Sebuah
Contoh yang Bersinar
Akan Pengorbanan
Oleh Saudari-inisiat Thu Hong
Nguyen, Sydney, Australia
(Asal dalam bahasa Aulac)
Selama sesi meditasi kelompok di Center Sydney baru-baru
ini, sebuah Sinar yang sangat kuat mendatangi saya dan membawa saya ke
suatu pantai putih di mana pasirnya bersinar dan terang bagaikan
kristal. Di depan saya dapat melihat Yesus Kristus berjalan bersama
kedua murid-Nya. Suasana saat itu penuh dengan kehangatan dan kasih.
Tiba-tiba ketiganya berhenti dan mahkota duri di atas kepala Yesus
mulai berputar dan menjadi semakin terang. Hati saya juga mulai
berputar ke arah yang sama dengan mahkota dan di dalam hati saya dapat
merasakan suatu kasih yang membuat saya merasa hangat, puas, dan
terlindungi seluruhnya. Selain itu, saya juga dapat merasakan bahwa ini
adalah sebuah pelajaran tentang pengorbanan yang harus saya pelajari
dan ingat. Saya kemudian berkata kepada diri saya sendiri, "Yesus
Kristus, saya sangat berterima kasih atas kedatangan-Mu, dan saya
berjanji akan senantiasa menaati ajaran-Mu."
Tiba-tiba saya dibawa ke sebuah hutan yang sunyi dan
dipenuhi dengan pohon yang sudah tua dan besar yang mengeluarkan sinar
yang indah. Saat saya sedang mengagumi tempat yang indah ini, saya
melihat 23 Buddha yang mengenakan jubah putih sedang berdiri
mengelilingi Guru kita terkasih. Di depan dan belakang jubah Guru
terdapat salib merah yang berpendar dan hampir menutupi seluruh
pakaian-Nya. Saat seluruh Buddha berkonsentrasi pada Guru, tenaga
kolektif mereka sangat kuat sehingga membuat alam semesta terguncang.
Pepohonan juga terus mengeluarkan sinar-Nya yang kuat. Saat itu Guru
tampak luar biasa terangnya, dan salib di jubah-Nya juga bersinar
dengan cemerlang dan langsung menuju hati saya. Saya merasa sangat
bahagia lalu berkata, "Guru terkasih, saya memuja-Mu di mana pun, dan
saya menawarkan segenap hati saya kepada-Mu. Mohon curahkan kekuatan-Mu
kepada saya selamanya. Mohon pimpinlah saya supaya apa pun yang saya
lakukan menjadi kehendak-Mu. Saya adalah pelayan-Mu; saya bersedia
menaati ajaran-Mu."
Kemudian, sebuah atmosfer surgawi yang hangat dan penuh
kasih mengelilingi saya. Hal ini membuat saya mengerti dengan sepenuh
hati bahwa Guru telah datang untuk mengajarkan saya pelajaran tentang
pengorbanan. Saya berterima kasih kepada-Mu atas ajaran yang membuat
saya mengerti bahwa saya datang ke dunia fisik ini untuk mengetahui
pelajaran ini; saya berterima kasih kepada-Mu atas kasih dan welas
asih-Mu saat mendidik saya; dan saya akan mengabdikan seluruh tubuh
pikiran dan perkataan sebagai alat untuk Kau gunakan. Saya juga ingin
menawarkan hati saya kepada-Mu dan membalas semua pengorbanan-Mu yang
tanpa batas untuk menyelamatkan saya. Terima Kasih, Guru. ♥
|