sahabat karib kita. Karena kita belum mempelajari seni
menguasai nasib kita
atau bagaimana berjalan secara benar menuju Surga, kita akan
berkeliaran di sini dan di
sana, kita akan tertarik dalam berbagai arah atau terdorong ke dalam
gambaran yang kurang
mengenakkan dari suatu planet maya, yang mana buat kita pada waktu itu
kelihatan demikian
nyatanya. Dan itulah bagaimana orang berkata bahwa mereka masuk ke
dalam neraka, dan
mereka menderita di sana.
Tanamkan Pikiran Benar sebelum Kematian
Namun, tidaklah harus menjadi demikian. Meskipun
Anda
tidak
ingin berlatih
welas-asih dengan bervegetarian atau berlatih meditasi dengan kami,
Anda
haruslah senantiasa
memberitahukan diri Anda dan ingat bahwa Tuhan penuh welas-asih. Itulah
pemikiran
satu-satunya yang harus Anda ingat pada waktu kematian. Dengan demikian
Anda akan cukup
jelas untuk melihat bahwa Yesus berdiri di samping Anda, bahwa Surga
membuka gerbangnya,
bahwa para malaikat menyambut Anda dengan musik Alam Surgawi. Anda
mesti mengingat sesuatu
yang mulia seperti itu -- bahwa kita adalah putra dan putri Tuhan,
bahwa kita tidak
mungkin berada di bawah dari itu dan bahwa tiada apa pun yang dapat
menyakiti kita.
Pemikiran demikian harus ditanamkan dalam benak Anda. Jika Anda
berpikir demikian, Anda
tidak akan pernah takut akan malaikat kematian karena ia tidak pernah
ada. Ia ada karena
kita menciptakannya selama masa kehidupan kita, sehingga ia
mengejawantah. Apa pun yang
Anda harapkan akan diberikan pada Anda. Ketuklah, dan pintunya akan
terbuka; mintalah,
dan akan diberikan.
Karena di planet ini, adakalanya kita meminta
sesuatu
dan ketika hal tersebut
tidak menjelma dengan segera, kita pikir bahwa ianya tidak bekerja.
Namun, sebenarnya hal
itu bekerja sepanjang waktu. Ini hanya karena kita terbendung oleh
tubuh fisik ini,
sehingga kita tidak dapat dengan segera melihat hasilnya. Adakalanya
ianya menjelma
sedikit terlambat, dan kita menjadi lupa. Kita lupa bahwa kita ingin
hal tersebut. Kita pikir,
"Oh, ini suatu keberuntungan!" atau, "Ini suatu kemalangan bahwa
kejadian
ini menimpa saya." Namun tiada apa pun yang benar-benar terjadi tanpa
kita inginkan
pada awalnya. Juga, jika kita tidak terlalu kuat dalam kehendak kita,
maka tentu saja
hukum karma, kumpulan kesadaran yang negatif atau positif akan
mempengaruhi kehidupan
sehari-hari kita demikian juga pada waktu keberangkatan kita.
Dalam kehidupan sehari-hari kita, kita paling
tidak
dilindungi oleh
kebodohan batin yang berasal dari tubuh fisik ini. Setidaknya kita
tidak tahu hingga
sesuatu yang buruk terjadi. Namun, ketika kita meninggalkan
perlindungan
fisik ini, kita
akan melihat segalanya. Segala sesuatu akan mempengaruhi kita dengan
segera. Jika kita
mati, dan orang yang kita kasihi menangis dan meratap dan begitu
kehilangan kita, dan
mereka terus-menerus menangis dan menderita, kita merasa seolah-olah
kita yang menderita.
Itulah kenapa selama waktu keberangkatan orang yang dikasihi,
kemungkinan yang terbaik
adalah berdoa bagi mereka agar menuju ke Surga, menikmati kebahagiaan
dan
menjadi terbebaskan. Mungkin kita
tidak perlu harus berdoa, menangis, meratap dan begitu merasa
kehilangan, karena itu akan
membuat mereka merasa sengsara dan menunda keberangkatan mereka ke
dimensi yang lebih
tinggi. Kematian harus dirayakan, bukan diratapi, karena itu adalah
kebebasan akhir kita.
Tidak ada apa pun yang dapat menyentuh kita lagi; tidak ada apa pun
yang
dapat menyakiti
kita lagi. Tidak ada apa pun yang dapat menutupi kita lagi. Kita akan
tahu segalanya, dan
kita akan menjadi satu bagian dari segalanya. Kita dapat berada di
mana-mana dalam sekian
detik saja. Segala sesuatu yang kita harapkan akan menjadi kenyataan
dengan segera.
Ingatlah Akan Harta Pusaka Surgawi Anda
Namun dalam rangka mempersiapkan diri menuju ke
imbalan
yang lebih tinggi
dari yang ini, kita harus mempelajari seni menguasai takdir kita dan
masa depan kita. Kita
harus menciptakan Surga bagi diri kita, mempersiapkan masa depan kita,
dan tidak
membiarkan atmosfer karma dari orang lain mempengaruhi kita dan menarik
kita ke sini dan
ke sana seperti seorang budak atau seekor anjing. Karena kita adalah
guru. Kita adalah
Anak-Anak dari Lautan Cinta-Kasih, dari Tuhan. Kita mempunyai martabat.
Kita harus
berjalan sebagaimana Tuhan; kita harus bertindak sebagaimana Tuhan;
kita harus
berpikir sebagaimana
Tuhan. Tidaklah mudah, karena kita telah lupa bagaimana melakukannya.
Namun, itu hanyalah
suatu kebiasaan, dan kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat dilatih;
kebiasaan tersebut juga dapat hilang bersamaan dengan berlalunya waktu.
Selama kesibukan
kita sehari-hari, tentu saja
sulit bagi kita untuk mengendalikan pikiran kita dan melatih
diri kita kembali
pada sifat mulia diri kita yang sesungguhnya. Itulah kenapa kita harus
memilih suatu
jangka waktu yang pendek selama jadwal sibuk kita untuk menyepi
sendirian dengan diri kita
dan dengan Tuhan. Pada waktu itu, kita dapat memusatkan kekuatan
pikiran kita. Dengan
demikian kita dapat memperbaiki kebiasaan pemikiran kita dan
menjadikannya suatu hal yang
positif. Dan hari demi hari seperti ini, kita akan menjadi Anak-Anak
Surgawi lagi,
sebagaimana diri kita sebenarnya.
Itulah kenapa kita harus bermeditasi setiap hari,
bukan
hanya setelah
inisiasi. Karena setelah inisiasi, Anda sudah terbebaskan. Anda menjadi
orang yang bebas.
Anda benar-benar bebas. Tiada seorang pun yang dapat menyentuh Anda
lagi. Namun agar dapat
memiliki kehidupan yang lebih lancar di sini dan menikmati Surga selagi
kita masih
bernafas, agar dapat melatih diri kita kembali menjadi Pangeran dan
Putri Surgawi, kita
harus mengingatkan diri kita setiap hari. Bahkan adakalanya tidaklah
cukup. Karena kita
telah diingatkan, dari waktu ke waktu, suatu jangka waktu yang lama,
lama sekali,
betapa buruknya kita ini.
Jadi, sekarang kita harus diingatkan kembali,
betapa mulianya kita
ini sesungguhnya. Itulah kenapa membutuhkan waktu. Hal ini membutuhkan
latihan
setiap hari. Anda tidak akan mempelajari apa pun; Anda hanya
perlu mengingat kembali karena tidak ada apa pun yang perlu Anda
pelajari. Anda adalah Raja
Surgawi; Anda merupakan
bagian dari Surgawi, bagian dari keseluruhan daya kuasa jagad raya.
Tidak ada apa pun yang
tidak dapat Anda lakukan. Hanya butuh waktu untuk mengingatnya
kembali. Saya
berada di sini untuk membantu Anda mengingatnya lagi, dan itu tidak
sesulit yang Anda
bayangkan. Lebih mudah daripada menjalani kehidupan; lebih mudah
daripada mengendarai
mobil; lebih mudah daripada tidur. Jadi, hal tersebut akan bermanfaat
bagi kita untuk
mencoba, karena hal tersebut begitu mudah dan sederhana.
Bagi mereka yang dapat menyerahkan seluruh hati
dan
pikiran mereka untuk
memperoleh kembali Surga, kami dapat memberikan kepada Anda seluruh
instruksinya. Anda
bermeditasi dua hingga tiga jam setiap hari, atau sebanyak yang bisa
Anda lakukan.
Sebagai contoh, Anda dapat memotong sedikit jam tidur Anda, kurangi
bicara melalui telepon, dan
hanya menonton berita penting di TV -- jangan hanya duduk di sana dan
menonton apa pun yang
muncul. Dengan demikian Anda akan memperoleh banyak waktu. Kita temukan
bahwa kita
memiliki banyak waktu luang jika kita memotong banyak kegiatan tak
penting yang sering kita lakukan hanya untuk menghabiskan waktu saja.
Sekarang kita
tidak memiliki
waktu untuk dihabiskan; kita pergunakan waktu itu untuk hidup. Kita
gunakan waktu tersebut
untuk membangkitkan kembali jiwa kita. Maka, bukan saja kita akan
merasa baik dan
terbekahi, malahan kita akan memberkahi orang lain juga.
Suatu kebiasaan sulit untuk diputuskan, kita
semua tahu
mengenai hal itu.
Namun, bukanlah berarti tidak mungkin dilakukan. Sebelumnya saya tidak
dapat mengendarai
mobil. Saya baru saja memperoleh SIM. Jadi, ketika saya menemukan bahwa
saya dapat
berkendara, oh Tuhan! Saya merasa seperti manusia. Saya merasa seperti
setiap orang lain
yang berada di atas planet ini. Saya merasa begitu bangga; saya ingin
setiap orang melihat
bahwa saya dapat berkendara. Karena saya melatih diri saya sendiri.
Pertama kali saya
gagal. Kedua kali, saya juga gagal. Namun ketiga kali, saya berhasil.
Bahkan untuk belajar
berkendara saja membutuhkan waktu yang cukup lama! Membutuhkan usaha,
uang dan pemusatan
pikiran, barulah kita dapat melakukannya. Kita dapat melakukan ini dan
banyak hal lainnya,
seperti mempelajari bahasa Inggris atau bahkan belajar jalan. Kita
terlahir merangkak --
bahkan bukan merangkak, berbaring tanpa daya sebagai seorang bayi.
Namun sebagai bayi,
kita tahu bagaimana mencobanya. Kita coba merangkak, dan kemudian
kita mencoba
berdiri, dan lalu kita coba bertatih-tatih. Setelah itu, kita coba
berjalan. Dan kemudian
kita berlari, dan bahkan sekarang kita terbang!
Seorang Guru Tercerahkan Menerangi Jalan
Jadi, segala sesuatu merupakan suatu proses
belajar.
Bagi seorang bayi,
adalah suatu hal yang tak mungkin melihat orang dewasa lari, naik
sepeda, berkendara,
berloncatan dan menari. Namun bagi kita, itu merupakan hal yang
gampang, karena kita telah
mencobanya; kita telah melatih diri kita. Sama halnya, kita dapat
melatih seperti itu
untuk pergi ke Surga. Memang kelihatannya agak sulit pada awalnya,
namun sebenarnya tidak.
Lebih sulit jika kita mencoba sendiri. Tapi tidaklah sulit jika
terdapat seseorang yang
telah mengetahui, dan menunjukkan pada kita dengan memberikan
pengalaman atau pengajaran.
Sungguh mudah sekali. Itulah kenapa sejak dahulu kala, Tuhan telah
mengirimkan sekian
banyak guru untuk menunjukkan pada kita jalan tersebut, karena kita
telah
lupa.
Bisa menunjukkan pada kita jalan tersebut
bukanlah
berarti
bahwa orang itu
lebih daripada kita. Kita memanggilnya "guru" hanya untuk permulaan
saja sewaktu
mereka mengajarkan kita sesuatu. Di planet ini, sebagai contoh,
kita memanggil
seseorang guru bahasa Inggris atau profesor Matematika. Namun dalam hal
Surgawi, tidak ada
seorang pun yang lebih rendah atau lebih tinggi. Hanya ada seseorang
yang telah berjalan
dulu dan menunjukkan pada seseorang yang berjalan kemudian. Dan
seseorang yang telah
mengetahui jalannya barulah dapat menunjukkan pada kita; sehingga akan
lebih mudah, tidak
begitu sulit, lebih yakin dan lebih cepat.
Kita sendiri dapat saja coba berjalan kembali ke
Surga,
namun terdapat
banyak bagian perjalanan yang tidak kita ketahui karena kita telah
lupa, dan adakalanya
cukup menakutkan. Itulah kenapa banyak orang merasa mereka tidak mampu.
Mereka
ketakutan. Tapi, apabila Anda mendapatkan seseorang yang berjalan
bersama
Anda, memegang
tangan Anda dan melindungi Anda, menunjukkan pada Anda jalan yang harus
dilalui dan yang
mana harus dihindari, maka perjalanan itu akan lebih menyenangkan. Anda
mempunyai seorang
teman, dan akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Jadi singkatnya,
saya berada di sini
hanya apabila Anda merasa bahwa Anda ingin mengingat kembali siapa
sesungguhnya diri Anda
itu. Dan tidak ada biaya, juga tidak ada kondisi.
Apa yang kita namakan Lima Sila bukanlah Lima
Moralitas. Lima Sila
merupakan suatu ukuran bagi kesiapan Anda, atau suatu cara yang kita
pergunakan untuk
mengukur standar kualitas kita. Ingatlah ketika Nabi Musa kembali dari
gunung dan
menyerahkan Sepuluh Perintah Allah? Ia berkata bahwa perintah itu
berasal dari Tuhan,
sehingga kita mengetahui ada di mana kita dan di mana kita berdiri.
Bukanlah berarti bahwa
Anda harus mengikuti saya "atau siapa pun juga". Bukanlah seperti itu.
Anda
bahkan tidak perlu harus mengikuti saya. Saya hanya akan mengajarkan
Anda sekali saja, dan
Anda akan mampu mengingatnya sepanjang waktu. Dengan demikian Anda
dapat melakukannya
sendirian.
Setelah kami memberikan instruksi kepada Anda,
Anda
akan mengetahui apa
yang harus dilakukan. Anda akan menjadi guru sendiri setiap harinya.
Kesulitannya bukanlah
mengikuti seorang guru, atau guru mana pun juga. Kesulitannya adalah
menjadi guru sendiri,
memiliki disiplin untuk melakukan apa yang telah Anda pilih untuk
lakukan dan apa yang
Anda ketahui sebagai yang terbaik bagi jiwa Anda.
Ke
daftar
isi
Tanya Jawab Pilihan
Pencerahan Membawa Kita pada Perdamaian Abadi
Ceramah oleh Maha Guru Ching Hai,
Praha, Republik Ceko,
28 Mei 1999
T: Mengapa
terdapat perang, bencana
alam, dan malapetaka?
G:
Sebenarnya,
kita sendiri yang
menyebabkan semua ini. Maaf kalau saya mengatakan hal itu, tetapi kita
semua bertanggung
jawab atas apa saja yang terjadi pada kita. Itu karena kita juga
merupakan bagian dari
Tuhan, dan kita memiliki daya kuasa penciptaan. Kapan pun kita berpikir
sesuatu dengan penuh
kasih, baik, dan benar, lalu kita menciptakan suasana yang lebih baik
dan kita mendapati
lingkungan yang lebih baik. Seperti halnya ketika Anda mencintai orang
lain atau ketika
Anda jatuh cinta, bukankah terasa menyenangkan? Meskipun Anda tidak
dapat membuktikan
apakah cinta itu dan Anda tidak dapat menyentuhnya, Anda tahu itu
adalah cinta dan Anda
hanya merasa sungguh menyenangkan.
Setiap orang di sekitar kita juga terpengaruh
oleh
kebahagiaan ini.
Kita dapat mencintai semua orang pada waktu kita sedang jatuh cinta.
Kita bisa mencium
setiap orang lain juga, karena kekuatan cinta kita. Sebaliknya, pada
waktu kita membenci
seseorang, kita menciptakan kebencian. Pada waktu kita iri hati, pada
waktu kita memiliki
sifat dan sikap yang lebih rendah ini, kita menciptakan suasana yang
sangat negatif.
Suasana tersebut pada gilirannya mempengaruhi kita dan orang di sekitar
kita. Dan apabila
terlalu banyak suasana yang negatif atau kebencian tercipta, semuanya
itu akan tertarik
oleh hukum "yang sama menarik yang sama". Kemudian mereka menjadi amat
banyak
dan kuat sekali. Mereka bahkan dapat mempengaruhi cuaca dan akan
mempengaruhi hati orang
lain. Dan itulah yang menyebabkan bencana, itulah yang menyebabkan
perang.
Tidakkah Anda perhatikan bahwa adakalanya
ketika
Anda sedang dalam
suasana hati yang marah dan Anda menanggapi dengan amat menusuk hati
pada orang lain,
orang tersebut pada gilirannya juga merasa terganggu dan marah pada
Anda? Lalu,
kadang-kadang pada akhirnya Anda berdua berkelahi satu sama lain,
karena suasana kebencian
dan kemarahan yang sangat berat dan amat menyesakkan ini. Jadi, apabila
banyak kejadian
seperti ini berlangsung dalam suasana demikian, ianya menjadi nyata;
ianya menjelma dalam
beberapa bencana alam yang nyata, seperti cuaca yang buruk atau perang
atau suatu epidemi.
Dan suasana negatif ini, tentu saja, akan tertarik pada tempat di mana
saja yang sudah
penuh dengan sifat demikian. Semua energi yang terpencar akan menyatu
di mana sudah ada
gumpalan terpadat dari energi negatif. Lalu hal yang buruk akan
terjadi, pada waktu itu
juga.
Jadi, kita harus memastikan dalam hidup kita
bahwa
kita senantiasa
memberikan lebih banyak kasih, bahwa kita berpikir sebelum bertindak
dan
bahwa kita berhenti
sebelum kita memikirkan hal-hal yang negatif. Dengan cara ini, kita
juga akan memberikan
sumbangan pada perdamaian dunia. Tetapi, seperti yang disebutkan
sebelumnya, kedunguan
batin merupakan satu-satunya alasan untuk semua kejadian buruk yang
menimpa kita.
Kedunguan batin dan ketidaktahuan akan Tuhan adalah merupakan
satu-satunya kejahatan di
dunia ini, atau dunia mana pun juga. Karena jika kita tercerahkan, jika
kita mengetahui
Tuhan, kita menjadi gembira dan bahagia sekali sehingga kita tidak
pernah dapat melakukan apa pun yang salah, atau kita sangat kecil
kemungkinannya melakukan
sesuatu yang salah.
Kita tercerahkan dan bijaksana; kita tahu apa yang benar dan apa yang
salah.
Jadi, hal terbaik yang dapat diberikan oleh
siapa pun
adalah pencerahan.
Dan itulah hal terbaik yang dapat saya berikan pada Anda: lebih dari
sekedar emas, lebih
dari sekedar berlian, lebih dari apa pun yang dianggap terbaik di dunia
ini. Karena bahkan
bila saya memberi Anda uang atau bila saya memberi Anda sebuah rumah,
benda-benda tersebut
juga akan berlalu; benda-benda tersebut dapat musnah oleh perang,
kebakaran,
atau kecelakaan.
Tetapi, jika saya memberi Anda pencerahan, Anda akan mampu melakukan
segala sesuatu yang
perlu Anda lakukan, menghasilkan apa saja yang perlu Anda hasilkan,
melindungi diri Anda
dan menjaga diri Anda selamanya. Bahkan jika Anda kehilangan rumah Anda
atau uang Anda,
Anda tidak akan pernah kehilangan pencerahan Anda atau kebijaksanaan
Anda. Anda selalu
dapat memulai yang baru. Anda selalu dapat menemukan cara untuk
bertahan hidup dengan
lebih baik dan semakin baik di dalam dunia ini. Jadi, pencerahan adalah
hadiah terbaik yang
dapat Tuhan berikan pada kita.
Cara Mengakhiri Perang
Ceramah oleh Maha Guru Ching Hai,
Edinburg, Skotlandia, 5 Juni 1999
(Asal dalam bahasa Inggris)
T: Apakah
menurut
Anda selalu akan
ada perang?
G: Jika
planet
kita terangkat
sendiri pada suatu tingkat pemahaman rohani yang lebih tinggi maka
tidak akan ada perang
lagi. Perang hanya ada dalam suasana kebencian, kesalahpahaman, dan
keputusasaan karena
adanya jarak antara manusia dan Tuhan dalam diri mereka. Perang
merupakan jeritan akan
penderitaan yang mendalam, akan kerinduan untuk Pulang; hal ini adalah
tangisan yang
paling menyedihkan dan keras dari seorang anak yang tidak mengetahui di
mana ayahnya
berada. Jadi, jika kita menunjukkan padanya ayah atau ibunya, ia akan
berhenti menangis dan
berhenti menendangkan kakinya.
Anak tidak mengetahui yang benar dari yang
salah.
Anak merasa lapar,
haus, ketakutan, dan kesepian---hanya ingin pelukan hangat dada ibunya.
Hanya itu saja.
Tetapi selama planet kita masih jauh dari pengetahuan akan Tuhan, kita
masih akan ada
perang. Dan itulah sebabnya saya datang kepada negara-negara yang
berbeda, kadang bahkan
tanpa undangan, jika Tuhan telah memerintahkan saya ke sana--sehingga
anak
dapat mengetahui
ayahnya dan menghentikan semua ratapan keputusasaan dan kesepian ini.
Dalam peradaban planet lain yang lebih tinggi,
orang
lebih cerdas dan
secara rohani lebih berkembang. Bahkan mereka tidak pernah saling
berperang satu sama lain
karena mereka tahu Tuhan bersama mereka sepanjang waktu; Tuhan adalah
satu-satunya yang
hidup bersama mereka dan untuk-Nya mereka hidup. Di planet ini, tidak
banyak dari kita
yang dapat melihat Tuhan secara langsung; kita tidak berbicara kepada
Tuhan secara
langsung mengenai semua penderitaan kita, keputusasaan kita, ketakutan
kita, dan kecemasan
kita. Namun terlepas dari penampilan kita yang kasar, kita semua
memiliki permasalahan,
kelemahan, ketakutan, keinginan, dan keputusasaan kita sendiri. Dan
ketika kita tidak
memiliki tempat mana pun untuk berpaling, kita cenderung berbalik pada
kekerasan. Itulah
bagaimana perang terjadi.
Tetapi, mereka yang bengis juga
merupakan korban
peperangan. Korban sesungguhnya dari perang dan mereka yang menyebabkan
perang keduanya
merupakan korban, hanya jenis dan derajat yang berbeda. Mereka yang
menyebabkan perang
merupakan korban paling parah dari semuanya, karena mereka bahkan tidak
mengetahui yang
benar dan yang salah. Mereka tidak dapat berlari dari diri mereka
sendiri untuk mengungsi
di negara mana pun juga, karena mereka terbenam dalam khayalan daya
negatif yang
mengerikan ini. Mereka berjuang dengan sangat, sangat keras. Jadi,
satu-satunya jalan untuk
mengakhiri perang di planet ini atau tempat mana pun adalah menjadi
tercerahkan,
mengetahui Tuhan--seperti halnya ketika anak dipeluk oleh sang ibu
maka dia akan
berhenti menangis.
Ke
daftar
isi
Dunia Cerita
Dapur Surgawi
Oleh saudari inisiat Chiu Heng-chen,
Taoyuan, Formosa
Pada bulan November 1999, saya sungguh beruntung
dapat
hadir dalam retret
Internasional Tiga-hari di Cape Town, Afrika Selatan. Sebelum retret,
saya berpikir bahwa
saya tidak dapat menghadirinya. Tapi, berkat serangkaian
pengaturan yang ajaib,
saya bukan saja berhasil bergabung sebagai staf dapur, tapi juga
menikmati
kebahagiaan
pertumbuhan rohani. Saya bekerja dengan lancar dan bahagia, dan
mengejawantahkan diri saya
dalam kebahagiaan batin yang mendalam.
Pada waktu saya melihat para inisiat
bekerja di
dapur dengan
mengenyahkan pikiran praduga dan kebiasaan bekerja dengan ego,
dapur tersebut menjadi
seperti Surga buat saya. Dan gambaran kekeluargaan membuat saya
menyadari bahwa perasaan
ini muncul dari getaran terdalam di hati saya -- sungguh impian dan
pengalaman meditasi
saya telah menjelma! Perasaan demikian yang muncul berkali-kali telah
mengangkat saya dari
tingkat jasmani ke tingkat mental, dan lalu ke tingkat kesadaran murni,
dan pada akhirnya ke tingkat rohani, di mana saya menjadi satu dengan
setiap orang.
Dapatkah Anda membayangkan bagaimana para inisiat
dari
berbagai belahan
dunia ini bisa hadir bersama menggunakan peralatan dan perlengkapan
dapur yang terbatas
dan mengubah sayur-mayur, serat dan daging nabati menjadi makanan lezat
satu demi satu?
Sungguh ini suatu hal yang sulit dilakukan. Namun dengan
bakti yang tanpa
sifat ke-aku-an dan usaha kerja sama, seluruh tugas kami dapat diatur
dengan mudah. Sungguh
menyentuh melihat setiap orang bekerja secara teliti dan penuh bakti
dalam meraih
kesempurnaan. Irama berenergi dari pisau yang menyentuh papan potong
merupakan musik yang
menyenangkan yang mengalir seperti pancuran di musim semi. Kebahagiaan
kami sungguh sulit
diuraikan. Pada akhirnya saya dapat memahami harta benda yang luar
biasa ini berada dalam
hal-hal yang biasa. Apabila kita tulus, murni, dan berbakti
dengan gembira, setiap
pekerjaan menjadi kebahagiaan agung, tidak masalah betapa sulitnya
proses yang ada. Bahkan
ketika sepatu saya rusak selagi saya bekerja dan harus dibuang, atau
ketika saya menjadi
amat lelah untuk menggerakkan kaki saya, saya masih mampu mengumpulkan
seluruh tenaga saya
kembali guna kembali ke tempat kerja saya pagi dini hari berikutnya.
Berkat seluruh rekan kerja saya yang
mulia,
saya dapat
mengetahui kemurnian dan kesejatian dalam diri mereka. Dan di atas
segalanya, berkat pengaturan Guru, saya mampu memancarkan cahaya
kekuatan, dan
memuaskan keinginan saya
guna menantang dan melewati diri jasmani saya.
Melampaui Keterbatasan Fisik
Oleh saudara inisiat Sam, Formosa
Retret Internasional tahun 1999 di Cape Town,
Afrika
Selatan merupakan
pengalaman pertama saya ikut serta dalam retret luar negeri, dan
merupakan suatu kejadian
tak terlupakan dalam hidup saya.
Lokasi perkemahan yang damai dan tenteram, langit
biru
yang cerah, tiupan
angin laut yang lembut, dan suasana yang penuh keramahtamahan, serta
tawa-ria para
peserta membuat saya bertanya-tanya apakah saya sedang berada di Surga.
Ini merupakan
pertama kalinya saya keluar negeri dan merasa begitu dekat dengan Guru
sejak tidak
bertugas lagi di militer.
Namun, aspek yang paling menyenangkan dari retret
ini
adalah suatu
kenyataan bahwa hanya satu minggu sebelumnya saya mengalami kecelakaan
sewaktu pulang dari
kelompok meditasi di center kami. Sepeda motor yang dilaju dengan
kencang oleh seorang
pelajar di jalan yang salah menabrak sepeda motor saya. Tulang di jari
kaki kiri saya
patah, dan sakitnya luar biasa. Saya hampir saja memutuskan untuk tidak
ikut retret tersebut,
namun menemukan semangat keberanian dari nasihat salah satu rekan
inisiat: "Hal
yang sepele atau vital, hanyalah merupakan suatu persepsi saja." Saya
tahu bahwa
kata-kata bijak yang diucapkan dengan tenang ini merupakan pesan secara
tidak langsung
dari Guru.
Beberapa hari setelah kecelakaan tersebut, saya
melatih
diri saya untuk
menanggulangi rasa sakit tersebut atau membiarkannya mempengaruhi
kehidupan
saya sehari-hari.
Saya berniat melakukan segala sesuatu sendiri karena saya tidak ingin
menjadi beban bagi orang lain selama retret. Secara ajaib, empat hari
setelah
kecelakaan tersebut,
saya dapat berjalan tanpa menggunakan tongkat! Selama berlangsungnya
retret di Afrika
Selatan, saya dapat berjalan tanpa bantuan, dan bahkan bergerak ke
sana-sini guna membantu
menghias lokasi perkemahan. Segera setelah retret berakhir, jari kaki
saya telah sembuh
dan saya dapat berjalan dengan biasa. Dengan demikian, retret di Afrika
Selatan bukan saja
membawakan pengalaman surgawi di bumi, namun juga membantu saya
melampaui dan
menanggulangi keterbatasan tubuh fisik ini!
Ke
daftar
isi
Guru Welas Asih Melimpahkan Simpati-Nya pada Pengungsi
Afganistan
dengan Menyumbangkan
US$ 100,000 untuk Meringankan Beban Mereka.
Dalam suasana reruntuhan perang Afghanistan,
ribuan
orang telah menjadi
korban dari perang getir yang sekarang sedang berlangsung di negara
mereka. Para yatim
piatu dan janda yang tunawisma sungguh berada dalam situasi yang
menyedihkan, sementara
mereka kemungkinan besar tidak dapat melewati musim dingin mendatang.
Mereka telah
kehilangan orang-orang yang dikasihi, dan masih juga harus menghadapi
kenyataan yang
suram. Dengan simpati yang mendalam bagi para pengungsi Afghanistan,
baru-baru ini Guru
mengirimkan suatu pesan kepada Departemen Bantuan Bencana dari Asosiasi
Internasional Maha
Guru Ching Hai, meminta para anggota untuk menyumbangkan bantuan
kemanusiaan bagi
mereka. Di bawah ini adalah pesan dari Guru:
Tanggal: 17 Oktober 2001
Kepada: Departemen Bala Bantuan.
Terlepas dari meditasi/doa bagi perdamaian dunia, mohon kirimkan
bantuan bagi organisasi
berikut ini:
1. UNICEF (The United Nations Children's Fund) US$50,000
2. The International Federation of the Red Cross and Red Crescent
Societies US$50,000
sebagai bantuan yang dapat mereka salurkan bagi
sesama
insani
kita di Afghanistan untuk
memuaskan kebutuhan mendesak mereka di musim dingin ini.
Semoga Tuhan memberkahi kita semua dengan damai dan
kasih!
Terima kasih,
Ching Hai
Persaudaraan Kasih dari Eropa
Musibah 11 September di Amerika Serikat merupakan
suatu
mimpi buruk yang mencekam tanpa peringatan bagi umat manusia yang tak
terhitung di seluruh dunia. Sementara kepanikan, kecemasan, dan
ketidakberdayaan
menimpa sejumlah besar umat manusia, inisiat dari berbagai center di
seluruh dunia telah meluncurkan kegiatan bantuan dan kasih berdasarkan
perintah dari Guru. (Untuk lebih rinci, silakan lihat edisi majalah No.
126)
Sebagai contoh, jauh dari Amerika Serikat
di
belahan Lautan Atlantik, para inisiat Eropa menunjukkan perhatian yang
sangat besar dan kasih sepenuh hati mereka dengan mengadakan meditasi
kelompok secara sering dan sesi doa. Laporan ringkas mengenai kegiatan
kasih dan bantuan dari beberapa Center Eropa diberikan di bawah ini.
Praha, Republik Ceko
Para inisiat Praha saling bertemu untuk
meditasi
kelompok tiga kali alih-alih sekali dalam seminggu. Para inisiat
diminta untuk berdoa bagi kedamaian dunia dan meluangkan lebih banyak
waktu bermeditasi di rumah agar dapat mengangkat daya positif di planet
kita.
Viena, Austria
Begitu menerima pesan Guru, para inisiat
Austria
menyelenggarakan beberapa sesi meditasi termasuk retret tiga hari
dengan harapan menyatukan kekuatan rohani bagi kebangkitan dini
perdamaian dunia.
Sofia, Bulgaria
Inisiat setempat menyelenggarakan sesi
meditasi
dan doa dan menambah jumlah sesi meditasi kelompok, yang dimulai
dengan doa hening dan tulus bagi kesepahaman yang lebih besar di antara
umat manusia melalui cara yang penuh damai. Para inisiat berencana
untuk menyelenggarakan suatu retret selama akhir pekan setiap bulan.
Lodz, Polandia
Setelah menerima instruksi dari Guru, Center
Polandia segera memberitahukan
seluruh
inisiat setempat akan hal ini. Sesi
meditasi kelompok dimulai dengan doa bagi perdamaian dunia termasuk
cinta-kasih, kebijaksanaan, dan saling membantu dan kerja sama di
antara
umat manusia, sehingga umat manusia akan terbebas dari rasa cemas,
perang, dan bentuk kekerasan lainnya.
Jerman
Menanggapi perintah Guru, para inisiat di
Center
Munich menyelenggarakan sesi empat hari doa dan meditasi kelompok pada
tanggal 13 sampai 23 September. Center Berlin menyelenggarakan satu
setengah hari retret di Uelzen, yang menarik para inisiat di seluruh
negeri. Center Hamburg menyelenggarakan retret dua hari untuk berdoa
bagi para korban bencana Amerika Serikat. Sementara itu, Center
Dusseldorf menyelenggarakan retret dua hari pada tanggal 22 – 23
September, dengan sesi meditasi yang lebih lama di hari Sabtu. Para
inisiat berharap bahwa umat manusia dapat memacu saling kesepahaman
dalam cara yang penuh damai.
Dublin, Irlandia
Begitu menerima pesan Guru, Center Dublin
segera
menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh inisiat setempat dan
meminta
mereka ikut serta dalam meditasi kelompok. Sesi meditasi tersebut
diatur
pada hari Rabu dan Minggu untuk berdoa bagi kedamaian dunia dan korban
bencana 9-11.
Brussela, Belgia
Para inisiat Belgia mengatur meditasi kelompok
tambahan pada hari Minggu, 16 September. Hari itu merupakan
hari yang penuh keheningan dan bahkan tetangga sebelah juga
kelihatannya terpengaruh oleh suasana hening yang ada. Di sore hari,
para inisiat membahas pesan Guru dan berbagi pandangan tentang kejadian
tersebut. Mereka juga memutuskan untuk menyelenggarakan ‘hari retret’
tambahan secara bulanan dan mengumpulkan sumbangan dana bagi Amerika
Serikat untuk membantu para korban bencana.
Amsterdam, Belanda
Inisiat setempat menyelenggarakan retret
dua hari
selama tanggal 29 – 30 September di akhir pekan untuk berdoa bagi
mereka yang telah kehilangan nyawa mereka di New York, Arlington,
Virginia, dan Pennsylvania, dan juga bagi kedamaian dunia.
Helsinki, Finlandia
Para inisiat di Finlandia bertemu untuk
meditasi
kelompok di hari Minggu dan berdoa bagi kedamaian dunia.
Ljbuljana, Slovenia
Inisiat Slovenia menyelenggarakan beberapa
kali
sesi meditasi kelompok di luar jadwal yang diperuntukkan bagi
perdamaian dunia dan keserasian sosial.
Berkah Kasih Guru
Pada hari tragis tanggal 11
September 2001
di
Kota New York, Guru memerintahkan para inisiat untuk menyiapkan
hadiah yang menyentuh hati bagi para anak korban bencana. Segera
setelah itu, Beliau memerintahkan kami untuk menyumbangkan sisa dana
bantuan kepada para anak regu pemadam kebakaran, baik para korban
maupun yang bukan, sehingga mereka dapat membeli mainan pilihan
mereka. Oleh karena itu, kami membelanjakan sisa US$ 37,300 guna
membeli 746 sertifikat hadiah yang bernilai masing-masing US$ 50.
Sertifikat tersebut yang dimasukkan dalam amplop terpisah, dihadiahkan
kepada Departemen Pemadam Kebakaran New York dan Dana Para Janda
dan Anak dari Asosiasi Persatuan Pemadam Kebakaran (UFA).
Pada pukul 1:30 siang tanggal 11
Oktober,
empat
rekan inisiat tiba di kantor pusat Departemen Pemadam Kebakaran New
York. Dengan berkah Guru, kami dengan mudah menemukan tempat parkir di
sekitar lokasi. Hal ini merupakan suatu keajaiban pada hari kerja di
kota Manhattan. Di lobi, kami disambut oleh dua pemuda, yang
memberitahukan kami bahwa beberapa petugas pemadam kebakaran masih
berada di
lokasi bencana dan beberapa benda yang ada di sana masih membara di
bawah reruntuhan. Mereka begitu sedih atas kehilangan beberapa teman
mereka, termasuk 343 anggota regu pemadam kebakaran yang meninggal di
tengah bantuan bencana.
Begitu kami bertemu dengan Ketua
Batalion
Michael
Canty, kami mengenalkan kelompok kami dan menjelaskan maksud kunjungan
kami. Lalu kami mempersembahkan kepadanya sertifikat hadiah yang
bernilai US$ 18,000, demikian juga buku contoh Guru dan majalah Berita.
Dia berjanji untuk memberikan hadiah-hadiah tersebut pada anak-anak
dari anggota regu pemadam kebakaran dan mengungkapkan penghargaannya
atas kasih Guru sebelum mengambil beberapa foto bersama kami.
Dari departemen pemadam kebakaran,
kami
menuju ke
kantor Dana Para Janda dan Anak UFA, di mana kami disambut oleh Ibu
Tama Reilly. Dia begitu gembira menerima sertifikat hadiah tersebut,
mengungkapkan bahwa anak-anak akan riang gembira membeli hadiah
dan mainan yang mereka inginkan. Dia berkata bahwa beberapa orang
memberikan mainan seperti beruang teddy yang mana tidaklah mudah
disimpan atau diatur pengirimannya. Ibu Reilly meminta keterangan
mengenai kelompok kita dan menunjukkan minat yang besar pada ajaran dan
meditasi Guru. Dia dan beberapa rekan lainnya begitu tergerak oleh
tindakan kasih kami dan berterima kasih pada kami atas hadiah yang
dikemas dengan penuh perhatian tersebut, yang bernilai US$ 19,300, bagi
anak-anak dari petugas pemadam kebakaran yang telah kehilangan nyawa
mereka dalam tugas penyelamatan.
(Love3-1-127):Ketua Batalion
Michael
Canty(kedua
dari kanan) dari Departemen Pemadam Kebakaran New York menerima
sertifkat hadiah yang diberikan oleh Maha Guru Ching Hai bagi anak-anak
anggota regu pemadam kebakaran.
(Love3-1-127):Nona Tama Reilly (kedua dari kiri)dari Dana Janda dan
Anak
UFA menerima sertifikat hadiah yang diberikan oleh Maha Guru Ching Hai
bagi anak-anak anggota regu pemadam kebakaran.
Pengeluaran Biaya Asosiasi Internasional
Maha
Guru Ching Hai bagi "Bencana 911" -- Usaha Bantuan (Tabel
1 and Tabel 2)
Tabel 1: Sumbangan Uang
bagi
Organisasi Nirlaba
|
Organisasi
NirLaba
|
Daerah
|
Jumlah
(US$)
|
Lampiran
Bukti
|
|
Firefighter Memorial Fund
(Dana Memorial Petugas Pemadam Kebakaran)
|
New York, AS
|
50,000.00
|
*
|
|
Red Cross
(Palang Merah)
|
New York, AS
|
50,000.00
10,000.00
|
911-A
*
|
|
Washington, DC, AS
|
50,000.00
1,000.00
|
911-B
*
|
|
Arlington, Virginia, AS
|
10,000.00
|
*
|
|
Salvation Army
(Bala Keselamatan)
|
New York, AS
|
50,015.00
10,000.00
|
911-C
911-D
|
|
Washington, DC, AS
|
50,000.00
1,000.00
|
911-E
*
|
|
Pennsylvania, AS
|
5,000.00
|
911-F
|
|
Crisis Link
(Lembaga Krisis)
|
Virginia, AS
|
| |