Dunia Satwa

 

Kepolosan dan Keakraban
di antara Spesies yang Berlainan

Harimau dan Babi-babi di Kebun Binatang Harimau Sriracha, Bangkok, Thailand

 

 

Oleh Saudari-inisiat Wonwilai Rakkandee, Munich, Jerman (Asal dalam bahasa Jerman)

 

 

Di zaman milenium baru ini, Ibu Pertiwi sepertinya menyajikan lebih banyak dan semakin banyak contoh kasih tanpa batas yang diungkapkan di antara binatang-binatang yang biasanya dianggap sebagai binatang buas. Seekor harimau Bengala betina pada Kebun Binatang Harimau Sriracha di Thailand menunjukkan sesuatu yang luar biasa dalam hal ini, karena dia telah menjalin persahabatan yang lembut dengan babi-babi. Hal ini menunjukkan bahwa pola perilaku yang sudah menjadi kebiasaan dapat diatasi melalui pengasuhan yang lembut dan kasih sayang sejati.

 

Banyak yang dapat dipelajari dari Kebun Binatang Harimau Sriracha di Provinsi Chonburi, 50 mil (80 km) sebelah timur Bangkok, Thailand. Di sana ada sekitar 200 harimau Bengala, 100.000 buaya, dan berbagai macam binatang lainnya yang tinggal di habitat alamiah. Tempat itu mempunyai nama baik karena “mencapai sesuatu yang tidak mungkin” dengan memupuk persahabatan yang hangat di antara makhluk-makhluk dari spesies yang berbeda-beda dan sering kali di antara makhluk-makhluk yang secara naluri tidak merasa nyaman antara satu dengan lainnya.

Sebagai contoh, Sai Mai, seekor harimau Bengala yang berumur dua tahun lahir di kebun binatang tersebut dan sebagai anak harimau, ia disusui oleh seekor babi betina sampai dia berumur empat bulan. Awal yang tidak biasa bagi kehidupan kucing besar ini telah membuatnya mengembangkan hubungan yang penuh kasih dengan babi-babi yang lain, bahkan dengan seekor anjing; hal yang sungguh mengejutkan karena kucing dan anjing lazimnya saling bermusuhan. Selain itu, babi yang biasanya merupakan menu makanan harimau, akan tetapi kali ini ia sebaliknya menjadi tamu yang diundang dalam pesta makan para harimau! Namun Sai Mai dengan tenang menjaga enam babi kecil yang suka bermain-main di kebun binatang itu. Hal ini dapat dijadikan bahan renungan bagi manusia. Ratu hutan yang luar biasa ini dan teman-teman babinya telah memberikan bukti nyata dimana mereka dapat hidup berdampingan; kita bahkan tidak pernah bermimpi untuk bergaul dengannya.

Mungkin inilah saatnya bagi kita untuk menangkap isyarat dari Ibu Pertiwi dan juga belajar untuk hidup bertoleransi, saling mengerti, damai, dan selaras antar umat manusia dan Alam. Jika kita mengusahakannya, transformasi seperti itu sepertinya sungguh memungkinkan. Bagaimanapun juga, jika binatang-binatang itu bisa melakukannya, maka kita juga bisa. Sebagaimana Alkitab menyatakan, di Zaman Keemasan, hubungan baru dan tidak biasa yang tak terhitung banyaknya akan memenuhi dunia alam: “Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping anak kambing, dan anak lembu dan singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang disapih akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan melukai atau yang menghancurkan lainnya di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengetahuan akan Tuhan, seperti air menutupi lautan.” (Yesaya 11:6-9 )

 

 

Untuk mendapat foto dan informasi yang lebih banyak, silakan kunjungi situs web berikut ini: http://www.mysticfamiliar.com/library/l_innocence_and_familiarity.htm