Kasih dalam Tindakan

Laporan dari Washington, Amerika Serikat

Merasa Dekat dengan Tuhan
Saat Memberi Makan Anak-Anak-Nya

Oleh Grup Berita Seattle (Asal dalam bahasa Inggris)

Dengan tibanya musim liburan, rekan-rekan sepelatihan dari Center Seattle meneruskan tradisi tahunan mereka untuk memberikan bantuan kepada masyarakat setempat. Pada tanggal 27 November 2005, setelah retret dua hari, mereka menyiapkan makanan serta pakaian hangat untuk dibagikan kepada penduduk kota Seattle yang kurang beruntung.

Daerah Seattle terkenal dengan curah hujan yang tinggi dan musim dingin tahun ini juga tidak terkecuali. Pada pagi harinya, hujan deras turun, akan tetapi hujan tersebut tiba-tiba berhenti tepat beberapa jam sebelum para inisiat memulai pendistribusian barang di sudut-sudut jalan. Para tunawisma setempat segera berkumpul dan berbaris untuk menerima barang-barang yang sangat dibutuhkan. Dalam satu jam, kira-kira 400 orang penduduk yang kurang mampu telah menerima barang bantuan yang mengingatkan mereka bahwa Tuhan senantiasa mengasihi serta menjaga setiap jiwa.

Selama bertahun-tahun Guru telah memberikan berkah-Nya yang melimpah kepada para inisiat; dan sebaliknya para inisiat merasa bersyukur karena dapat berbagi nasib baik ini kepada para fakir miskin. Saat para inisiat mengamati senyum dan mendengar ungkapan syukur dari orang-orang tersebut, mereka diingatkan kepada kata-kata Guru: ”Kaum fakir miskin dan tunawisma mungkin tidak seperti yang terlihat; sebenarnya mereka di sana untuk mengajar kita bagaimana melayani dan bagaimana  mengembangkan kasih kita.”

Perluasan kasih ini ditunjukkan pada seluruh proyek bantuan tunawisma tahun 2005. Semua inisiat di Center Seattle turut membantu, seperti halnya dalam menyiapkan makanan, berbelanja pakaian maupun membagikan barang kepada mereka yang kurang mampu. Sebagai hasil upaya kerja sama ini, rasa kebersamaan dan kehangatan meliputi seluruh kegiatan sehingga membuat para inisiat menjadi semakin akrab. Mereka juga sangat bersyukur karena dapat berlatih Metode Quan Yin di bawah bimbingan Guru segala Guru.



 

Laporan dari Oregon, Amerika Serikat

Berbagi Kasih Guru pada Hari Thanksgiving

Oleh Kelompok Berita Oregon (Asal dalam bahasa Inggris)

Selama perayaan hari Thanksgiving tahun 2005, para inisiat di Center Oregon teringat kepada nasihat Guru agar kita senantiasa membantu mereka yang kurang mampu, terutama selama masa liburan. Dengan demikian, kami mengadakan tiga kegiatan untuk melayani teman-teman tunawisma di musim dingin ini.
 

Pemberian makanan di dapur tunawisma

Pertama, pada tanggal 17 November 2005, para murid memberikan makanan kepada tunawisma di pusat kota Portland, tepatnya di Blanchet House yang merupakan dapur utama para tunawisma. Secara keseluruhan, lebih dari 350 makanan disiapkan dan disajikan.

Juga, dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan mereka yang kurang mampu, para inisiat menghubungi banyak penampungan setempat untuk menanyakan barang-barang yang paling banyak dibutuhkan oleh para penghuninya. Dan karyawan di sana mengatakan, “Kaus kaki dan handuk mandi.” Para murid kemudian membeli 2.000 pasang kaus kaki dan 1.000 handuk mandi yang dibungkus dalam satu paket untuk memudahkan pembagian bersama dengan makanannya. Secara keseluruhan ada sekitar 300 bingkisan yang berisi kaus kaki, handuk mandi, dan informasi rohani yang telah dibagikan.

Supaya malam itu berakhir dengan manis, seorang saudari memanggang dua puluh pai dan lima belas kue. Kebanyakan dari para tunawisma dan karyawan Blanchet House mengungkapkan ketidakpercayaan mereka atas lezatnya makanan nabati yang mereka cicipi.

Pembagian bingkisan di malam hari Thanksgiving

Pada malam hari Thanksgiving, beberapa murid dari Center Oregon masih terus memberi perhatian kepada kaum papa dengan melakukan perjalanan ke pusat kota Portland dengan paket bingkisan yang berisi jas hujan, kaus kaki, handuk mandi, selimut bulu domba, dan makanan yang terdiri dari kalkun tahu, kentang giling, dan pengisinya.

Malam itu hujan turun dengan deras; jalanan pun terlihat sangat lengang. Meskipun cuaca saat itu buruk, akan tetapi beberapa orang tunawisma masih berada di luar. Beberapa orang memasang tenda di trotoar, sedangkan yang lainnya berusaha menemukan naungan di bawah jalan masuk. Pada saat para murid mendekati lokasi, salah seorang tunawisma berkomentar, ”Saya baru saja berpikir di mana Tuhan berada, dan saya tidak dapat mempercayai ada orang seperti Anda. Terima kasih!” Selanjutnya, para murid pergi ke bawah jembatan di mana biasanya banyak tunawisma berkumpul. Kami juga melihat para dermawan dari kelompok yang lain sedang membagikan makan malam berlauk kalkun. Bagaimanapun, saat para tunawisma melihat mobil kami, mereka dengan cepat datang menerima jas hujan, kaus kaki, dan selimut yang sangat dibutuhkan di malam yang dingin dan lembab.

Saat mereka membagikan makanan dan bingkisan, para murid sedih melihat banyak dari penerima yang sakit jiwa dan tidak dapat menjaga diri mereka sendiri. Akan tetapi kasih Guru tetap menghangatkan hati mereka saat mereka menerima barang-barang tersebut.

Saat yang penuh kebahagiaan

Kemudian pada tanggal 3 Desember 2005, para inisiat Center Oregon melayani  masyarakat lagi dengan mengunjungi Proyek Peralihan kota Portland,  suatu sarana yang membantu para tunawisma pindah ke perumahan. Untuk acara ini lebih banyak bingkisan disiapkan; termasuk makanan penutup dengan sepotong kue wortel, muffin, sepotong jeruk, dan kue keberuntungan yang dibungkus dengan rapi. Paket bingkisan yang lain berisi kaus kaki, pakaian, dan foto Guru. Selain itu, seorang saudara dari inisiat yang membuka restoran vegetarian memasak makanan yang mewah, masakan yang begitu lezat sehingga membuat orang-orang kembali untuk porsi yang kedua dan yang ketiga kalinya; dan dalam waktu satu jam semua makanan itu telah habis!

Setelah itu, pemimpin Agama setempat bertanya kepada para inisiat apakah ia dapat memimpin doa. Maka kelompok tersebut pindah ke ruang kosong dan membentuk lingkaran sambil berpegangan tangan. Pemimpin itu kemudian mengucapkan syukur serta memohon kepada Tuhan agar terus memberkahi orang-orang yang tinggal di sana.

Semua yang berpartisipasi dari Center Oregon merasa sangat tersanjung dan bersyukur karena dapat mewakili Guru dan keluarga Quan Yin dalam melayani kaum fakir miskin selama perayaan hari Thanksgiving. Dan mereka akan terus mengikuti nasihat Guru untuk melayani mereka yang kurang mampu selama masa liburan dan kesempatan lainnya.



 

Laporan dari Indiana, Amerika Serikat

Saat Badai Berakhir,
Muncul Langit Keemasan

Oleh Grup Berita Ohio (Asal dalam bahasa Inggris)

Pada hari Minggu tanggal 6 November 2005, angin topan dengan lebar tiga per empat mil dengan kecepatan 60 mil per jam telah menyapu seluruh negara bagian Kentucky dan Indiana. Topan tersebut merupakan topan terburuk dalam 30 tahun terakhir. Dalam waktu 42 menit, 23 orang ditemukan meninggal, ratusan rumah hancur, dan banyak lagi yang terluka.

Mendengar bencana tersebut, rekan praktisi dari Center Midwest Indiana, Ohio, dan Kentucky segera mengadakan rapat untuk merencanakan suatu upaya bantuan. Kemudian para saudara dan saudari menyiapkan kira-kira 300 bingkisan yang berisi air botol, lampu senter, makanan sehat, dan barang-barang keperluan pribadi. Pada pagi hari tanggal 8 November, sebuah tim bantuan mengadakan perjalanan dengan mobil dan truk menuju daerah Newburgh dekat Evansville, Indiana. Daerah itu merupakan daerah yang paling parah.

Setibanya di daerah Newburgh, para inisiat kemudian menjumpai sebuah tempat yang hancur sekali. Banyak rumah, mobil yang rata dengan tanah; dahan-dahan pohon yang tergantung patah dan semak belukar dipenuhi dengan reruntuhan yang tertiup angin. Daerah tersebut kelihatannya sama sekali tidak ada orangnya. Kemudian para praktisi berdoa kepada Guru untuk membimbing mereka ke tempat yang paling membutuhkan pertolongan mereka, dan dengan tiba-tiba muncul seorang laki-laki muda seperti malaikat. Ia dengan sukarela membawa rombongan kepada para korban yang membutuhkan bantuan.

Daerah yang ditunjuk laki-laki muda itu dijaga oleh tentara dan tidak seorang pun yang boleh masuk. Tetapi, setelah mengetahui karya bantuan Asosiasi bersama Palang Merah sebelumnya, rombongan pada akhirnya diizinkan masuk ke daerah yang rusak. Di tempat ini masih tinggal banyak pengungsi, tetapi ada rumah yang tanpa atap atau jendela; sedangkan yang lainnya hanya dindingnya saja. Penduduk setempat sangat gembira bertemu dengan para inisiat, lalu berkata, “Kami tidak mendapat bantuan sejak serangan angin topan dan Anda adalah bantuan pertama yang kami temui.” Laki-laki muda yang memandu rombongan ke lingkungan tersebut juga bersikeras membantu membagikan paket bingkisan. Dan karena tidak ada listrik, para penerima sangat menghargai lampu senter yang ada dalam bingkisan itu.

Saat berangkat, para inisiat memperhatikan wajah-wajah para korban yang jauh lebih cerah daripada saat mereka tiba. Kami merasa sangat berterima kasih karena dapat menyaksikan jelmaan welas asih Guru dalam membimbing mereka ke tempat yang tepat. Selain itu, melalui tanggapan para penerima yang penuh kegembiraan, para praktisi melihat bagaimana pemeliharaan Guru membawa harapan bagi kaum fakir miskin sehingga mereka dapat memiliki kekuatan untuk hidup. Walaupun banyak dari mereka tidak memahami alasannya, mereka merasa gembira setelah menerima bingkisan dari Guru. Dan syukur kepada-Nya, para saudara saudari pada akhirnya memahami bahwa kebahagiaan para korban berasal dari bingkisan yang paling sejati: Kasih Allah yang tidak terbatas.




Laporan dari California, Amerika Serikat

Biarkan Tuhan Melayani Melalui Kita

Oleh Grup Berita San Jose (Asal dalam bahasa Inggris)

Menuruti teladan welas asih dan nasihat kasih Guru untuk menjaga kaum yang kurang beruntung di musim dingin, para inisiat San Jose mengadakan tiga kegiatan untuk membantu para fakir miskin selama hari Thanksgiving dan liburan Natal.

Sebuah pesta Thanksgiving vegetarian untuk para tunawisma

Pertama, pada tanggal 21 November 2005 para inisiat menyajikan makanan vegetarian pada acara makan siang hari Thanksgiving yang disponsori oleh Tim Pusat Departemen perlindungan tunawisma negara bagian Santa Clara.

Acara makan siang tahun ini merupakan acara yang pertama kalinya para staf Departemen serta para penduduk setempat menikmati makanan vegetarian yang mewah. Mereka sangat takjub saat melihat makanan lezat yang disediakan; di antaranya adalah ayam kalkun vegetarian, selada, kentang tumbuk, nasi goreng, sup, dan dadar keju. Selama pesta, lebih dari 100 hidangan dihabiskan oleh para tunawisma yang mengagumi cita rasa yang lezat dari makanan yang tidak mengandung produk hewani ini.

Hadirin juga sangat berterima kasih kepada Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai karena telah mengadakan sebuah pesta hiburan yang dipersiapkan dengan cermat. Peristiwa ini akan selalu dikenang karena pesta ini adalah pesta yang pertama kalinya mereka dapat menikmati makanan tanpa pembunuhan makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Melihat tanggapan positif dari penduduk, staf Tim Pusat Departemen meminta para inisiat untuk menyajikan lebih banyak makanan lagi di waktu mendatang. Para praktisi pun dengan gembira menyetujuinya.

Memuliakan Semangat Kristus

Kemudian, pada tanggal 17 Desember 2005, dengan bantuan seorang pastor, para inisiat membagikan bingkisan Natal tahunan untuk para tunawisma di Gereja Kristen Pertama yang berlokasi dekat kantor pemerintah di pusat kota San Jose.

Tiga hari sebelum kegiatan, selebaran yang memuat lokasi dan waktu telah dibagikan di tempat penampungan tunawisma. Karena itu, pada hari pemberian bingkisan, banyak dari saudara dan saudari tunawisma yang dengan sabar mengantri beberapa jam sebelumnya. Dan saat para inisiat tiba pada pukul 2.00 siang, sebuah barisan panjang telah terbentuk. Bingkisan dari Santa Guru tahun ini terdiri dari jaket penghangat untuk orang dewasa dan anak-anak, kantong tidur, kaus kaki, sarung tangan, topi, sikat gigi, pasta gigi, sandwich vegetarian, botol minum, dan kue. Sebagai tambahan, keluarga dengan anak kecil juga menerima mainan.

Selama proyek ini, lebih dari 200 kantong bingkisan warna-warni dibagikan dengan penuh kasih. Tetapi, jumlah orang yang hadir dua kali lipat lebih dibanding tahun lalu sehingga banyak dari mereka yang tidak menerima bingkisan. Oleh karena itu, para inisiat menyiapkan lebih banyak bingkisan supaya tidak ada yang meninggalkan tempat dengan tangan kosong.

Nyanyian dari lubuk hati—Sebuah acara Natal khusus untuk para wanita dan anak-anak

Berikutnya, pada tanggal 20 Desember 2005, para praktisi bekerja sama dengan grup pelayanan Asian Americans for Community Involvement - AACI -  (Warga Amerika Keturunan Asia untuk Pemberdayaan Komunitas) untuk mengadakan  acara hiburan Natal bagi kaum wanita dari segala bangsa beserta anak-anak mereka yang selamat dari kekerasan lingkungan setempat. AACI (www.aaci.org) adalah organisasi sosial terbesar yang berupaya dalam pembelaan, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat untuk warga Amerika dari Asia Pasifik, di wilayah Santa Clara, California.

Sebelum acara menyanyi, para saudara dan saudari menjamu para tamu dengan serangkaian makanan vegetarian yang lezat. Bagi beberapa orang wanita, ini adalah pesta pertama kali yang dapat mereka hadiri dalam beberapa tahun ini sehubungan dengan situasi setempat. Selesai acara makan dan minum, acara nyanyian dimulai, dan pada sesi pertengahan, setiap orang ikut bernyanyi termasuk anak-anak. Selama acara tersebut, klien, staf dan para sukarelawan AACI dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu Natal dalam bahasa Inggris, Cina, dan Aulac. Suasana dalam pesta tersebut begitu meriah karena setiap orang ikut menyemarakkan acara tersebut!

Puncak acara ini adalah serangkaian permainan yo-yo Cina oleh saudara setengah-inisiasi yang memikat hadirin dengan bakat dan senyum yang mempesona. Acara ini juga diiringi oleh penyanyi yang memainkan piano. Kemudian, saat yang dinantikan tiba. Para tamu menerima bingkisan yang dibungkus warna-warni beserta satu kantong bingkisan yang dipersembahkan oleh AACI dan Center San Jose.

Selama acara khusus ini, para peserta merasakan kasih dan dukungan yang menunjukkan bahwa tidak masalah siapa atau di mana; kita adalah makhluk hidup yang terhubung erat dengan suatu komunitas yang lebih besar. Dan berkat lembaga seperti AACI, segi kebaikan dan keindahan komunitas semakin ditumbuhkan oleh para staf dan sukarelawan yang penuh dedikasi.

Melalui upaya bersama dengan Tim Pusat Departemen, Gereja Kristen Pertama, dan AACI; para saudara dan saudari Quan Yin lebih memahami kata-kata mutiara Guru, ”Menolong orang lain adalah menolong diri sendiri,” dan sungguh merasa sangat bahagia saat membawa kebahagiaan yang tak terbatas kepada orang lain. Oleh karena itu, musim liburan tahun ini adalah salah satu liburan yang paling baik dan mereka berketetapan hati untuk terus menjadi alat Tuhan dalam melayani.



 

Laporan dari San Fransisco, Amerika Serikat

Memberikan Kehangatan dan
Makanan Rohani di Musim Dingin

Oleh Grup Berita San Fransisco (asal dalam bahasa Inggris)

Pada tanggal 11 Desember 2005, para praktisi dari Center San Fransisco mengadakan proyek penyaluran bantuan tahunan mereka kepada penduduk tunawisma setempat. Upaya ini diadakan di awal musim, karena jika musim dingin tiba, suhu di daerah pantai San Francisco sangat dingin dengan curah hujan yang tinggi. Barang-barang yang diberikan kelak akan membantu mereka untuk menghadapi situasi yang buruk tersebut.

Pertama-tama, para praktisi membeli 100 buah kantong tidur, jaket, topi, kaus kaki, sarung tangan, dan makanan. Makanan dikemas ke dalam kantong yang disertakan salinan buku contoh Guru sehingga para tunawisma bisa mendapat manfaat secara rohani maupun materi.

Setelah selesai mengemas barang bantuan, para inisiat kemudian mengemudi sepanjang malam selama beberapa jam untuk mencari kaum fakir miskin. Pada saat menerima bingkisan, para tunawisma sangat berterima kasih. Para inisiat pun merasa sangat senang saat memberikan bantuan kepada individu-individu ini.

Terima kasih Guru, karena telah membantu para inisiat San Fransisco dalam memberikan bantuan kepada teman-teman yang kurang beruntung, Mereka akan mendapatkan manfaat dari barang-barang persediaan tersebut dan yang lebih penting lagi, dari makanan rohani-Mu yang tak terbatas.