Mutiara Kebijaksanaan

 

Sebuah Cerita dari Guru:
Hadiah Pencerahan


 

 

 

 

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai,
Meditasi Kelompok di Santimen, Formosa,
27~28 Desember 1992
(Asal dalam bahasa Inggris)

Kaset Video #300

Tujuan dari cerita perbandingan atau perumpamaan adalah untuk membantu kita mengerti apa yang dimaksud Guru. Sebaliknya, jika sang Guru tetap terus dan terus berbicara tentang ilmu agama, maka pikiran kita menjadi kosong dan tidak mengerti dengan baik. Tetapi, ketika kalian mendapat sebuah contoh yang bagus dan kalian mengerti maksudnya, maka kalian tidak akan melupakannya. Berlawanan dengan ceramah, sebuah cerita tidak mudah dilupakan. Kita mungkin mengerti sebuah ceramah, tetapi kita melupakannya dengan mudah.

Kita tidak melupakan sebuah cerita, karena hal itu lebih mudah diingat. Selain itu, sebuah cerita mengandung arti bahwa sang Guru berusaha untuk menjelaskan ajaran-Nya kepada kita. Oleh karena itu, sejak dahulu kala, para Guru selalu membuat cerita untuk murid-murid Mereka. Dan sekarang kita memiliki banyak cerita, semuanya berisi saran yang bermanfaat dan kebijaksanaan Surgawi. 

Tetapi, jika kita tidak berlatih dan menyadari artinya sendiri, kita tidak akan mengerti. Kita akan mengira cerita-cerita itu hanya dongeng atau lelucon saja, tetapi sebenarnya tidak. Contohnya, saya membaca sebuah cerita Yahudi tentang saat Musa pergi belajar dengan Guru yang lain, dan Guru itu memberitahukan Musa sesuatu yang sama dengan apa yang telah ia pelajari pada masa kanak-kanak, mungkin sutra atau teori yang sama. Tetapi, Musa tidak memahaminya karena Guru ini tercerahkan dan berbicara dengan cara yang tercerahkan.

Saya kira orang yang tidak tercerahkan juga tidak akan mengerti kenapa Musa tidak mengerti, tetapi kita mengerti. Contohnya, kadang-kadang Guru berbicara mengenai hal-hal yang sudah kita ketahui, tetapi hal itu tidaklah sama seperti sebelumnya. Jika kita tidak berlatih Metode Quan Yin, kita tidak akan mengerti karena Guru tidak berbicara dengan cara yang sama seperti setiap orang lain yang disebut guru di dunia ini. Para guru itu mungkin dapat berkhotbah atau menerangkan kitab Injil tetapi mereka tidak benar-benar mengerti kitab Injil. Jadi, apabila kita bersama dengan seorang Guru yang tercerahkan, kita mengerti segalanya. Orang lain bisa mengatakan hal yang hampir sama, tetapi mereka tidak mengerti. Jadi, itulah gunanya memiliki seorang Guru yang tercerahkan.