Majalah Berita (News) Maha Guru Ching Hai No. 127

Kita harus mencoba yang terbaik untuk bermeditasi guna menyelamatkan diri kita, agar berada dalam keseimbangan. Itulah bagaimana kita menyelamatkan dunia. 

~Maha Guru Ching Hai~

======Daftar Isi=======

 

uWejangan Guru
Perjalanan Hidup Menuju Kebenaran

uLintasan Peristiwa
Kanada/ Amerika Serikat/ Korea/ Formosa

uPeningkatan Rohani
Kaset Video/ DVD/ Kaset Audio

uCatatan Perjalanan Utusan Quan Yin
Wawasan Rohani yang Tak Terduga/ Cahaya Muncul Apabila Caranya Benar!

uMutiara Kebijaksanaan
Berbagi Cinta-Kasih Tuhan/ Intisari Kehidupan/ Jalan Kedamaian dan Kasih/ Daya Kuasa Pikiran Dapat Memperbaiki Dunia

uPuisi
Aku dan Meditasi/ Mencari Rumah Surgawiku

uPerjalanan Rohani
Apa Arti Kerja Mulia Bagiku/ Tidak Ada Logika dalam Cinta

uKata-Kata Mutiara

uGuru Berkata
Surga Hanyalah Suatu Permulaan

uTanya Jawab Pilihan
Pencerahan Membawa Kita pada Perdamaian Abadi/ Cara Mengakhiri Perang

uDunia Cerita
Dapur Surgawi/ Melampaui Keterbatasan Fisik

uKasih dalam Tindakan
Guru Welas Asih memberikan simpati-Nya pada para pengungsi Afghanistan dengan menyumbangkan US$100,000 untuk bantuan bencana/ Cinta-Kasih Persaudaraan dari Eropa/ Cinta-Kasih Sejati Mengenyahkan Penderitaan/ Berkah Kasih Guru/ Pengeluaran Asosiasi Maha Guru Ching Hai bagi Usaha Bantuan Bencana 911 / Pengeluaran untuk Berbagai Kegiatan Bantuan Bencana dari Juli hingga Agustus 2001/ Pengeluaran untuk Kegiatan Bantuan Bencana bagi Para Korban Angin Topan Nari di Formosa. 

uGuru Bercerita
Bergantung pada Diri Kita

uGuru Menceritakan Lelucon
Kebohongan yang Tak Berhasil/ Terlalu Rajin/ Maksud Tanda Terima

uSpiritualitas dan Ilmu Pengetahuan
Kebenaran dari Sehelai Rambut

uAcara TV Maha Guru Ching Hai
Kanada/ Formosa

uKeajaiban Guru
Menjauhkan Malapetaka/ Guru Telah Melakukan Pengaturan!

uLiputan Media
New York Newsday/ The Oakland Tribune/ United Daily News

uSeni Adikarya
Dunia Yogi Bahagia/ Dunia Baru Seni Zen

uBagaimana Menghubungi Kami

uSitus WWW Quan Yin

Pesan Kecil:
Dalam pembicaraan mengenai Tuhan, atau Adi-Insani, Guru menginstruksikan agar kita menggunakan istilah muasal nir-kelamin untuk menghindari perdebatan tentang apakah Tuhan itu adalah Wanita atau Lelaki. (Istilah ini lebih tercermin dalam penggunaan kata pengganti bahasa Inggris yang terdapat dalam News versi bahasa Inggris).
She + He = Hes (seperti dalam Mess)
Her + Him = Hirm (seperti dalam Firm)
Hers + His = Hiers (seperti dalam Beers)
Contoh: When God wants, Hes makes things happen according to Hiers will to suit Hirmself.


Majalah Berita (News) No. 127
Diterbitkan: 10 November  2001
Didirikan: 1 April 1990
Diterbitkan Oleh: Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai 
Penerbit: Hsieh, Hsin Lin


Majalah Berita (News) Maha Guru Ching Hai dipublikasikan di Internet dalam berbagai bahasa: Aulac, Cina (dalam versi tradisional dan versi yang disederhanakan), Inggris, Perancis, Jerman, Indonesia, Jepang, Korea, Spanyol, Portugis dan Thailand. Silakan mengacu ke "Situs WWW Quan Yin" untuk majalah Berita (News) yang berkaitan dengan situs web.


Wejangan Guru

Perjalanan Hidup Menuju Kebenaran

Ceramah oleh Maha Guru Ching Hai  
Retret Internasional Empat-hari,
London, Inggris., 24 Agustus 1997 
(Asal dalam bahasa Inggris)

Saudara dan saudari sekalian, sungguh sangat menyebalkan apabila kita bermeditasi dan kita mempunyai banyak persoalan hidup. Sungguh sulit bagi kita untuk memusatkan perhatian pada Tuhan. Dengan hanya memikirkan nama Tuhan, atau bahkan untuk mengingat bahwa Tuhan itu ada, sudah sulit sekali. Kita cenderung melupakan Tuhan ketika kita berada pada situasi yang paling membutuhkan Tuhan. Namun inilah latihannya. Inilah kenapa kita harus melakukannya setiap hari, hingga kita mengatasi kelemahan kita, mengatasi masalah kita, dan ingat akan Tuhan setiap kali, pada setiap keadaan dalam hidup kita. Hingga kita tutup mata kita dan kita melihat-Nya. Bukanlah berarti dalam sekejap saja, Anda jadi manunggal dengan Tuhan. Setelah sekian ribu tumimbal lahir, jutaan tahun mendaur-ulang diri Anda dalam dunia ini, memang tetap saja sangat sulit untuk mendapatkan kembali kebiasaan mengingat siapa diri kita sesungguhnya.

Kita adalah Tuhan. Kita manunggal dengan Tuhan. Jika kita manunggal dengan Tuhan, itu berarti kita adalah Tuhan. Paling tidak, jika kita adalah anak-anak Tuhan, kita memiliki sifat Tuhan. Setiap anak membawa serta kemiripan dari ayahnya, dengan memiliki DNA dan golongan darah sang ayah. Jadi, kita tidak dapat berkata bahwa kita bukanlah Tuhan. Jika kita bukan Tuhan, atau kita bukanlah anak-anak Tuhan, lalu dari mana kita berasal? Dinosaurus? Dan lalu dari mana dinosaurus berasal? Mereka bagaimanapun juga harus ditelusuri hingga asal-muasalnya. Namun kita telah melupakan ini. Bahkan saya adakalanya juga lupa, ketika saya sedang berada dalam tekanan dan menderita. Saya lupa demi Anda sekalian, sehingga saya dapat menderita. 

Jadi, mungkin Anda telah lupa akan diri Anda demi kepentingan orang lain. Atau, itu merupakan pengorbanan Anda. Anda berjuang demi kepentingan orang lain. Itu tidak apa-apa. Namun, jangan berkecil hati; lanjutkan terus. Kenyataan bahwa Anda telah datang untuk mencari Tuhan melalui inisiasi, kenyataan bahwa Anda telah datang hanya untuk ke sini, terlepas dari berbagai kesulitan dalam perjalanan Anda, negara Anda, pekerjaan Anda, atau masalah keluarga Anda, Anda datang dan duduk di sini sepanjang minggu dalam jangka waktu yang intensif ini, berharap menemukan Tuhan, itu sudah merupakan sesuatu yang amat berharga.

Niat itu penting, bukan selalu hasilnya. Tuhan mengetahuinya! Tuhan mengetahui niat kita. Itu sangat penting. Dan Anda tahu niat Anda. Itu penting. Suara dan Cahaya merupakan bukti satu-satunya bahwa Tuhan itu ada. Ia ada, apakah kita melihat atau tidak melihat.

Di dalam Alkitab dikatakan, "Terberkatilah mereka yang tidak melihat namun percaya." Orang yang melihat Tuhan, yang mengalami Tuhan, mereka percaya. Itu mudah! Kerinduan mereka tidak terlalu menggebu-gebu lagi. Namun, bagi mereka yang tidak melihat, kerinduan mereka merupakan penggantian berkah. Sepanjang kita masih merindukan Tuhan, kita masih memperoleh berkah, kita memiliki sambungan dengan Tuhan, kita merasa bahwa kita memiliki sesuatu untuk bekerja, sesuatu untuk kita perjuangkan, untuk kita capai, maka itu tidak apa-apa.

Jangan hanya duduk melulu dan mengharapkan suatu pengalaman. Ini merupakan pengalaman terburuk yang Anda peroleh. Karena pengharapan demikian mengurangi spontanitas, mengurangi semangat kebebasan, dan akibatnya kadang kala benar-benar menghalangi visi Anda. Pernahkah Anda mengalaminya, ketika Anda duduk di depan televisi tapi Anda begitu tergelut dalam beberapa masalah sehingga Anda bahkan tidak melihat apa yang terjadi? Atau ketika Anda sedang membaca buku -- Anda membaca terus-menerus, dan Anda mengetahui kata demi kata, tapi Anda tidak memahami apa pun. Anda baca lagi dan lagi, dan masih saja tidak tercatat dalam benak tentang cerita dalam buku atau kata-kata tersebut.

Jadi, Tuhan senantiasa berada di sini. Hanya saja kita terlalu cemas, dan juga terlalu dibebani dengan masalah. Bersabarlah. Itulah caranya Anda harus menjalani hidup Anda. Itulah misi yang ditentukan bagi Anda, bekerja mengatasi masalah. Itulah bagaimana Anda mendapatkan tempat di Surga, bekerja mengatasi semuanya. Dan jika Anda tidak bekerja dalam kehidupan ini, lain waktu bunganya berlipat dua. Mengerikan sekali! Itu akan buruk sekali. Itu benar adanya. Setiap kali kita datang kembali, halangan yang ada akan berlipat ganda. Itulah kenapa orang takut akan reinkarnasi, bukan karena kita harus menjadi manusia lagi, namun hanya karena kita harus menghadapi lebih banyak masalah dibandingkan dengan reinkarnasi yang terakhir, hingga kita mengatasinya. Dan sungguh, tanpa berkah Guru, tanpa daya kuasa Guru, kita tidak dapat melakukannya. Dengan karma masa lalu, karma sekarang, dan karma yang akan datang -- ooh! (Guru menggelengkan kepala-Nya dengan cepat dari samping ke samping.) 

Meskipun Anda pikir saya tidak memiliki masalah, tapi sebenarnya saya punya masalah juga. Setiap masalah yang Anda miliki, saya adakalanya memiliki lebih besar lagi, atau masalahnya lebih besar. Namun kita harus terus hidup. Jadi, saya harus mengangkat diri saya, dan terus melanjutkan kerja saya. Anda pikir mudah untuk menjadi seorang Guru. Tidak benar. Saya tidak tahu guru lainnya; Anda dapat pergi menanyakan pada mereka. Saya tidak tahu. Tapi bagi saya, tidaklah mudah. Bukanlah suatu masalah secara fisik, melainkan masalah batin. Anda dapat menyebutkannya, seperti, "Oh, itu anak-anak saya," atau "Itu pekerjaan saya." Saya bahkan tidak dapat menyebutkan apa masalah saya; hanya saja ada di sana. Adakalanya masalah itu mencekik saya. Oke, kita semua harus berjuang, tapi kita dapat mengatasinya. Kita atasi masalah itu! Kita akan sampai.   

Silakan kunjungi situs web berikut untuk menikmati versi video wejangan Guru:

http://www.Godsdirectcontact.org.tw/eng/news/127/mt.htm  (Formosa)
http://Godsdirectcontact.org/eng/news/127/mt.htm  (AS)

 

Ke daftar isi


Lintasan Peristiwa

Laporan dari Kanada

Berbagi Berita Baik

[London, Ontario] Center London sangat gembira dapat mengadakan seminar publik pada tanggal 16 Juni 2001 untuk menyampaikan ajaran-ajaran Guru. Kami merasa sangat gembira dan bersemangat karena utusan Quan Yin dapat ikut membantu kami mengadakan seminar.

Selama sesi tanya jawab, para tamu melontarkan pertanyaan-pertanyaan dengan penuh keingintahuan, membuat seorang saudara berkata bahwa seminar ini sungguh berbeda dengan sebelum-sebelumnya yang pernah dia hadiri. Setelah seminar, separuh peserta tetap tinggal untuk belajar meditasi Metode Kemudahan.

Kami merasa sungguh diberkahi karena kami dapat kembali memperoleh kesempatan untuk ikut serta dalam Festival Perahu Naga setempat. Kami berencana untuk mengadakan seminar lagi satu minggu setelah peristiwa ini (pada tanggal 25 Agustus) sebagai kelanjutan dari seminar Juni yang lalu. Festival Perahu Naga di London, Ontario, diadakan bukan untuk mencari keuntungan, dan uang yang terkumpul digunakan untuk membantu badan amal setempat. Tahun ini, Festival tersebut menarik lebih dari 40 regu dari berbagai kota di seluruh Kanada, dan mendapat dukungan penuh dari khalayak. Sebelum Festival dimulai, ramalan cuaca memperkirakan kemungkinan besar akan turun hujan selama dua hari Festival, yang dapat membuat acara ini terganggu. Tetapi sebagaimana biasa, dengan berkah Tuhan, cuaca "secara ajaib" menjadi cerah, dan tetap baik selama Lomba Perahu Naga. Hujan lebat baru turun setelah Lomba selesai.

Gerai kami tampak cukup menarik dengan menampilkan publikasi Guru. Banyak tamu kami mengambil selebaran yang mengumumkan acara seminar minggu berikutnya. Seorang wanita membaca selebaran itu persis di depan gerai kami, dan berbisik kepada dirinya bahwa dia telah mencari hal ini untuk waktu yang lama, dan sekarang dia telah menemukannya. Dia langsung meminta tambahan selebaran dan buku contoh untuk putrinya.

Seorang pria dari gerai yang berdekatan dengan kami, yang mempromosikan kelompok seni bela diri miliknya, memberitahukan kami bahwa dia mengenali foto Guru dari kunjungannya yang lalu ke Jepang. Karena tertarik, dia mengambil selebaran dan menyampaikan keinginannya untuk menghadiri seminar mendatang. Satu pasangan berusia lanjut mengenali foto Guru dan memberitahukan kami bahwa menantu perempuan mereka di Alberta merupakan seorang praktisi Quan Yin. Mereka membuat foto dengan berdiri di samping foto Guru, dan berkata bahwa mereka akan mengirimkannya kepada putri mereka. Perhatian yang besar tampak terlihat pada gerai kami pada acara Festival ini, dan kami merasa bahwa keikutsertaan dalam acara publik seperti ini sangat baik untuk menyebarkan amanat Guru dan untuk mempromosikan seminar yang mendatang.

Seminar berikutnya dihadiri banyak peserta dan mereka terdiri dari aneka ragam orang dari kelompok usia dan latar belakang budaya yang berbeda, memberikan kami kesempatan untuk menyebarluaskan amanat Guru yang universal. Kali ini, kami memutuskan untuk membuat beberapa perubahan dalam format seminarnya, agar dapat menyebarkan kata-kata Guru dengan lebih efektif. Seminarnya sendiri berlangsung singkat. Pertama-tama kami menunjukkan acara TV mengenai Guru, yang berlangsung selama setengah jam dan terdiri dari tiga bagian: 1) laporan pemberitaan mengenai Guru pada saat Parlemen Agama-Agama Sedunia di Afrika Selatan, 2) satu dari ceramah-ceramah Guru, dan 3) konser musik Guru di Hollywood.

Karena waktu seminar dibuat singkat, sebagian besar tamu tetap tinggal sampai selesai. Selama sesi tanya jawab, orang-orang dengan penuh keingintahuan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan mereka--beberapa ingin menegaskan pemahaman mereka terhadap ajaran-ajaran Guru, dan kebanyakan adalah mereka yang dengan tulus berusaha menemukan jawaban dalam usaha mereka mencari diri sejati. Setelah seminar, beberapa orang mengambil publikasi Guru dan menunjukkan perhatian yang besar akan ajaran-ajaran Guru dan menyampaikan penghargaan akan usaha kami. Banyak yang datang berkunjung ke center kami pada minggu-minggu berikutnya untuk bergabung dalam meditasi kelompok atau meminjam pita rekaman lagi.

Seorang praktisi Metode Kemudahan yang masih baru mengatakan bahwa dia merasa terangkat dan santai selama menonton video Guru. Dia juga menambahkan bahwa dia telah banyak belajar dari Guru dan karenanya sangat menghormati Guru. Seorang saudara yang lain memberitahukan kami bahwa dia telah mencari Guru selama 25 tahun, dan akhirnya dapat menemukan Guru. Karena keinginannya untuk mendapatkan inisiasi, dia menyampaikan keprihatinannya selama seminar berlangsung: Dia memiliki tanah pertanian di mana terdapat banyak tikus di ladang-ladangnya, dan adakalanya dia harus memasang perangkap tikus untuk menangkap mereka. Setelah mendengarkan jawaban dari para inisiat, dia melepaskan tikus-tikus itu setibanya di rumah dari acara seminar, dan yang mengherankan, tikus-tikusnya menghilang persis setelah hari itu! Dia juga menambahkan bahwa meditasi selama setengah jam terasa tidak cukup, dan dia sangat ingin bermeditasi sehingga dia merasa tidak dapat menunggu untuk meditasi setengah jam lagi pada hari berikutnya.

Melalui kejadian-kejadian ini, kami menyadari bahwa banyak pencari kebenaran yang tulus berada di daerah kami, dan karenanya kami harus melanjutkan upaya kami untuk menyampaikan kabar gembira mengenai ajaran-ajaran Guru kepada mereka. Terlebih lagi, hati kami senantiasa dipenuhi dengan sukacita ketika kami melihat orang-orang terangkat untuk menjalani kehidupan yang mulia seperti yang disampaikan oleh Guru.

Sp5-1-127)

Laporan dari California, Amerika Serikat

Pekan Raya Jalanan Internasional Tahunan Kedua

[San Jose] Center San Jose dari Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai baru-baru ini ikut serta dalam Pekan Raya Jalanan Internasional Tahunan Kedua di Sunnyvale, California, di jantung Lembah Silikon (Silicon Valley). Festival ini, yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Sunnyvale dan Departemen Taman dan Hiburan pada tanggal 22 September 2001, dikenal luas di kalangan masyarakat setempat yang berkebudayaan aneka-ragam. Mengingat peristiwa tragedi 11 September, festival tahun ini mencerminkan saat-saat indah akan persatuan dan saling menerima antar budaya, yang sangat dibutuhkan pada saat ini lebih daripada sebelumnya.

Dalam semangat keharmosian dan perdamaian ini, para anggota Asosiasi dari Center San Jose bersukarela untuk memperkenalkan sajian vegetarian kepada anggota masyarakat setempat. Gerai kami populer di kalangan pengunjung Festival. Banyak dari mereka menyatakan bahwa mereka tidak mengikuti diet vegetarian, tetapi sangat ingin untuk mencobanya, karena mereka mengetahui bahwa vegetarian "baik" buat mereka. Seorang penduduk berusia lanjut yang kelihatan muda, datang ke gerai kami dan menanyakan apakah makanan vegetarian itu baik. Pekerja sukarela kami menjawab bahwa jika dia tidak menyukainya, dengan senang hati kami akan mengembalikan uangnya. Setelah beberapa lama, wanita itu datang kembali. Di tangannya terdapat buku contoh Guru, yang diambilnya dari meja peraga di ujung jalan. Dia berseru dengan tersenyum, "Makanannya lezat!" Beberapa orang juga kembali kedua kalinya atau membeli makanan untuk dibagikan kepada keluarga mereka di rumah. Center San Jose kemudian menyumbangkan seluruh pendapatannya sebesar 800 dolar AS yang dihasilkan dari penjualan makanan vegetarian pada hari itu, untuk upaya pertolongan bagi New York.

Pada Pekan Raya Jalanan Internasional Sunnyvale, Center San Jose juga mendapat kesempatan untuk menyebarkan ajaran-ajaran Guru kepada anggota masyarakat setempat. Buku-buku contoh dalam berbagai bahasa, seperti bahasa Aulac, Cina, Inggris, Korea dan Spanyol, diambil oleh banyak pengunjung festival. Beberapa hari setelah kegiatan ini, seorang pria keturunan India datang ke Restoran Vegetarian kami, meminta untuk belajar Metode Kemudahan. Ketika ditanya bagaimana dia dapat mengetahui tentang Metode Kemudahan, dia menjawab bahwa dia mengetahui tentang restoran kami dan Metode ini setelah singgah di meja peraga kami pada Pekan Raya Internasional Sunnyvale. Pastilah dia mendapatkan manfaat dari Metode ini, karena minggu berikutnya, dia membawa serta istrinya untuk belajar dan rajin datang untuk mengikuti meditasi kelompok setiap minggunya

Terima kasih, Guru, atas berkah-Mu yang berlimpah dan semua hal yang indah yang Engkau berikan kepada dunia ini!

(Sp7-1-127)

 

Laporan dari California, Amerika Serikat

Kasih Ilahi Bersinar di California Selatan

[Anaheim] Pada siang hari yang cerah dan hangat tanggal 29 September 2001, di Anaheim, California, tempat di mana Disneyland berada, diadakan seminar video oleh Center Los Angeles. Seminar mengambil tempat di Perpustakaan Umum Pusat Anaheim.

Para inisiat mempertunjukkan publikasi, rekaman video dan audio serta karya seni Guru, dan menyediakan roti isi vegetarian yang lezat seukuran kantong, kopi, dan berbagai penganan lainnya dan minuman untuk dinikmati para tamu. Beberapa inisiat mengenakan pita kelepak berwarna merah, putih dan biru untuk mengenang mereka yang kehilangan nyawanya dalam bencana tgl 9-11 di AS.

Terkenang akan tragedi yang baru-baru ini terjadi, suasana hati para penonton pada mulanya tampak sendu, sementara para praktisi memperlihatkan ceramah "Kembali kepada Kepolosan Masa Anak-Anak" yang disampaikan oleh Guru di Stockholm, Swedia, sewaktu tur ceramah Eropa 1999. Namun kasih Guru yang meliputi segalanya segera dapat mengatasi ketegangan dalam acara ini, sementara semua orang terbenam dalam kata-kata kebijaksanaan dan belas kasih Guru. Hampir semua peserta menerima Metode Kemudahan, dan sesudahnya bermeditasi bersama sekelompok besar inisiat yang hadir. Setelah sejumlah pertanyaan yang kritis mengenai latihan yang diajukan oleh para praktisi baru, seminar ditutup dengan sukses dalam suasana damai dan harmonis.

Laporan dari Korea

Hari Vegetarian 2001

[Seoul] Pameran Hari Vegetarian 2001 diselenggarakan di Insa-dong di Seoul oleh Persatuan Vegetarian Korea pada tanggal 23 September. Banyak inisiat yang memberikan bantuan dan turut serta secara aktif dalam acara ini.

Acara ini meminta perhatian akan perlunya disediakan makanan vegetarian di sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintah. Perwakilan dari sejumlah organisasi menyuarakan pendapat mereka mengenai paham vegetarian, karena diketahui bahwa tekanan berlebihan dari kebudayan makan daging telah merintangi generasi yang lebih muda untuk dapat menerima diet vegetarian. Mereka juga meminta agar makanan vegetarian disediakan di sekolah-sekolah dan organisasi-organisasi pemerintahan, sehingga generasi yang lebih muda dapat menyadari akan pentingnya diet vegetarian dan menghormati kehidupan.

Pada waktu ceramah mengenai paham vegetarian dan meditasi, siswa penghubung dari Center Seoul menjelaskan pentingnya menjalankan diet vegetarian bagi praktisi rohani dan setiap orang lainnya. Seorang wakil dari Pusat Pengkajian Lingkungan Kota Inchon membahas alasan mengapa paham vegetarian merupakan penyelesaian yang terbaik bagi generasi baru, sementara itu seorang pendeta dari Gereja Adven Hari Ketujuh menganjurkan paham vegetarian dari sudut pandang kesehatan dan rohani. Di samping itu, Juk Moon, seorang rahib Buddha--yang terkenal akan masakannya untuk makanan biara Buddha--membicarakan mengenai masyarakat modern dan makanan biara Buddha, dan seorang wakil dari Persatuan Vegetarian Korea menekankan akan pentingnya menu vegetarian dalam sajian makanan di sekolah-sekolah.

Para inisiat setempat memberikan bantuan sedapat mungkin untuk menyelenggarakan acara ini, bertindak sebagai pembawa acara, menyiapkan sistem tata suara, menampilkan pertunjukan-pertunjukan, dan mengkoordinasikan semua perencanaan. Para tamu terus-menerus berbaris untuk mencicipi kelezatan makanan vegetarian yang disiapkan oleh VegeLove Co yang dikelola oleh Center Seoul. Dengan dukungan dan kerja yang penuh dedikasi dari para inisiat setempat, VegeLove dengan mudahnya menarik tamu paling banyak dan juga menarik perhatian stasiun pemancar, seperti KBS dan MBC, yang mewawancarai beberapa rekan praktisi.

Acara ini membangkitkan minat yang luas akan paham vegetarian, dan banyak orang mendapatkan berkah dengan menerima buku-buku contoh Guru dan kesempatan mendapatkan peningkatan jasmani dan rohani.

(SP1-1-127)Sekumpulan besar orang sedang berkumpul untuk mencicipi kelezatan makanan vegetarian yang disiapkan oleh para inisiat pada Hari Vegetarian.
(SP1-2-127)Stasiun pemancar besar setempat MBC dan KBS mengadakan wawancara dengan para inisiat.


Laporan dari Korea

Pencerahan Kasih

[Seoul] Pameran Lukisan Maha Guru Ching Hai, "Pencerahan akan Kasih," diselenggarakan dengan sukses dari tanggal 12 sampai dengan 18 September 2001 di Galeri Insa di Insa-dong, Seoul. Galeri Insa, satu dari galeri terbaik di Seoul, mensyaratkan perlunya pemesanan tempat dilakukan dua sampai tiga tahun sebelumnya. Namun demikian, pembatalan yang tidak terduga dari suatu acara yang telah dijadwalkan memberikan kesempatan bagi para inisiat untuk memamerkan lukisan-lukisan Guru kita yang indah.

Pameran ini memperoleh sukses yang luar biasa, berkat keikutsertaan yang sungguh-sungguh dari para inisiat. Dengan pertimbangan bahwa acara ini merupakan kesempatan yang berharga untuk menyebarluaskan ajaran-ajaran Guru, para inisiat bekerja keras untuk memasang poster-poster di daerah utama di sekeliling Seoul. Seorang direktur seni yang profesional, yang sungguh mengagumi lukisan Guru, membuat katalog dan kartu undangan untuk pameran ini. Dia juga memperkenalkan karya-karya Guru dalam majalah kesenian yang diasuhnya.

Pada hari pembukaan pameran, lukisan surgawi di dinding memenuhi galeri dengan berkah Guru. Sejumlah besar pengunjung berdatangan. Banyak yang menunjukkan perhatian yang besar akan prestasi artistik dari Maha Guru Ching Hai. Beberapa tamu datang karena terdorong oleh berkah rohani dan suasana hangat, lembut yang terpancar dari poster dan lukisan. Diperoleh banyak pesanan kilat pada lukisan surgawi, yang membawa peningkatan rohani bagi para tamu, sementara cahaya gemilang dari lukisan "Gua Batu" memperoleh perhatian khusus.

Pameran selama seminggu ini memberikan kesempatan berharga bagi para pencinta seni untuk mengenal Guru. Ketika pameran berakhir, para inisiat merasakan alangkah baiknya jika mereka dapat memiliki galeri yang tetap untuk mempertunjukkan lukisan-lukisan Guru.

(Sp4-1-127), (Sp4-2-127)


Laporan dari Formosa

Pesta Musik

[Kaohsiung] Ansambel Seni Lautan Kasih dari Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai terdiri dari para praktisi yang menaruh minat kepada kegiatan yang menarik perhatian publik dan seni musik. Sejak didirikan tahun lalu, Ansambel ini telah dua kali mengadakan pertunjukan amal di Panti Jompo Kinmen dan Penjara Kinmen. Kelompok ini juga tampil di Penjara Wanita Taliao di Kaohsiung dan Pusat Kebudayaan Kabupaten Kinmen. Di samping itu, rombongan penari dari Ansambel Seni Lautan Kasih memenangkan hadiah pertama untuk kategori tari rakyat pada lomba tari yang diadakan oleh tujuh kabupaten di Formosa selatan.

Setelah serangkaian pertunjukan di hadapan publik, Ansambel Seni Lautan Kasih telah mendapatkan nama di Formosa. Pada tanggal 22 September 2001, kelompok ini mendapat undangan kehormatan dan tampil dalam sebuah acara pada auditorium berbentuk segitiga di Museum Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nasional di Kaohsiung. Museum ini menyatukan berbagai kreativitas, ilmu pengetahuan, kesenian, dan kemanusiaan dalam pameran-pamerannya, dan sering kali mengundang kelompok penghibur terkenal untuk tampil di sana.

Acara yang dipersiapkan dengan cermat ini, diawali dengan pertunjukkan sitar, dilanjutkan dengan paduan suara yang menawan hati para penontonnya. Berikutnya, duet piano dan biola sangat memuaskan para pencinta musik. Mereka juga menikmati nyanyian bersuara tenor yang getaran suaranya bergaung di seluruh auditorium. Para penonton juga bersorak dan bertepuk tangan bagi tarian rakyat yang cemerlang, dilanjutkan dengan dialog musik yang romantis antara harpa dan seruling yang menghantar acara ini ke puncak peningkatan rohani.

Penampilan para praktisi di Museum Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nasional dapat dipandang sebagai suatu bentuk lain dalam menyampaikan Kebenaran. Melalui ungkapan seni para inisiat akan Kebenaran, kebaikan, dan keindahan, para penonton diangkat tingkat kesadarannya. Sikap para praktisi rohani milenium baru yang penuh semangat, ceria, berpengharapan baik, dan kreatif, menghapuskan pikiran orang-orang akan kesan masa lalu yang konservatif, khidmat dan kaku. Dalam pidatonya pada acara ini, anggota Legislatif Hsiao Chin-lan memuji para anggota Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai akan keprofesionalan mereka, walaupun mereka hanyalah pencinta seni yang amatir. Pertunjukan mereka yang sukses terbukti sebagai sebuah pesta musik pada suatu siang di awal musim gugur.

(Sp2-2-127): Anggota Legislatif Hsiao Chin-lan menyampaikan pidatonya dalam acara ini.
(Sp2-1-127, Sp2-3-127)



Laporan dari Formosa

Kursus Merangkai Bunga

[Pingtung] Kehidupan kota yang hiruk-pikuk membuat kita tidak memiliki waktu untuk menghargai hal-hal yang indah di sekeliling kita. Karena itu, Departemen Kebudayaan Kabupaten Pingtung merencanakan serangkaian kegiatan budaya masyarakat bagi penduduk setempat. Untuk mendukung upaya pemerintah kabupaten ini dan dengan harapan untuk menumbuhkan minat penduduk setempat dalam merangkai bunga, Ketua Hsu dari Asosiasi Promosi Pelestarian Lingkungan dari Kotapraja Linluo mengundang Center Kaoping dari Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai untuk membantu mengatur kegiatan yang penuh arti ini. Setelah persiapan dan perencanaan yang cermat, kegiatan merangkai bunga dalam tiga bulan, dimulai pada tanggal 6 September, diajarkan oleh saudari inisiat Lee, seorang guru profesional yang mempunyai keahlian khusus dalam merangkai bunga model Eropa dan Amerika.

(Sp3-1-127):Wakil Direktur Tu Yen-liang dari Departemen Kebudayaan Kabupaten Pingtung menyampaikan pidatonya.
(Sp3-2-127): Saudari Lee and murid-muridnya dalam kursus merangkai bunga.
Ke daftar isi


Peningkatan Rohani


Kaset Audio Terbaru Maha Guru Ching Hai

ER21 (9 kaset)--Retret Internasional 6-hari di Center Young Dong, Korea

Kebebasan yang Melampaui Tubuh dan Pikiran (1)(2), 9 Mei 2000
Arbei Ikan, 10 Mei 2000
Orang Suci Hidup, 11 Mei 2000
Penyamaran Seorang Guru, 12 Mei 2000
Menyampaikan Ajaran Mulia (1)(2), 12 Mei 2000
Telepati Batin dengan Seorang Guru (1)(2), 16 Mei 2000

Kaset Video Terbaru Maha Guru Ching Hai


<Dalam bahasa Inggris + teks bahasa Perancis>
620 Kekuatan Guru Sejati (4)
Retret Internasional 5-hari di Center Young Dong,
Korea, 6-10 Mei 1998

DVD Terbaru

<Dalam bahasa Inggris + teks dalam 22 Bahasa)
Membawa Dunia Menuju Era Baru
Meditasi Kelompok di Center Hsihu, Formosa,
10 April dan 8 Mei 1992

<Dalam bahasa Inggris + teks dalam 5 bahasa>
Menjadi Tercerahkan
Ceramah di Tel Aviv, Israel, 21 November 1999

 



Untuk memesan publikasi Guru, silakan hubungi:

The Supreme Master Ching Hai International Association Publishing Co., Ltd., Taipei, Formosa.
Tel: (886) 2-87873935 / Fax: (886) 2-87870873
E-mail: smchbooks@Godsdirectcontact.org 
ROC Postal Remittance Account No: 19259438 (hanya untuk pemesanan di Formosa)
Postal Account: The Supreme Master Ching Hai Publishing Co., Ltd.

Silakan kunjungi situs web toko buku kami untuk men-download katalog dan ringkasan isi dari publikasi terbaru Guru:
http://www.smchbooks.com/  (dalam bahasa Inggris dan Cina)

 

Ke daftar isi


Catatan Perjalanan Utusan Quan Yin

Oleh utusan Quan Yin

Wawasan Rohani Tak Terduga

Setelah bencana 11 September di Amerika Serikat, seluruh center di Formasa dibuka untuk meditasi kelompok dan doa bagi kedamaian dunia oleh para praktisi, dengan harapan agar cinta-kasih ilahi Guru dapat dibagikan kepada para korban bencana dan bagi mereka yang telah kehilangan jiwa pada bencana tsb. Selama jangka waktu ini, para utusan Quan Yin mengunjungi berbagai center di sekitar Formosa guna menyampaikan perintah Guru.

Para rekan praktisi di Taitung dengan penuh kesungguhan bergabung dalam sesi meditasi dan doa selama jangka waktu ini. Banyak di antara mereka yang sibuk di siang hari, berusaha untuk bermeditasi di malam harinya. Seorang saudara inisiat mengatakan bahwa, setelah bermeditasi selama dua hari, dia merasa sungguh nyaman dan tubuhnya menjadi gesit dan enteng; meskipun dia bergadang selama dua malam berturut-turut, dia tetap mawas dan berenergi. Utusan Quan Yin juga menggunakan kesempatan tersebut guna memperbaiki sekian banyak rekan inisiat yang bermeditasi dalam cara yang keliru, dan dengan demikian membantu mereka melihat Cahaya. Seluruh rekan inisiat tersoroti oleh sinar ilahi, yang membuat mereka kelihatan lebih muda. 

Menurut pengalaman masa lalu kami, para rekan inisiat yang secara tulus mengikuti dan berlatih sesuai perintah Guru secara pasti akan memperoleh kemajuan rohani. Dan sebagai utusan Quan Yin, kami juga terangkat secara rohani. 

 

Cahaya Muncul Apabila Caranya Benar!

Ketika bertukar pengalaman dengan para inisiat di Formosa dan luar negeri, setiap kali utusan Quan Yin menyebutkan tentang kontemplasi Cahaya, selalu ada saja beberapa rekan inisiat yang mengeluh bahwa mereka tidak dapat melihat Cahaya.

Pada bulan September ini, ketika utusan Quan Yin bergabung dalam meditasi kelompok di Taitung bagi kedamaian dunia, lagi-lagi beberapa rekan inisiat mengangkat persoalan ini. Lalu utusan Quan Yin memperlihatkan cara yang benar sebelum meditasi bersama. Mereka yang sebelumnya tidak dapat melihat Cahaya dengan gembira memberitahukan bahwa mereka pada akhirnya dapat melihat Cahaya. 

Selama meditasi, beberapa rekan inisiat selalu mencoba melihat pada mata kebijaksanaan mereka dengan menggunakan mata jasmani mereka, atau mendelikkan bola mata mereka ke atas. Ini akan mengakibatkan hati yang tidak tenteram dan ketidakmampuan untuk duduk dengan lama atau melihat Cahaya. Apabila dalam keadaan samadhi, bola mata kita seharusnya mengarah ke atas secara alami. Jika kita melakukannya dengan sengaja, kita tidak akan dapat melihat Cahaya. Guru telah memberitahukan kita di salah satu ceramah-Nya bahwa, pada waktu berkontemplasi pada Cahaya, kita jangan melihat dengan mata. Melainkan kita harus memusatkan perhatian kita pada mata kebijaksanaan, dan meregangkan pikiran kita seperti kita sedang tertidur namun tetap terjaga di dalam. Lalu kita harus melihat lurus ke depan dari mata kebijaksanaan kita dengan cara yang santai dan alami, seperti kita sedang melihat benda dengan mata jasmani kita dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hati kita, kita janganlah mengharapkan atau menginginkan sesuatu. Setelah beberapa lama, pengalaman yang tak terduga akan muncul di hadapan kita secara alamiah. Jika caranya benar, secara alamiah akan muncul sang Cahaya!

 

Ke daftar isi


 

Mutiara Kebijaksanaan

Cara Damai dan Kasih

Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai, Kolombo, Sri Lanka, 
29 April 2000 (Asal dalam bahasa Inggris)

Kita dapat menjalani kehidupan kita dengan banyak cara. Kita bisa coba untuk menggunakan kekerasan atau paksaan, atau kita bisa coba memakai ukuran-ukuran yang tidak masuk akal, menyangka bahwa kita bisa memperoleh apa pun yang kita inginkan. Tetapi, akhirnya kita semua harus melakukan pilihan besar, yaitu, untuk kembali kepada Diri kita, kepada Hakikat Ilahi kita. Cara para suci semenjak dahulu kala selalu saja penuh damai dan kasih. Itulah Diri sejati kita.

Kekuatan Pikiran Dapat Memperbaiki Dunia

Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai, Cape Town, Afrika Selatan,
28 November  1999 (Asal dalam bahasa Inggris)

Pikiran kita akan mempengaruhi keseluruhan planet. Meskipun kelompok kita mungkin saja kecil dibandingkan populasi dunia, pikiran kita tidaklah kecil. Secara bersama-sama kita bisa membuat suatu perubahan, jika pikiran kita dipusatkan pada arah yang sama. Dan kekuatan pemusatan pikiran ini dapat mengalahkan kekuatan kumpulan pemusatan pikiran negatif lain, dan kemudian, kita bisa memperbaiki dunia. Itu juga merupakan tujuan keberadaan kita di sini pada retret ini, karena kita bisa mengubah masa depan. Tak peduli betapa buruknya keadaan masa kini, kita masih bisa mengubah masa depan, karena kita memiliki kehendak bebas untuk melakukannya.

 

Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai, Edinburgh, Skotlandia,
5 Juni 1999 (Asal dalam bahasa Inggris)

Persaudaraan semesta merupakan suatu jaring kecerdasan yang indah dan maha besar, dan kita semua merupakan bagian darinya. Dan kalau ada bagian dari jaring ini yang mengalami masalah, maka keseluruhan jaring seakan-akan diperlambat fungsinya, dan menjadi rusak. Oleh karena itu, kita perlu memperbaiki bagian tersebut, dan lalu segalanya akan berjalan baik.

 

Intisari Kehidupan

Diucapkan oleh Maha Guru  Ching Hai, Kuala Lumpur, Malaysia,
30 April 2000 (Asal dalam bahasa Inggris)

Kita, dalam kenyataannya, adalah satu. Tak peduli apa pun yang kita lakukan satu sama lain, sama seperti melakukannya pada diri kita, karena kita saling mengasihi. Itulah intisari kehidupan. Intisari kehidupan adalah kasih. Intisari Tuhan, Buddha, Allah, adalah kasih. Tak ada lainnya selain kasih. Waktu kita melakukan pilihan kasih, itulah pilihan tertinggi, pilihan termulia, yang merupakan Diri sejati kita, kita akan merasa bahwa kita amat dekat dengan Tuhan, amat dekat dengan Buddha.

Terdapat banyak pilihan yang dapat kita lakukan dalam kehidupan. Tergantung pada pilihan yang kita lakukan, kita akan menjadi makhluk yang mencerminkan pilihan tersebut.

 

Berbagi Kasih Tuhan

Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai, 

Hotel Marriott, New York, Amerika Serikat.,
4 Agustus  1999 (Asal dalam bahasa Inggris)

Kasih Tuhan selalu menolong orang. Tapi kita harus membagikannya, dan kemudian kita akan mengetahui dengan lebih baik. Semakin banyak kita berbagi, semakin banyak pula kita ketahui kuatnya kuasa kasih. Kalau kalian simpan itu semua bagi diri kalian sendiri, tentu saja kalian tidak akan mengetahui banyak. Ini bagaikan punya banyak uang di bank dan tak pernah membelanjakannya, tak pernah mengetahui kegairahan dalam membelanjakannya. Kalian tak pernah tahu betapa banyak atau apa saja yang bisa kalian dapatkan dengan uang, seperti halnya mobil bagus ini dan pakaian-pakaian indah yang membuat kalian tampak beda dan membuat kalian merasa enak. Sama halnya di sini. Kasih, harus kita belanjakan juga. Makin banyak kita memberi, semakin kita sadari kebesarannya, bahwa hal terpenting dalam hidup adalah kasih.

 

Ke daftar isi


Puisi

Oleh Rosemary, Melbourne, Australia
(Asal dalam Bahasa Inggris)

 

Aku dan Meditasi

Tanpa Meditasi, ku merasa hampa.
Tanpa Meditasi, semua terasa hambar.
Tanpa Meditasi, ku merasa terusik.
Tanpa Meditasi, ku merasa marah dan tegang.
Tanpa Meditasi, aku tidak memiliki kasih dalam batin.
Tanpa Meditasi, ku tak memiliki kasih untuk diberikan.
Tanpa Meditasi, buat apa aku ada?


Mencari Rumah Surgawi

Bagaimanakah Tuhan tahu bahwa aku sedang mencari Rumahku?
Aku bahkan tidak tahu bahwa Dialah yang ingin kuketahui.
Semua permainanku untuk mencari sesuatu, tetapi apa?
Tempat beristirahat, untuk menemukan damai dan kasih,
Sesuatu yang tidak kutemukan di luar diriku.
Lalu, saat aku diberkahi dengan memandang mata Guruku,
Kuasa Tuhan sungguh agung,,
Tidak kutemukan kata-kata yang dapat menjelaskannya.
Aku hanya dapat menangis dan menangis.

 

Ke daftar isi



Perjalanan Rohani

Apa Arti Kerja Suci Bagiku

Oleh saudari inisiat Rosemary,
Melbourne, Australia
(Asli dalam bahasa Inggris)

Bila Anda mendapat kesempatan untuk melakukan pekerjaan Guru, jalanilah, karena itu adalah berkah dari Tuhan untuk membantu kita! Itu bukannya kita sedang melakukan sesuatu buat orang lain.

Sebagai seorang siswa penghubung, saya mengakui salah satu kelemahan saya adalah bahwa adakalanya saya agak  kecewa terhadap beberapa saudara-saudari yang hadir untuk meditasi kelompok secara berkala dan tidak
membantu pekerjaan Guru ketika kesempatan itu muncul. Saya melihat bahwa orang yang sama selalu harus melakukan segudang pekerjaan Center, padahal sesungguhnya kita seharusnya berbagi pekerjaan itu dan saling bergesekan guna saling belajar satu sama lainnya, sehingga kita menjadi lebih sadar akan kekuatan dan kelemahan kita. Kita kemudian   harus menghadapi kebenaran tentang diri kita dan tidak dapat menyembunyikan apa pun. Bila tidak, bagaimana kita bisa benar-benar mengetahui apa yang kita  miliki?

Saya telah belajar banyak selagi bekerja sebagai siswa penghubung. Pada mulanya saya merasa ketakutan terhadap tanggung jawab itu, karena saya tidak merasa cukup baik untuk melakukan pekerjaan itu. Tetapi saya memberitahu diri sendiri bahwa bila saya tidak dimaksudkan untuk mengerjakannya, Guru tidak akan memberikan saya kesempatan itu. Saya pikir saya telah melakukan lebih banyak kesalahan daripada keputusan yang sempurna, tetapi kesalahan demikian telah mengajari saya lebih banyak daripada melakukan segalanya dengan benar setiap saat. Kesulitan saya telah memberikan saya keberanian yang lebih besar untuk menangani segala situasi atau masalah, dengan memahami bahwa adalah yang wajar dalam berbuat kesalahan, karena itu merupakan cara untuk mengembangkan dan menyempurnakan diri sendiri. Saya tidak lagi takut memikul tanggungjawab hanya karena takut tidak melakukan pekerjaan dengan sempurna. Berbuat kesalahan adalah lebih baik daripada tidak melakukan apa pun.

Ketika saya melakukan pekerjaan Guru dibandingkan dengan melakukan pekerjaan biasa di dunia, saya merasakan kekuatan yang lebih besar sedang bekerja dalam diri saya. Namun, kadang kala kekuatan negatif juga dapat berubah menjadi begitu kuat, dan tekanannya sungguh tak terbayangkan, terutama dengan politik di Center. Tetapi, Anda memperoleh pengalaman demikian di mana saja di dunia ini, dan bila Anda melarikan diri darinya, Anda hanya akan menemukan situasi yang sama begitu lagi hingga Anda menghadapinya dan berada di atasnya. Namun demikian, pada waktu-waktu demikian, saya mengingatkan diri sendiri bahwa ini hanyalah suatu ujian dari Tuhan. Ia ingin melihat bagaimana kuatnya saya dalam menghadapi kekuatan negatif. Hal ini membantu saya untuk bertahan, dan setiap ujian membuat saya lebih kuat. Pada waktu yang sama, ketika saya merasakan kekuatan berkah, yang begitu mengangkat saya hingga saya tidak dapat menemukan kata-kata untuk menguraikan betapa saya terpenuhi secara batiniah.

Jadi, jika Anda ingin maju, selain meditasi, jangan menunggu untuk diminta guna melakukan pekerjaan Guru, dan bekerja sama dengan orang lain. Dengan segera Anda akan menyadari bahwa Anda sesungguhnya membantu diri Anda.

Terima kasih banyak, Guru, atas kesempatan berkah yang telah Engkau berikan kepada Rose (Mawar) ini untuk tumbuh. Saya masih memiliki banyak duri daripada yang saya sadari. Tetapi tanpa pengalaman demikian, bagaimana saya bisa tahu bahwa saya bukan setangkai bunga mawar yang sempurna?

Karena tidak lagi buta, saya sekarang dapat benar-benar tumbuh menuju kesempurnaan!

 

Tidak Ada Logika dalam Cinta

Oleh saudara inisiat David, Togo, Afrika

Suatu hari bel rumah saya berbunyi. Seorang anak perempuan kecil datang meminta uang. Pada pandangan pertama, ia kelihatan berpakaian rapi. Saya memberinya sedikit uang tetapi bertanya-tanya mengapa ia mengemis. Setelah beberapa saat, ia kembali bersama dengan saudari perempuannya, yang memandang saya dengan mata yang bersinar. Kali ini, anak kecil itu menjelaskan keadaan keluarganya. Ibu mereka telah meninggal dan ayah mereka baru saja mengalami cedera kaki dan untuk sementara tidak dapat bekerja. Ia melakukan pekerjaan yang janggal di mana-mana, seperti menjual barang-barang kecil. Mereka harus menahan lapar bila usahanya jelek. Suatu perasaan yang kuat muncul di dalam diri saya setelah saya mendengar ceritanya, sehingga saya memberinya beberapa kali lipat jumlah uang yang sebelumnya saya berikan, dan kedua anak perempuan itu pergi dengan gembira. Saya pikir saya akan merasa gembira untuk membantunya lagi bila ia kembali.

Ketika saya menyinggung cerita ini kepada seorang rekan inisiat keesokan harinya, ia memberitahu saya bahwa anak perempuan itu juga telah mengunjunginya. Ia meminta anak itu menyapu daun-daun yang ada di halaman rumahnya sebelum ia memberinya uang. Tetapi anak itu pergi tanpa melakukannya. Saya memahami bahwa rekan inisiat ini ingin agar orang yang mencari pertolongan harus mencoba melakukan sesuatu untuk diri mereka daripada selalu bergantung pada orang lain. Tetapi kemudian saya tiba-tiba teringat apa yang Guru pernah katakan: "Kita membantu ketika orang lain memerlukannya, dan tidak mencari apa pun sebagai balasannya; kita melakukannya tanpa pamrih." Bagaimanapun, kata-kata inisiat ini membuat saya merasa bahwa tidak berharga untuk membantu orang seperti ini, karena hal seperti ini begitu sering terjadi sehingga kita kadang-kadang menjadi lelah karenanya. Saya menganggap bahwa saya telah ditipu lagi, dan memutuskan bahwa apabila anak perempuan itu kembali lagi, saya akan meminta beberapa rekan inisiat untuk mengunjungi keluarganya guna mencari tahu kebenaran ceritanya.

Dua hari kemudian, seorang utusan Quan Yin datang ke Lohmay, kampung halamanku, dan berbicara mengenai kepedulian Guru terhadap inisiat Ghana. Saya merasakan kejutan oleh semacam cahaya rohani dan tiba-tiba menyadari bahwa cinta datang secara intuitif, tanpa analisa logis atau penghakiman. Tidak perlu mempertimbangkan apa yang merupakan cara paling bermanfaat. Selama ini, saya telah membiarkan penilaian saya mempengaruhi keputusan saya dan menggunakan konsep materialistik untuk menimbang perbuatan saya. Saya senantiasa bergoyang ke depan dan belakang, berpikir keputusan atau tindakan apa yang lebih baik atau lebih buruk. Dan jenis pikiran ini telah menenggelamkan saya ke dalam pergumulan fisik antara baik dan buruk. Untung saja, saya sekarang menemukan seorang Guru hidup yang tercerahkan, dengan ajaran yang serba di mana-mana telah membantu saya naik melampaui penilaian saya yang kaku.

Beberapa hari kemudian, anak kecil itu datang kembali, kali ini dengan adik lelaki kecilnya yang lucu. Belakangan inisiat kami mengunjungi keluarga mereka dan menemukan kenyataannya persis seperti yang digambarkan oleh anak
itu. Kami meminta para inisiat untuk membawakan mereka beberapa obat-obatan dan uang guna menutupi biaya hidup mereka. Ayah anak kecil itu merasa sangat senang dan berterima kasih menerima sumbangan kasih kami, dan saya sendiri merasa bahagia. Pikiran saya telah disucikan lewat pengalaman ini, dan sekarang saya lebih memahami ajaran Guru secara mendalam: "Kita melakukan derma atas dasar kasih, atas dasar tidak mengharapkan apa pun, atas dasar hanya tugas demi kemanusiaan, atas dasar kasih kepada makhluk-makhluk yang kurang beruntung."

 

Ke daftar isi


Kata-Kata Mutiara

Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai, Cape Town, Afrika Selatan
28 November 1999 (Asal dalam bahasa Inggris)

Pekerjaan Anda sendiri adalah suatu berkah. Ketika Anda bekerja untuk Tuhan dan masyarakat, pahala Anda berlipat ganda. Semakin banyak Anda menolong orang, semakin berlipat pahala yang akan ditambahkan dalam harta karun kemajuan rohani Anda.


Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai,
Cape Town, Afrika Selatan, Nopember 28-30, 1999
(Asal dalam bahasa Inggris)

Tak seorang pun yang akan melindungi kita, jika kita tidak dilindungi oleh kemajuan rohani dan kekuatan rohani kita sendiri.


Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai,
Ljubljana, Slovenia, 26 Mei, 1999
(Asal dalam bahasa Inggris)

Pencerahan adalah satu-satunya pemecahan masalah bagi segala macam penyakit di dunia ini. Kasih Tuhan adalah satu-satunya obat bagi segala macam masalah di dunia ini.

Ke daftar isi


Guru Berkata

Ceramah oleh Maha Guru  Ching Hai,
Cape Town, Africa Selatan, 27 November  1999
(Asal dalam Bahasa English)

Surga Hanyalah Suatu Permulaan

Kita dapat mempersiapkan segala sesuatu di dalam hidup ini. Kita harus mempersiapkan secara jangka panjang segala sesuatu yang kita ingin nikmati atau alami. Kita bahkan mempersiapkan diri menyambut 'musim hujan'. Kita bekerja keras dan lalu membelanjakan, dan kita menyimpannya di bank dalam bentuk tabungan untuk keadaan darurat. Dan bahkan menyimpan untuk masa pensiun; kita mempersiapkan untuk pelayanan pemakaman, tapi kita lupa mempersiapkan untuk perjalanan berikutnya.

Kita masing-masing mengetahui bahwa kita tidak hidup selamanya di sini. Kita tidak berada di sini untuk tinggal terus. Namun permintaan duniawi dan perjuangan hidup senantiasa coba membuat kita melupakan apa tujuan kita di sini, dan bahwa kita tidak berada di sini selamanya.

Belajar Menghadapi Kematian Secara Tepat

Bagaimanapun, pada suatu hari kita semua akan meninggalkan dunia fisik ini, tapi tidak semuanya dari kita yang mempersiapkan untuk keberangkatan akhir. Itulah kenapa kebanyakan dari kita merasa amat tidak mudah dan takut akan hari itu. Meskipun beberapa di antara kita masih sangat muda, seperti saya, kita telah khawatir tentang hari keberangkatan yang menakutkan ini. Itu karena kita belum mempersiapkan keberangkatan tsb dengan baik. Kita mempersiapkan asuransi untuk sakit, untuk rumah, untuk angsuran dan segala sesuatu lainnya, namun kita belum mempersiapkan hari di mana kita akan meninggalkan dunia ini. Di dalam Alkitab dikatakan, "Tinggalkan daging demi roh; pelajarilah cara untuk mati sehingga engkau akan belajar untuk hidup." Kita mungkin saja membaca ini setiap hari bahkan lebih dalam sehari. Namun banyak di antara kita tidak mengetahui kenapa kita mati setiap hari sehingga kita dapat mengetahui bahwa hidup itu adalah apa adanya. Tentu saja, itu juga baik-baik saja. Karena kita semua memiliki Kebakaan dalam membuat pilihan kita, lagi dan lagi.

Hari ini saya bukan berada di sini untuk menunjukkan kepada Anda bagaimana menjalani kehidupan Anda. Saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana caranya untuk mati. Karena hanya dengan mempelajari bagaimana caranya mati dan menghadapi kematian secara berani, maka kita tidak lagi merasa cemas atas sesuatu yang tak kita ketahui. Begitu kita mati, sama halnya dengan hidup saat ini, kecuali dengan kondisi yang jauh lebih baik. Kita bebas. Kita dapat berpindah ke mana pun juga dengan laju yang lebih cepat dari cahaya. Kita dapat memiliki segala sesuatu yang kita inginkan dalam waktu yang singkat. Kita lebih bebas dari seekor burung. Dan kita dapat mengunjungi Tuhan kapan saja, karena kita akan manunggal dengan Tuhan. Namun itu hanya jika kita telah mempersiapkannya. Karena pikiran kita sungguh berdaya kuasa. Dalam kehidupan sehari-hari, apa pun yang kita pikirkan atau yang paling kita dambakan akan menjelma di hadapan kita. Katakanlah pada waktu keberangkatan kita dari dunia ini, pikiran kita masih terikat pada sesuatu, dan hal tsb masih belum terwujud, maka kita akan kembali lagi ke planet fisik ini untuk menikmati keinginan kita atau memenuhi harapan kita. Jadi, bagi setiap orang yang tidak berharap untuk kembali lagi ke sini, atau yang ingin menguasai nasib kehidupan mereka di masa yang akan datang setelah ini, terdapat jalan untuk mempersiapkannya. 

Pada waktu keberangkatan kita dari dunia ini, jika pikiran kita amat kuat akan sesuatu, kita akan tertarik pada sesuatu tersebut, pada perkara atau keinginan itu. Ini berarti bahwa semasa kita hidup, kita harus melatih pikiran kita pada hal yang betul-betul positif setiap hari, sebisa mungkin, hingga hal itu menjadi suatu sifat kedua, hingga hal itu menjadi diri kita. Dengan demikian pada waktu meninggal, kita akan pergi mengarah pada pikiran kita. Kita merupakan intisari dari Tuhan dan kita memiliki daya kuasa Tuhan di dalam diri kita, apakah kita menyadarinya ataupun tidak. Jadi, pikiran kita pada dasarnya sungguh berdaya kuasa.  

Tuhan Senantiasa Penuh Welas-Asih

Jika, selama hidup kita, kita dicuci otak hingga mempercayai bahwa kita adalah pendosa, bahwa kita adalah orang malang yang tak ketulungan, yang sungguh tak bernilai untuk memperoleh cinta-kasih Tuhan, bahwa kita akan masuk neraka, dan kita telah diberitahukan betapa mengerikan neraka itu -- sehingga pada waktu kematian, jika kita mempercayai akan apa yang telah diberitahukan tersebut, maka kita akan pergi ke apa yang dinamakan neraka itu. Meskipun neraka tidak ada, kita menciptakannya atau orang lain yang menciptakannya untuk kita. Sejak dahulu kala, rasa takut telah disuntik ke dalam gen kita, ke dalam otak kita, ke dalam cara hidup kita, sehingga beberapa kelompok manusia tertentu dapat mengendalikan diri kita dan membuat kita memenuhi tujuan mereka, yang mana tidak senantiasa teramat mulia. Oleh karena itu, agar dapat membebaskan diri kita, kita harus mengenali kembali diri kita lagi dengan ajaran sejati dari segala Guru yang telah ada sejak dahulu kala. Ajaran ini adalah bahwa Tuhan -- atau Buddha atau Allah -- adalah selamanya penuh welas-asih.

Kita merupakan anak-anak dari kuasa yang tertinggi, dan kita selamanya akan dikasihi, dimaafkan, dan ditolong dalam berbagai cara yang memungkinkan dalam kehidupan ini dan setelah kehidupan ini. Saya telah melihatnya sendiri. Saya telah melihat kuasa Tuhan bekerja. Saya telah melihat hanya cinta-kasih dan kasih-sayang dalam alam yang tak kasat mata demikian juga di alam fisik ini. Tidak ada yang namanya pengutukan, neraka atau balasan dari Tuhan. Karena bahkan orang tua yang melahirkan kita, mencintai kita dan memaafkan kita dari waktu ke waktu. Tuhan Bapa kita atau Tuhan Bunda kita tentunya lebih mengasihi dan memaafkan kita selama-lamanya. Yang menjadi masalah adalah bahwa kita telah lama dicuci otak hingga memikirkan bahwa kita akan dihukum atas kesalahan apa pun yang mungkin telah kita lakukan di dunia ini. Kita akan berbuat demikian--kita melakukannya sepanjang waktu, karena otak fisik kita, tubuh fisik kita dan lingkungan fisik kita memaksa kita hingga berbuat kesalahan. Namun tidaklah masalah kesalahan apa yang kita buat, Tuhan senantiasa dapat memperbaikinya. Jadi, Ia tidak akan pernah mengutuk atau menghukum kita dalam cara apa pun yang kita pernah dibuat agar percaya. 

Itulah apa yang telah saya temukan. Jadi, saya ingin berbagi dengan Anda. Dan saya harap mulai hari ini Anda akan mengingat ini dalam pikiran Anda, apakah Anda ingin belajar lebih lanjut dengan kita ataupun tidak: Ingatlah bahwa Tuhan penuh welas-asih. Dan jangan memiliki rasa takut atau apa pun juga, baik di sini maupun setelah dari sini. Pada waktu keberangkatan, akan ada makhluk cantik dari Surga yang menanti kita begitu roh meninggalkan raga. Alasan kenapa sekian banyak orang tidak mampu melihat ini, termasuk pada waktu kematian, adalah karena mereka tidak mempersiapkan diri mereka. Atau mungkin mereka telah mempersiapkan diri mereka dengan cara yang salah, seperti memikirkan bahwa mereka telah melakukan kesalahan dalam kehidupan mereka, sebagai contoh, seperti melanggar beberapa Perintah Allah. Kemungkinan orang-orang demikian telah mempersiapkan diri mereka secara negatif karena mereka berpikir bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang salah dalam hidup mereka. Karena itu, mereka mengharapkan pengutukan atau hukuman, dan itulah yang akan mereka peroleh.

Melatih Kembali Diri Anda untuk Menemukan Hakekat Tuhan

Apa pun yang Anda percayai akan dimaterialisasikan, karena Anda adalah Tuhan. Anda senantiasa manunggal dengan Tuhan, meskipun ada saat-saat tertentu, yang karena halangan jasmani, beberapa di antara kita tidak menyadari ini. Kita benar-benar tidak memiliki apa pun selain Tuhan di dalam diri kita dan di luar diri kita; kita bukan apa-apa kecuali hakikat Tuhan. Tidak ada tempat lain yang dapat kita pergi selain berada dalam hadirat Tuhan, sepanjang waktu, 24 jam. Kita terpisah dari Tuhan karena pikiran kita dan kepercayaan kita yang mengakar kuat bahwa kita hanyalah makhluk duniawi. Agar dapat ingat kembali bahwa kita adalah Tuhan, kita harus melatih diri kita lagi. Cara kita berpikir bahwa kita terpisah dari Tuhan, harus kita latih kembali dalam arah yang berlawanan. Kita akan lakukan itu hingga pada akhirnya hal tersebut menjadi otomatis. Lalu, karena kita menghubungi Tuhan setiap hari melalui latihan dengan niat yang suci dan rajin, kita secara pasti akan mengetahui bahwa kita adalah satu dengan Tuhan. Jadi, pada waktu keberangkatan, tiada apa pun selain Tuhan yang berada di sekeliling kita, atau makhluk surgawi yang datang dan menyalami kita menuju ke dimensi kasih yang lebih tinggi.   

Beberapa orang yang telah meninggal tidak melihat fenomena ini. Meskipun Yesus berdiri di samping dan Buddha berada di dekatnya, mereka tidak melihat-Nya. Juga mereka tidak menyadari bahwa mereka dapat mengejawantah apa pun atas dasar kehendak, bahwa mereka memiliki daya kuasa penciptaan di tangan mereka. Khususnya setelah meninggalkan tubuh jasmani ini, seluruh daya kuasa akan dikembalikan kepada kita lagi. Tidaklah sungguh-sungguh dikembalikan, namun tanpa halangan dari tubuh jasmani ini kita menjadi lebih berdaya kuasa lagi, seperti sewaktu kita bersama dengan Tuhan, sebelum kita turun ke dunia ini.

Namun beberapa di antara kita meninggalkan dunia ini tanpa mengetahui rahasia ini; kita tidak mempelajarinya; kita tidak mempelajari untuk menguasai pemikiran kita sewaktu kita berada dalam tubuh jasmani ini. Karena itu, pada waktu kematian, kita bahkan lupa lebih banyak lagi. Sebagai contoh, Anda kemungkinan telah mendengar tentang orang yang telah mati dan "kembali" dengan mengeluh bahwa mereka telah berada di neraka, mereka butuh pertolongan, mereka butuh doa, dsb. Contoh-contoh ini benar adanya dan hanya untuk orang-orang tersebut. Kejadian demikian tidaklah benar secara merata--tidaklah benar untuk Anda dan tidaklah benar untuk diri saya.

Bagi mereka yang telah mempelajari rahasia jagad raya, yang telah mempelajari kekuatan daya cipta, dan telah mempelajari untuk manunggal dengan daya kuasa jagad raya, mereka mengetahui segala sesuatu sebelum dan setelah mereka mati. Mereka merupakan tuan bagi nasib mereka sendiri -- di mana pun juga, sekarang ataupun setelah ini. Namun untuk sampai di sana, kita memerlukan beberapa latihan. Mungkin perlu sekian hari, sekian minggu atau sekian bulan. Bukan saja kita berlatih untuk mengingat kekuatan daya cipta kita, kita berlatih agar kita juga menikmati Surga semasa hidup; kita nikmati berhubungan dengan hakikat Tuhan sementara kita masih berada di planet ini, sehingga kita dapat menggunakan kekuatan ini untuk memacu kehidupan kita dan kehidupan orang lain yang berjalan di jalur rohani kita. Namun ini membutuhkan beberapa disiplin, meskipun itu demikian mudahnya. Kita lebih suka bekerja demi uang, demi mobil, demi rumah atau demi kecantikan, daripada bekerja untuk mendapatkan Kerajaan Tuhan. Kenapa? Karena itu telah menjadi suatu kebiasaan. Apa pun yang telah dilatih sejak kita masih muda, kita terus-menerus melakukannya.

Otak tidak senang berubah. Otak senang segala sesuatu terselesaikan, mudah dan tetap, dengan hal yang sama setiap hari. Adakah baik atau buruk, otak menyenangi itu. Otak menjadi sangat kecewa apabila perubahan terjadi. Karena mesin adalah seperti itu, dan otak juga hanyalah semacam mesin saja. Bahkan kekuatan di balik otak, sang benak itu, tidaklah terlalu layak untuk tujuan mencapai Surga. Benak hanya menyerupai kekuatan elektrik di balik komputer. Jadi, kita harus kembali ke sumber dari segala kebijaksanaan dan Kebenaran. Jika kita tidak melatih diri kita sekarang, pada waktu kematian akan terlalu terlambat jadinya. 

Mempersiapkan Diri Anda Setiap Hari Untuk Kehidupan Setelah Ini.

Otak dan benak kita telah terpaku pada beberapa pola pemikiran negatif, dan kita tidak memiliki cukup banyak waktu untuk memperbaiki atau lolos dari pola ini. Namun, kita dapat melakukannya selama kita singgah di planet ini. Inilah cara yang termudah. Karena jika kita tidak mempersiapkan untuk hari itu, dan jikalau kita tidak mempelajari tentang apa yang harus kita lakukan dan ke mana kita akan pergi, maka pada waktu kematian kita akan diliputi oleh berbagai dimensi karma. Karma merupakan istilah bahasa Sanskerta untuk hukum sebab dan akibat. Apa pun yang kita lakukan dalam kehidupan ini akan berurat-akar sebagai kesan-kesan dalam pikiran kita, dan ketika kita meninggal kita akan membawa serta kesan-kesan tersebut dengan diri kita. Jadi, jika kita ingin menghapusnya, kita harus melakukan serangkaian kontemplasi dan penyucian diri yang khusyuk. Kita dapat menamakannya meditasi, kontemplasi atau doa yang khusyuk. Namun, kita harus melakukannya secara benar. Terdapat cara yang amat mudah untuk melakukannya, namun mesti benar. Sepeti hal lainnya, terdapat cara yang benar. Dan jika kita mengetahui cara itu, akan menjadi sangat mudah.

Pada waktu keberangkatan, kita semua berharap masuk ke Surga. Seharusnya memang demikian; hampir rata-rata warga negara di dunia ini akan masuk ke Surga. Namun terdapat beberapa tingkatan kenikmatan Surgawi, seperti halnya terdapat berbagai rumah yang berbeda di Cape Town. Beberapa jenis rumah harganya murah, sementara yang lain agak mahal, dengan kelengkapan yang lebih, dan lebih menyenangkan, kolam renang, segalanya. Tingkat kemajuan kesadaran kita akan menentukan tingkatan Surga yang akan kita nikmati setelah meninggalkan dunia fisik ini. Jika kita telah melatih diri kita secara berkecukupan, kita dapat naik ke Surga segera setelah kematian. Jika tidak, kita adalanya berkeliaran untuk sejenak hingga kita sadar bahwa kita benar-benar telah tiada, bahwa kita tidak lagi memiliki peralatan fisik untuk bekerja, bahwa ucapan kita tidak akan terdengar oleh orang-orang yang kita kasihi, dan bahwa istri kita atau suami kita selalu membawa orang lain di depan hidung kita setiap hari ke tempat tidur kita. Dan tidak ada apa-apa yang dapat kita lakukan untuk itu. Tidak menjadi masalah seberapa sering kita mengeluh atau seberapa banyak angkara murka kita lemparkan. Tidak ada seorang pun yang mengerti, dan tidak ada seorang pun yang peduli. 

Pada waktu itu, kejadian demikian akan menciptakan penderitaan yang besar bagi kita. Juga, kita akan terpengaruh oleh hasil pemikiran kita selama jangka waktu hidup kita berada di tubuh jasmani ini. Selama jangka waktu hidup kita, jika kita terus berpikir secara negatif, maka pada waktu kita meninggal, itulah apa yang akan kita peroleh. Jadi, jika kita meninggal tanpa persiapan, tanpa meditasi pada kekuatan positif, tanpa berhubungan dengan daya kuasa Tuhan, pikiran negatif yang kita peroleh semasa kehidupan kita akan menguasai kita dan membawa kita ke tempat-tempat yang tidak mengenakkan. Dan itulah kenapa ada orang yang mengatakan itu sebagai neraka. Kita dapat meloloskan diri dari neraka itu jika cukup sadar pada waktu kita berjalan keluar dari penjara kita sendiri. Namun kebanyakan waktu, kita belum mempersiapkan diri, sehingga kita lemah adanya. Kita tidak cukup kuat untuk berjalan keluar, sehingga kita harus tinggal sementara dalam atmosfer negatif hingga ianya padam.

Terdapat juga tekanan lainnya buat kita, bukan hanya pribadi kita sendiri -- yang menciptakan keadaan yang negatif atau tekanan. Kita juga memperoleh karma kolektif dari sekian banyak orang yang tinggal di planet ini, demikian juga dari kerabat dan sahabat karib kita. Karena kita belum mempelajari seni menguasai nasib kita atau bagaimana berjalan secara benar menuju Surga, kita akan berkeliaran di sini dan di sana, kita akan tertarik dalam berbagai arah atau terdorong ke dalam gambaran yang kurang mengenakkan dari suatu planet maya, yang mana buat kita pada waktu itu kelihatan demikian nyatanya. Dan itulah bagaimana orang berkata bahwa mereka masuk ke dalam neraka, dan mereka menderita di sana. 

Tanamkan Pikiran Benar sebelum Kematian

Namun, tidaklah harus menjadi demikian. Meskipun Anda tidak ingin berlatih welas-asih dengan bervegetarian atau berlatih meditasi dengan kami, Anda haruslah senantiasa memberitahukan diri Anda dan ingat bahwa Tuhan penuh welas-asih. Itulah pemikiran satu-satunya yang harus Anda ingat pada waktu kematian. Dengan demikian Anda akan cukup jelas untuk melihat bahwa Yesus berdiri di samping Anda, bahwa Surga membuka gerbangnya, bahwa para malaikat menyambut Anda dengan musik Alam Surgawi. Anda mesti mengingat sesuatu yang mulia seperti itu -- bahwa kita adalah putra dan putri Tuhan, bahwa kita tidak mungkin berada di bawah dari itu dan bahwa tiada apa pun yang dapat menyakiti kita. Pemikiran demikian harus ditanamkan dalam benak Anda. Jika Anda berpikir demikian, Anda tidak akan pernah takut akan malaikat kematian karena ia tidak pernah ada. Ia ada karena kita menciptakannya selama masa kehidupan kita, sehingga ia mengejawantah. Apa pun yang Anda harapkan akan diberikan pada Anda. Ketuklah, dan pintunya akan terbuka; mintalah, dan akan diberikan.   

Karena di planet ini, adakalanya kita meminta sesuatu dan ketika hal tersebut tidak menjelma dengan segera, kita pikir bahwa ianya tidak bekerja. Namun, sebenarnya hal itu bekerja sepanjang waktu. Ini hanya karena kita terbendung oleh tubuh fisik ini, sehingga kita tidak dapat dengan segera melihat hasilnya. Adakalanya ianya menjelma sedikit terlambat, dan kita menjadi lupa. Kita lupa bahwa kita ingin hal tersebut. Kita pikir, "Oh, ini suatu keberuntungan!" atau, "Ini suatu kemalangan bahwa kejadian ini menimpa saya." Namun tiada apa pun yang benar-benar terjadi tanpa kita inginkan pada awalnya. Juga, jika kita tidak terlalu kuat dalam kehendak kita, maka tentu saja hukum karma, kumpulan kesadaran yang negatif atau positif akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita demikian juga pada waktu keberangkatan kita.

Dalam kehidupan sehari-hari kita, kita paling tidak dilindungi oleh kebodohan batin yang berasal dari tubuh fisik ini. Setidaknya kita tidak tahu hingga sesuatu yang buruk terjadi. Namun, ketika kita meninggalkan perlindungan fisik ini, kita akan melihat segalanya. Segala sesuatu akan mempengaruhi kita dengan segera. Jika kita mati, dan orang yang kita kasihi menangis dan meratap dan begitu kehilangan kita, dan mereka terus-menerus menangis dan menderita, kita merasa seolah-olah kita yang menderita. Itulah kenapa selama waktu keberangkatan orang yang dikasihi, kemungkinan yang terbaik adalah berdoa bagi mereka agar menuju ke Surga, menikmati kebahagiaan dan menjadi terbebaskan. Mungkin kita tidak perlu harus berdoa, menangis, meratap dan begitu merasa kehilangan, karena itu akan membuat mereka merasa sengsara dan menunda keberangkatan mereka ke dimensi yang lebih tinggi. Kematian harus dirayakan, bukan diratapi, karena itu adalah kebebasan akhir kita. Tidak ada apa pun yang dapat menyentuh kita lagi; tidak ada apa pun yang dapat menyakiti kita lagi. Tidak ada apa pun yang dapat menutupi kita lagi. Kita akan tahu segalanya, dan kita akan menjadi satu bagian dari segalanya. Kita dapat berada di mana-mana dalam sekian detik saja. Segala sesuatu yang kita harapkan akan menjadi kenyataan dengan segera.

Ingatlah Akan Harta Pusaka Surgawi Anda

Namun dalam rangka mempersiapkan diri menuju ke imbalan yang lebih tinggi dari yang ini, kita harus mempelajari seni menguasai takdir kita dan masa depan kita. Kita harus menciptakan Surga bagi diri kita, mempersiapkan masa depan kita, dan tidak membiarkan atmosfer karma dari orang lain mempengaruhi kita dan menarik kita ke sini dan ke sana seperti seorang budak atau seekor anjing. Karena kita adalah guru. Kita adalah Anak-Anak dari Lautan Cinta-Kasih, dari Tuhan. Kita mempunyai martabat. Kita harus berjalan sebagaimana Tuhan; kita harus bertindak sebagaimana Tuhan; kita harus berpikir sebagaimana Tuhan. Tidaklah mudah, karena kita telah lupa bagaimana melakukannya. Namun, itu hanyalah suatu kebiasaan, dan kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat dilatih; kebiasaan tersebut juga dapat hilang bersamaan dengan berlalunya waktu. Selama kesibukan kita sehari-hari, tentu saja sulit bagi kita untuk mengendalikan pikiran kita dan melatih diri kita kembali pada sifat mulia diri kita yang sesungguhnya. Itulah kenapa kita harus memilih suatu jangka waktu yang pendek selama jadwal sibuk kita untuk menyepi sendirian dengan diri kita dan dengan Tuhan. Pada waktu itu, kita dapat memusatkan kekuatan pikiran kita. Dengan demikian kita dapat memperbaiki kebiasaan pemikiran kita dan menjadikannya suatu hal yang positif. Dan hari demi hari seperti ini, kita akan menjadi Anak-Anak Surgawi lagi, sebagaimana diri kita sebenarnya. 

Itulah kenapa kita harus bermeditasi setiap hari, bukan hanya setelah inisiasi. Karena setelah inisiasi, Anda sudah terbebaskan. Anda menjadi orang yang bebas. Anda benar-benar bebas. Tiada seorang pun yang dapat menyentuh Anda lagi. Namun agar dapat memiliki kehidupan yang lebih lancar di sini dan menikmati Surga selagi kita masih bernafas, agar dapat melatih diri kita kembali menjadi Pangeran dan Putri Surgawi, kita harus mengingatkan diri kita setiap hari. Bahkan adakalanya tidaklah cukup. Karena kita telah diingatkan, dari waktu ke waktu, suatu jangka waktu yang lama, lama sekali, betapa buruknya kita ini.

Jadi, sekarang kita harus diingatkan kembali, betapa mulianya kita ini sesungguhnya. Itulah kenapa membutuhkan waktu. Hal ini membutuhkan latihan setiap hari.  Anda tidak akan mempelajari apa pun; Anda hanya perlu mengingat kembali karena tidak ada apa pun yang perlu Anda pelajari. Anda adalah Raja Surgawi; Anda merupakan bagian dari Surgawi, bagian dari keseluruhan daya kuasa jagad raya. Tidak ada apa pun yang tidak dapat Anda lakukan. Hanya butuh waktu untuk mengingatnya kembali. Saya berada di sini untuk membantu Anda mengingatnya lagi, dan itu tidak sesulit yang Anda bayangkan. Lebih mudah daripada menjalani kehidupan; lebih mudah daripada mengendarai mobil; lebih mudah daripada tidur. Jadi, hal tersebut akan bermanfaat bagi kita untuk mencoba, karena hal tersebut begitu mudah dan sederhana.

Bagi mereka yang dapat menyerahkan seluruh hati dan pikiran mereka untuk memperoleh kembali Surga, kami dapat memberikan kepada Anda seluruh instruksinya. Anda bermeditasi dua hingga tiga jam setiap hari, atau sebanyak yang bisa Anda lakukan. Sebagai contoh, Anda dapat memotong sedikit jam tidur Anda, kurangi bicara melalui telepon, dan hanya menonton berita penting di TV -- jangan hanya duduk di sana dan menonton apa pun yang muncul. Dengan demikian Anda akan memperoleh banyak waktu. Kita temukan bahwa kita memiliki banyak waktu luang jika kita memotong banyak kegiatan tak penting yang sering kita lakukan hanya untuk menghabiskan waktu saja. Sekarang kita tidak memiliki waktu untuk dihabiskan; kita pergunakan waktu itu untuk hidup. Kita gunakan waktu tersebut untuk membangkitkan kembali jiwa kita. Maka, bukan saja kita akan merasa baik dan terbekahi, malahan kita akan memberkahi orang lain juga.

Suatu kebiasaan sulit untuk diputuskan, kita semua tahu mengenai hal itu. Namun, bukanlah berarti tidak mungkin dilakukan. Sebelumnya saya tidak dapat mengendarai mobil. Saya baru saja memperoleh SIM. Jadi, ketika saya menemukan bahwa saya dapat berkendara, oh Tuhan! Saya merasa seperti manusia. Saya merasa seperti setiap orang lain yang berada di atas planet ini. Saya merasa begitu bangga; saya ingin setiap orang melihat bahwa saya dapat berkendara. Karena saya melatih diri saya sendiri. Pertama kali saya gagal. Kedua kali, saya juga gagal. Namun ketiga kali, saya berhasil. Bahkan untuk belajar berkendara saja membutuhkan waktu yang cukup lama! Membutuhkan usaha, uang dan pemusatan pikiran, barulah kita dapat melakukannya. Kita dapat melakukan ini dan banyak hal lainnya, seperti mempelajari bahasa Inggris atau bahkan belajar jalan. Kita terlahir merangkak -- bahkan bukan merangkak, berbaring tanpa daya sebagai seorang bayi. Namun sebagai bayi, kita tahu bagaimana mencobanya. Kita coba merangkak, dan kemudian kita mencoba berdiri, dan lalu kita coba bertatih-tatih. Setelah itu, kita coba berjalan. Dan kemudian kita berlari, dan bahkan sekarang kita terbang!

Seorang Guru Tercerahkan Menerangi Jalan

Jadi, segala sesuatu merupakan suatu proses belajar. Bagi seorang bayi, adalah suatu hal yang tak mungkin melihat orang dewasa lari, naik sepeda, berkendara, berloncatan dan menari. Namun bagi kita, itu merupakan hal yang gampang, karena kita telah mencobanya; kita telah melatih diri kita. Sama halnya, kita dapat melatih seperti itu untuk pergi ke Surga. Memang kelihatannya agak sulit pada awalnya, namun sebenarnya tidak. Lebih sulit jika kita mencoba sendiri. Tapi tidaklah sulit jika terdapat seseorang yang telah mengetahui, dan menunjukkan pada kita dengan memberikan pengalaman atau pengajaran. Sungguh mudah sekali. Itulah kenapa sejak dahulu kala, Tuhan telah mengirimkan sekian banyak guru untuk menunjukkan pada kita jalan tersebut, karena kita telah lupa. 

Bisa menunjukkan pada kita jalan tersebut bukanlah berarti bahwa orang itu lebih daripada kita. Kita memanggilnya "guru" hanya untuk permulaan saja sewaktu mereka mengajarkan kita sesuatu. Di planet ini, sebagai contoh,  kita memanggil seseorang guru bahasa Inggris atau profesor Matematika. Namun dalam hal Surgawi, tidak ada seorang pun yang lebih rendah atau lebih tinggi. Hanya ada seseorang yang telah berjalan dulu dan menunjukkan pada seseorang yang berjalan kemudian. Dan seseorang yang telah mengetahui jalannya barulah dapat menunjukkan pada kita; sehingga akan lebih mudah, tidak begitu sulit, lebih yakin dan lebih cepat. 

Kita sendiri dapat saja coba berjalan kembali ke Surga, namun terdapat banyak bagian perjalanan yang tidak kita ketahui karena kita telah lupa, dan adakalanya cukup menakutkan. Itulah kenapa banyak orang merasa mereka tidak mampu. Mereka ketakutan. Tapi, apabila Anda mendapatkan seseorang yang berjalan bersama Anda, memegang tangan Anda dan melindungi Anda, menunjukkan pada Anda jalan yang harus dilalui dan yang mana harus dihindari, maka perjalanan itu akan lebih menyenangkan. Anda mempunyai seorang teman, dan akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Jadi singkatnya, saya berada di sini hanya apabila Anda merasa bahwa Anda ingin mengingat kembali siapa sesungguhnya diri Anda itu. Dan tidak ada biaya, juga tidak ada kondisi.

Apa yang kita namakan Lima Sila bukanlah Lima Moralitas. Lima Sila merupakan suatu ukuran bagi kesiapan Anda, atau suatu cara yang kita pergunakan untuk mengukur standar kualitas kita. Ingatlah ketika Nabi Musa kembali dari gunung dan menyerahkan Sepuluh Perintah Allah? Ia berkata bahwa perintah itu berasal dari Tuhan, sehingga kita mengetahui ada di mana kita dan di mana kita berdiri. Bukanlah berarti bahwa Anda harus mengikuti saya "atau siapa pun juga". Bukanlah seperti itu. Anda bahkan tidak perlu harus mengikuti saya. Saya hanya akan mengajarkan Anda sekali saja, dan Anda akan mampu mengingatnya sepanjang waktu. Dengan demikian Anda dapat melakukannya sendirian. 

Setelah kami memberikan instruksi kepada Anda, Anda akan mengetahui apa yang harus dilakukan. Anda akan menjadi guru sendiri setiap harinya. Kesulitannya bukanlah mengikuti seorang guru, atau guru mana pun juga. Kesulitannya adalah menjadi guru sendiri, memiliki disiplin untuk melakukan apa yang telah Anda pilih untuk lakukan dan apa yang Anda ketahui sebagai yang terbaik bagi jiwa Anda.

Ke daftar isi


Tanya Jawab Pilihan

Pencerahan Membawa Kita pada Perdamaian Abadi

Ceramah oleh Maha Guru Ching Hai,
Praha, Republik Ceko,
28 Mei  1999

T: Mengapa terdapat perang, bencana alam, dan malapetaka?

G: Sebenarnya, kita sendiri yang menyebabkan semua ini. Maaf kalau saya mengatakan hal itu, tetapi kita semua bertanggung jawab atas apa saja yang terjadi pada kita. Itu karena kita juga merupakan bagian dari Tuhan, dan kita memiliki daya kuasa penciptaan. Kapan pun kita berpikir sesuatu dengan penuh kasih, baik, dan benar, lalu kita menciptakan suasana yang lebih baik dan kita mendapati lingkungan yang lebih baik. Seperti halnya ketika Anda mencintai orang lain atau ketika Anda jatuh cinta, bukankah terasa menyenangkan? Meskipun Anda tidak dapat membuktikan apakah cinta itu dan Anda tidak dapat menyentuhnya, Anda tahu itu adalah cinta dan Anda hanya merasa sungguh menyenangkan.

Setiap orang di sekitar kita juga terpengaruh oleh kebahagiaan ini. Kita dapat mencintai semua orang pada waktu kita sedang jatuh cinta. Kita bisa mencium setiap orang lain juga, karena kekuatan cinta kita. Sebaliknya, pada waktu kita membenci seseorang, kita menciptakan kebencian. Pada waktu kita iri hati, pada waktu kita memiliki sifat dan sikap yang lebih rendah ini, kita menciptakan suasana yang sangat negatif. Suasana tersebut pada gilirannya mempengaruhi kita dan orang di sekitar kita. Dan apabila terlalu banyak suasana yang negatif atau kebencian tercipta, semuanya itu akan tertarik oleh hukum "yang sama menarik yang sama". Kemudian mereka menjadi amat banyak dan kuat sekali. Mereka bahkan dapat mempengaruhi cuaca dan akan mempengaruhi hati orang lain. Dan itulah yang menyebabkan bencana, itulah yang menyebabkan perang.

Tidakkah Anda perhatikan bahwa adakalanya ketika Anda sedang dalam suasana hati yang marah dan Anda menanggapi dengan amat menusuk hati pada orang lain, orang tersebut pada gilirannya juga merasa terganggu dan marah pada Anda? Lalu, kadang-kadang pada akhirnya Anda berdua berkelahi satu sama lain, karena suasana kebencian dan kemarahan yang sangat berat dan amat menyesakkan ini. Jadi, apabila banyak kejadian seperti ini berlangsung dalam suasana demikian, ianya menjadi nyata; ianya menjelma dalam beberapa bencana alam yang nyata, seperti cuaca yang buruk atau perang atau suatu epidemi. Dan suasana negatif ini, tentu saja, akan tertarik pada tempat di mana saja yang sudah penuh dengan sifat demikian. Semua energi yang terpencar akan menyatu di mana sudah ada gumpalan terpadat dari energi negatif. Lalu hal yang buruk akan terjadi, pada waktu itu juga.

Jadi, kita harus memastikan dalam hidup kita bahwa kita senantiasa memberikan lebih banyak kasih, bahwa kita berpikir sebelum bertindak dan bahwa kita berhenti sebelum kita memikirkan hal-hal yang negatif. Dengan cara ini, kita juga akan memberikan sumbangan pada perdamaian dunia. Tetapi, seperti yang disebutkan sebelumnya, kedunguan batin merupakan satu-satunya alasan untuk semua kejadian buruk yang menimpa kita. Kedunguan batin dan ketidaktahuan akan Tuhan adalah merupakan satu-satunya kejahatan di dunia ini, atau dunia mana pun juga. Karena jika kita tercerahkan, jika kita mengetahui Tuhan, kita menjadi gembira dan bahagia sekali sehingga kita tidak pernah dapat melakukan apa pun yang salah, atau kita sangat kecil kemungkinannya melakukan sesuatu yang salah. Kita tercerahkan dan bijaksana; kita tahu apa yang benar dan apa yang salah.

Jadi, hal terbaik yang dapat diberikan oleh siapa pun adalah pencerahan. Dan itulah hal terbaik yang dapat saya berikan pada Anda: lebih dari sekedar emas, lebih dari sekedar berlian, lebih dari apa pun yang dianggap terbaik di dunia ini. Karena bahkan bila saya memberi Anda uang atau bila saya memberi Anda sebuah rumah, benda-benda tersebut juga akan berlalu; benda-benda tersebut dapat musnah oleh perang, kebakaran, atau kecelakaan. Tetapi, jika saya memberi Anda pencerahan, Anda akan mampu melakukan segala sesuatu yang perlu Anda lakukan, menghasilkan apa saja yang perlu Anda hasilkan, melindungi diri Anda dan menjaga diri Anda selamanya. Bahkan jika Anda kehilangan rumah Anda atau uang Anda, Anda tidak akan pernah kehilangan pencerahan Anda atau kebijaksanaan Anda. Anda selalu dapat memulai yang baru. Anda selalu dapat menemukan cara untuk bertahan hidup dengan lebih baik dan semakin baik di dalam dunia ini. Jadi, pencerahan adalah hadiah terbaik yang dapat Tuhan berikan pada kita.


Cara Mengakhiri Perang

Ceramah oleh Maha Guru Ching Hai,
Edinburg, Skotlandia, 5 Juni 1999
(Asal dalam bahasa Inggris)

T: Apakah menurut Anda selalu akan ada perang?

G: Jika planet kita terangkat sendiri pada suatu tingkat pemahaman rohani yang lebih tinggi maka tidak akan ada perang lagi. Perang hanya ada dalam suasana kebencian, kesalahpahaman, dan keputusasaan karena adanya jarak antara manusia dan Tuhan dalam diri mereka. Perang merupakan jeritan akan penderitaan yang mendalam, akan kerinduan untuk Pulang; hal ini adalah tangisan yang paling menyedihkan dan keras dari seorang anak yang tidak mengetahui di mana ayahnya berada. Jadi, jika kita menunjukkan padanya ayah atau ibunya, ia akan berhenti menangis dan berhenti menendangkan kakinya.

Anak tidak mengetahui yang benar dari yang salah. Anak merasa lapar, haus, ketakutan, dan kesepian---hanya ingin pelukan hangat dada ibunya. Hanya itu saja. Tetapi selama planet kita masih jauh dari pengetahuan akan Tuhan, kita masih akan ada perang. Dan itulah sebabnya saya datang kepada negara-negara yang berbeda, kadang bahkan tanpa undangan, jika Tuhan telah memerintahkan saya ke sana--sehingga anak dapat mengetahui ayahnya dan menghentikan semua ratapan keputusasaan dan kesepian ini.

Dalam peradaban planet lain yang lebih tinggi, orang lebih cerdas dan secara rohani lebih berkembang. Bahkan mereka tidak pernah saling berperang satu sama lain karena mereka tahu Tuhan bersama mereka sepanjang waktu; Tuhan adalah satu-satunya yang hidup bersama mereka dan untuk-Nya mereka hidup. Di planet ini, tidak banyak dari kita yang dapat melihat Tuhan secara langsung; kita tidak berbicara kepada Tuhan secara langsung mengenai semua penderitaan kita, keputusasaan kita, ketakutan kita, dan kecemasan kita. Namun terlepas dari penampilan kita yang kasar, kita semua memiliki permasalahan, kelemahan, ketakutan, keinginan, dan keputusasaan kita sendiri. Dan ketika kita tidak memiliki tempat mana pun untuk berpaling, kita cenderung berbalik pada kekerasan. Itulah bagaimana perang terjadi.

Tetapi, mereka yang bengis juga merupakan korban peperangan. Korban sesungguhnya dari perang dan mereka yang menyebabkan perang keduanya merupakan korban, hanya jenis dan derajat yang berbeda. Mereka yang menyebabkan perang merupakan korban paling parah dari semuanya, karena mereka bahkan tidak mengetahui yang benar dan yang salah. Mereka tidak dapat berlari dari diri mereka sendiri untuk mengungsi di negara mana pun juga, karena mereka terbenam dalam khayalan daya negatif yang mengerikan ini. Mereka berjuang dengan sangat, sangat keras. Jadi, satu-satunya jalan untuk mengakhiri perang di planet ini atau tempat mana pun adalah menjadi tercerahkan, mengetahui Tuhan--seperti halnya ketika anak dipeluk oleh sang ibu maka dia akan berhenti menangis.

Ke daftar isi


Dunia Cerita

Dapur Surgawi

Oleh saudari inisiat Chiu Heng-chen,
Taoyuan, Formosa

Pada bulan November 1999, saya sungguh beruntung dapat hadir dalam retret Internasional Tiga-hari di Cape Town, Afrika Selatan. Sebelum retret, saya berpikir bahwa saya tidak dapat menghadirinya. Tapi, berkat serangkaian pengaturan yang ajaib, saya bukan saja berhasil bergabung sebagai staf dapur, tapi juga menikmati kebahagiaan pertumbuhan rohani. Saya bekerja dengan lancar dan bahagia, dan mengejawantahkan diri saya dalam kebahagiaan batin yang mendalam.

Pada waktu saya melihat para inisiat bekerja di dapur dengan mengenyahkan pikiran praduga dan kebiasaan bekerja dengan ego, dapur tersebut menjadi seperti Surga buat saya. Dan gambaran kekeluargaan membuat saya menyadari bahwa perasaan ini muncul dari getaran terdalam di hati saya -- sungguh impian dan pengalaman meditasi saya telah menjelma! Perasaan demikian yang muncul berkali-kali telah mengangkat saya dari tingkat jasmani ke tingkat mental, dan lalu ke tingkat kesadaran murni, dan pada akhirnya ke tingkat rohani, di mana saya menjadi satu dengan setiap orang.

Dapatkah Anda membayangkan bagaimana para inisiat dari berbagai belahan dunia ini bisa hadir bersama menggunakan peralatan dan perlengkapan dapur yang terbatas dan mengubah sayur-mayur, serat dan daging nabati menjadi makanan lezat satu demi satu?  Sungguh ini suatu hal yang sulit dilakukan. Namun dengan bakti yang tanpa sifat ke-aku-an dan usaha kerja sama, seluruh tugas kami dapat diatur dengan mudah. Sungguh menyentuh melihat setiap orang bekerja secara teliti dan penuh bakti dalam meraih kesempurnaan. Irama berenergi dari pisau yang menyentuh papan potong merupakan musik yang menyenangkan yang mengalir seperti pancuran di musim semi. Kebahagiaan kami sungguh sulit diuraikan. Pada akhirnya saya dapat memahami harta benda yang luar biasa ini berada dalam hal-hal yang biasa. Apabila kita tulus, murni, dan berbakti dengan gembira, setiap pekerjaan menjadi kebahagiaan agung, tidak masalah betapa sulitnya proses yang ada. Bahkan ketika sepatu saya rusak selagi saya bekerja dan harus dibuang, atau ketika saya menjadi amat lelah untuk menggerakkan kaki saya, saya masih mampu mengumpulkan seluruh tenaga saya kembali guna kembali ke tempat kerja saya pagi dini hari berikutnya.

Berkat seluruh rekan kerja saya yang mulia, saya dapat mengetahui kemurnian dan kesejatian dalam diri mereka. Dan di atas segalanya, berkat pengaturan Guru, saya mampu memancarkan cahaya kekuatan, dan memuaskan keinginan saya guna menantang dan melewati diri jasmani saya.

Melampaui Keterbatasan Fisik

Oleh saudara inisiat Sam, Formosa

Retret Internasional tahun 1999 di Cape Town, Afrika Selatan merupakan pengalaman pertama saya ikut serta dalam retret luar negeri, dan merupakan suatu kejadian tak terlupakan dalam hidup saya. 

Lokasi perkemahan yang damai dan tenteram, langit biru yang cerah, tiupan angin laut yang lembut, dan suasana yang penuh keramahtamahan, serta tawa-ria para peserta membuat saya bertanya-tanya apakah saya sedang berada di Surga. Ini merupakan pertama kalinya saya keluar negeri dan merasa begitu dekat dengan Guru sejak tidak bertugas lagi di militer.

Namun, aspek yang paling menyenangkan dari retret ini adalah suatu kenyataan bahwa hanya satu minggu sebelumnya saya mengalami kecelakaan sewaktu pulang dari kelompok meditasi di center kami. Sepeda motor yang dilaju dengan kencang oleh seorang pelajar di jalan yang salah menabrak sepeda motor saya. Tulang di jari kaki kiri saya patah, dan sakitnya luar biasa. Saya hampir saja memutuskan untuk tidak ikut retret tersebut, namun menemukan semangat keberanian dari nasihat salah satu rekan inisiat: "Hal yang sepele atau vital, hanyalah merupakan suatu persepsi saja." Saya tahu bahwa kata-kata bijak yang diucapkan dengan tenang ini merupakan pesan secara tidak langsung dari Guru.

Beberapa hari setelah kecelakaan tersebut, saya melatih diri saya untuk menanggulangi rasa sakit tersebut atau membiarkannya mempengaruhi kehidupan saya sehari-hari. Saya berniat melakukan segala sesuatu sendiri karena saya tidak ingin menjadi beban bagi orang lain selama retret. Secara ajaib, empat hari setelah kecelakaan tersebut, saya dapat berjalan tanpa menggunakan tongkat! Selama berlangsungnya retret di Afrika Selatan, saya dapat berjalan tanpa bantuan, dan bahkan bergerak ke sana-sini guna membantu menghias lokasi perkemahan. Segera setelah retret berakhir, jari kaki saya telah sembuh dan saya dapat berjalan dengan biasa. Dengan demikian, retret di Afrika Selatan bukan saja membawakan pengalaman surgawi di bumi, namun juga membantu saya melampaui dan menanggulangi keterbatasan tubuh fisik ini!

Ke daftar isi


Kasih dalam Tindakan

 

Guru Welas Asih Melimpahkan Simpati-Nya pada Pengungsi Afganistan dengan Menyumbangkan US$ 100,000 untuk Meringankan Beban Mereka.

Dalam suasana reruntuhan perang Afghanistan, ribuan orang telah menjadi korban dari perang getir yang sekarang sedang berlangsung di negara mereka. Para yatim piatu dan janda yang tunawisma sungguh berada dalam situasi yang menyedihkan, sementara mereka kemungkinan besar tidak dapat melewati musim dingin mendatang. Mereka telah kehilangan orang-orang yang dikasihi, dan masih juga harus menghadapi kenyataan yang suram. Dengan simpati yang mendalam bagi para pengungsi Afghanistan, baru-baru ini Guru mengirimkan suatu pesan kepada Departemen Bantuan Bencana dari Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai, meminta para anggota untuk menyumbangkan bantuan kemanusiaan bagi mereka. Di bawah ini adalah pesan dari Guru:

Tanggal: 17 Oktober 2001

Kepada: Departemen Bala Bantuan.

Terlepas dari meditasi/doa bagi perdamaian dunia, mohon kirimkan bantuan bagi organisasi berikut ini:

1. UNICEF (The United Nations Children's Fund) US$50,000
2. The International Federation of the Red Cross and Red Crescent Societies US$50,000

sebagai bantuan yang dapat mereka salurkan bagi sesama insani kita di Afghanistan untuk memuaskan kebutuhan mendesak mereka di musim dingin ini.

Semoga Tuhan memberkahi kita semua dengan damai dan kasih!

Terima kasih,

Ching Hai

 

Persaudaraan Kasih dari Eropa

Musibah 11 September di Amerika Serikat merupakan suatu mimpi buruk yang mencekam tanpa peringatan bagi umat manusia yang tak terhitung di seluruh dunia. Sementara kepanikan, kecemasan, dan ketidakberdayaan menimpa sejumlah besar umat manusia, inisiat dari berbagai center di seluruh dunia telah meluncurkan kegiatan bantuan dan kasih berdasarkan perintah dari Guru. (Untuk lebih rinci, silakan lihat edisi majalah No. 126)


Sebagai contoh, jauh dari Amerika Serikat di belahan Lautan Atlantik, para inisiat Eropa menunjukkan perhatian yang sangat besar dan kasih sepenuh hati mereka dengan mengadakan meditasi kelompok secara sering dan sesi doa. Laporan ringkas mengenai kegiatan kasih dan bantuan dari beberapa Center Eropa diberikan di bawah ini.

 

Praha, Republik Ceko

Para inisiat Praha saling bertemu untuk meditasi kelompok tiga kali alih-alih sekali dalam seminggu. Para inisiat diminta untuk berdoa bagi kedamaian dunia dan meluangkan lebih banyak waktu bermeditasi di rumah agar dapat mengangkat daya positif di planet kita.

Viena, Austria

Begitu menerima pesan Guru, para inisiat Austria menyelenggarakan beberapa sesi meditasi termasuk retret tiga hari dengan harapan menyatukan kekuatan rohani bagi kebangkitan dini perdamaian dunia.

Sofia, Bulgaria

Inisiat setempat menyelenggarakan sesi meditasi dan doa dan menambah jumlah sesi meditasi kelompok, yang dimulai dengan doa hening dan tulus bagi kesepahaman yang lebih besar di antara umat manusia melalui cara yang penuh damai. Para inisiat berencana untuk menyelenggarakan suatu retret selama akhir pekan setiap bulan.

Lodz, Polandia

Setelah menerima instruksi dari Guru, Center Polandia segera memberitahukan seluruh inisiat setempat akan hal ini. Sesi meditasi kelompok dimulai dengan doa bagi perdamaian dunia termasuk cinta-kasih, kebijaksanaan, dan saling membantu dan kerja sama di antara umat manusia, sehingga umat manusia akan terbebas dari rasa cemas, perang, dan bentuk kekerasan lainnya.

Jerman

Menanggapi perintah Guru, para inisiat di Center Munich menyelenggarakan sesi empat hari doa dan meditasi kelompok pada tanggal 13 sampai 23 September. Center Berlin menyelenggarakan satu setengah hari retret di Uelzen, yang menarik para inisiat di seluruh negeri. Center Hamburg menyelenggarakan retret dua hari untuk berdoa bagi para korban bencana Amerika Serikat. Sementara itu, Center Dusseldorf menyelenggarakan retret dua hari pada tanggal 22 – 23 September, dengan sesi meditasi yang lebih lama di hari Sabtu. Para inisiat berharap bahwa umat manusia dapat memacu saling kesepahaman dalam cara yang penuh damai.

Dublin, Irlandia

Begitu menerima pesan Guru, Center Dublin segera menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh inisiat setempat dan meminta mereka ikut serta dalam meditasi kelompok. Sesi meditasi tersebut diatur pada hari Rabu dan Minggu untuk berdoa bagi kedamaian dunia dan korban bencana 9-11.

Brussela, Belgia

Para inisiat Belgia mengatur meditasi kelompok tambahan pada hari Minggu, 16 September. Hari itu merupakan hari yang penuh keheningan dan bahkan tetangga sebelah juga kelihatannya terpengaruh oleh suasana hening yang ada. Di sore hari, para inisiat membahas pesan Guru dan berbagi pandangan tentang kejadian tersebut. Mereka juga memutuskan untuk menyelenggarakan ‘hari retret’ tambahan secara bulanan dan mengumpulkan sumbangan dana bagi Amerika Serikat untuk membantu para korban bencana.

Amsterdam, Belanda

Inisiat setempat menyelenggarakan retret dua hari selama tanggal 29 – 30 September di akhir pekan untuk berdoa bagi mereka yang telah kehilangan nyawa mereka di New York, Arlington, Virginia, dan Pennsylvania, dan juga bagi kedamaian dunia.

Helsinki, Finlandia

Para inisiat di Finlandia bertemu untuk meditasi kelompok di hari Minggu dan berdoa bagi kedamaian dunia.

Ljbuljana, Slovenia

Inisiat Slovenia menyelenggarakan beberapa kali sesi meditasi kelompok di luar jadwal yang diperuntukkan bagi perdamaian dunia dan keserasian sosial.

 

Berkah Kasih Guru

Pada hari tragis tanggal 11 September 2001 di Kota New York, Guru memerintahkan para inisiat untuk menyiapkan hadiah yang menyentuh hati bagi para anak korban bencana. Segera setelah itu, Beliau memerintahkan kami untuk menyumbangkan sisa dana bantuan kepada para anak regu pemadam kebakaran, baik para korban maupun yang bukan, sehingga mereka dapat membeli mainan pilihan mereka. Oleh karena itu, kami membelanjakan sisa US$ 37,300 guna membeli 746 sertifikat hadiah yang bernilai masing-masing US$ 50. Sertifikat tersebut yang dimasukkan dalam amplop terpisah, dihadiahkan kepada  Departemen Pemadam Kebakaran New York dan Dana Para Janda dan Anak dari Asosiasi Persatuan Pemadam Kebakaran (UFA).

Pada pukul 1:30 siang tanggal 11 Oktober, empat rekan inisiat tiba di kantor pusat Departemen Pemadam Kebakaran New York. Dengan berkah Guru, kami dengan mudah menemukan tempat parkir di sekitar lokasi. Hal ini merupakan suatu keajaiban pada hari kerja di kota Manhattan. Di lobi, kami disambut oleh dua pemuda, yang memberitahukan kami bahwa beberapa petugas pemadam kebakaran masih berada di lokasi bencana dan beberapa benda yang ada di sana masih membara di bawah reruntuhan. Mereka begitu sedih atas kehilangan beberapa teman mereka, termasuk 343 anggota regu pemadam kebakaran yang meninggal di tengah bantuan bencana.

Begitu kami bertemu dengan Ketua Batalion Michael Canty, kami mengenalkan kelompok kami dan menjelaskan maksud kunjungan kami. Lalu kami mempersembahkan kepadanya sertifikat hadiah yang bernilai US$ 18,000, demikian juga buku contoh Guru dan majalah Berita. Dia berjanji untuk memberikan hadiah-hadiah tersebut pada anak-anak dari anggota regu pemadam kebakaran dan mengungkapkan penghargaannya atas kasih Guru sebelum mengambil beberapa foto bersama kami.

Dari departemen pemadam kebakaran, kami menuju ke kantor Dana Para Janda dan Anak UFA, di mana kami disambut oleh Ibu Tama Reilly. Dia begitu gembira menerima sertifikat hadiah tersebut, mengungkapkan bahwa anak-anak akan riang gembira membeli hadiah dan mainan yang mereka inginkan. Dia berkata bahwa beberapa orang memberikan mainan seperti beruang teddy yang mana tidaklah mudah disimpan atau diatur pengirimannya. Ibu Reilly meminta keterangan mengenai kelompok kita dan menunjukkan minat yang besar pada ajaran dan meditasi Guru. Dia dan beberapa rekan lainnya begitu tergerak oleh tindakan kasih kami dan berterima kasih pada kami atas hadiah yang dikemas dengan penuh perhatian tersebut, yang bernilai US$ 19,300, bagi anak-anak dari petugas pemadam kebakaran yang telah kehilangan nyawa mereka dalam tugas penyelamatan.

(Love3-1-127):Ketua Batalion Michael Canty(kedua dari kanan) dari Departemen Pemadam Kebakaran New York menerima sertifkat hadiah yang diberikan oleh Maha Guru Ching Hai bagi anak-anak anggota regu pemadam kebakaran. 
(Love3-1-127):Nona Tama Reilly (kedua dari kiri)dari Dana Janda dan Anak UFA menerima sertifikat hadiah yang diberikan oleh Maha Guru Ching Hai bagi anak-anak anggota regu pemadam kebakaran.

 

Pengeluaran Biaya Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai bagi "Bencana 911"  -- Usaha Bantuan (Tabel 1 and Tabel 2)

Tabel 1: Sumbangan Uang bagi Organisasi Nirlaba

Organisasi NirLaba

Daerah

Jumlah
(US$)

Lampiran Bukti

Firefighter Memorial Fund
(Dana Memorial Petugas Pemadam Kebakaran)

New York, AS

50,000.00

*

Red Cross
(Palang Merah)

New York, AS

50,000.00 10,000.00

911-A
*

Washington, DC, AS

50,000.00
1,000.00

911-B
*

Arlington, Virginia, AS

10,000.00

*

Salvation Army
(Bala Keselamatan)

New York, AS

50,015.00 10,000.00

911-C
911-D

Washington, DC, AS

50,000.00 1,000.00

911-E
*

Pennsylvania, AS

5,000.00

911-F

Crisis Link
(Lembaga Krisis)

Virginia, AS