Wawasan tentang Alam

 

Mengurangi Perluasan Gurun
dengan Diet Vegetarian

Oleh Saudari-inisiat Lefki Pavlidis,  Australia (Asal dalam bahasa Inggris)

“Ada kenyataan di mana banyak tempat-tempat sampah dan gurun-gurun adalah hasil dari pemeliharaan binatang-binatang di masa lalu; karena di mana pun sapi dipelihara, tanahnya sering kali tidak bisa dipakai untuk bercocok tanam…Saya masih belum memberitahu kalian mengenai kewajiban moral dan perasaaan bersalah saat memakan daging binatang. Saya hanya mengatakan secara ilmu pengetahuan, aspek ilmiah.”~ Maha Guru Ching Hai

Sebagaimana pernyataan Guru di atas, dalam menanggapi pertanyaan mengenai kegunaan dari kehidupan binatang, dan apakah mereka harus dimakan; maka mengkonsumsi daging sama berbahayanya bagi kesehatan manusia, merugikan binatang, dan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan secara luas. Lebih spesifiknya, itu bisa menyebabkan konsumsi rumput yang berlebihan oleh lembu, domba, kambing, dan ternak lainnya sehingga mengubah lahan menjadi gurun, atau transformasi dari tanah gersang atau semi gersang menjadi gurun.

Secara global, karena permintaan terhadap daging semakin tinggi, maka banyak binatang dipelihara di padang rumput. Dengan berjalannya waktu, perilaku ini telah menghilangkan lapisan vegetasi alami tanah dan membuat tanah menjadi rentan akan erosi oleh angin dan hujan. Sebagai akibatnya, air membawa lapisan atas tanah sehingga membuat lahan menjadi tidak subur dan tidak bisa ditanami. Sebagai contoh, dari tahun 1950 hingga 1975, di Sahel, zona perbatasan di Afrika, antara Gurun Sahara di utara dan daerah yang lebih subur di selatan; daerah gurun bergerak ke selatan sejauh 100 km. Fenomena ini merupakan akibat dari konsumsi rumput yang berlebihan dan erosi.

Kejadian ini tidak sulit untuk diukur, mengingat betapa cepatnya permintaan manusia akan daging yang telah meningkat dalam dekade akhir-akhir ini. Sebagai contoh, antara tahun 1950 dan 2002; populasi lembu, domba, dan kambing di Cina berlipat tiga kali; dan binatang-binatang ini secara kolektif menghancurkan lapisan pelindung vegetasi di bagian barat dan utara provinsi di mana ternak merumput. Angin kencang kemudian datang dan membawa tanah yang telah terekspos menjadi daerah gurun. Dengan kondisi ini, jutaan ton lapisan atas tanah mungkin terkikis dalam sehari. Hal ini telah mengakibatkan penduduk pinggiran terkena badai debu dan wilayah mereka lambat laun berubah menjadi gurun.

Jika manusia terus meningkatkan konsumsi daging dengan laju seperti sekarang ini, maka akan lebih banyak tanah di dunia ini yang dibutuhkan untuk ternak. Akibatnya, bumi akan terus kehilangan tanah subur dan tanah gurun akan menjadi semakin luas. Hal ini tentunya akan menambah kerusakan lingkungan kita yang sudah rentan. Selain itu, akan banyak orang yang kelak menjadi tunawisma. Seperti yang dinyatakan di situs ilmiah yang terkenal www.worldwatch.org, ”Proses desertifikasi dapat membuat 135 juta orang di seluruh dunia kehilangan tanahnya.”

Akan tetapi, jika populasi Bumi berubah menjadi vegetarian, maka semua pohon yang seharusnya ditebang untuk lahan ternak akan berkurang dan tanah yang dipakai untuk kebutuhan bercocok tanam menjadi lebih sedikit, karena sekarang ini ada sekitar 70% dari padi-padian yang ditanam dipakai untuk menghidupi ternak. Di negera bagian Queensland, Australia, sebesar 95% hutan digunduli untuk ternak! Jadi, jika setiap orang menjadi vegetarian, akan banyak daerah yang dulunya dipakai untuk ternak akan dihijaukan kembali. Dengan demikian, hal ini dapat melindungi lingkungan dengan menurunnya emisi gas rumah kaca, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki pola hujan, dan mengurangi bencana alam akibat tanah longsor dan banjir besar.

Dengan fakta-fakta yang nyata ini,  sudah saatnya bagi umat manusia untuk berhenti melakukan pembantaian terhadap tanaman bumi dan saudara-saudari dari kerajaan binatang. Sebagai praktisi Quan Yin, kita dapat membantu proses perbaikan ini dengan memberikan contoh yang baik kepada orang lain, dengan mengikuti ajaran Guru, dengan menjalankan kehidupan yang agung sebagai vegetarian, dan berdoa semoga seluruh umat manusia dapat segera mengubah gaya hidupnya menjadi lebih penyayang, ramah lingkungan, dan menjadi vegetarian. Lebih lagi, saat ini Guru telah mengangkat kesadaran bumi ini ke dimensi yang lebih tinggi. Dengan melalui kemuliaan serta berkah-Nya, semoga umat manusia akan lebih menyayangi binatang–binatang dan menghormati Bunda Alam.


Referensi:

http://www.botany.uwc.ac.za/Envfacts/facts/desertification.htm
http://www.earth-policy.org/Books/PB/PBch1_ss4.htm
http://www.ciesin.org/docs/002-193/002-193.html
http://www.worldwatch.org/pubs/sow/2005/tocid/225/
http://www.viva.org.uk/guides/feedtheworld.htm
http://www.bodyfueling.com/ARTICLES/GMOs1.html
http://www.nrm.qld.gov.au/slats/report.html