Tanya Jawab Pilihan
|
Biarkan
Tuhan yang Mengatur Alam Semesta
|
Disampaikan
oleh Maha Guru Ching
Hai, Retret Internasional Tiga-hari di Los Angeles,
California, Amerika Serikat, 17 Desember 1998 (Asal dalam bahasa
Inggris) Kaset Video #641
|
T:
Tradisi umat Buddha meliputi latihan Empat Vihara; yaitu cinta
kasih, welas asih, kegembiraan, dan kedamaian. Apakah baik jika kita
menerapkannya bersamaan dengan latihan kita dalam menyampaikan kasih?
G:
Jika itu membuat Anda nyaman, maka Anda dapat melakukannya sejak awal,
tetapi lakukan juga latihan kita.
T:
Seperti saat berjalan-jalan atau menemui banyak orang?
G:
Saya sangat menyarankan Anda untuk mengulang Nama-Nama Suci saja.
Jangan menggunakan pikiran Anda untuk menyampaikan kasih atau hal-hal
seperti itu, karena cara ini tidak akan membantu apa pun. Saat Anda
mengulang Nama-nama Suci, kasih yang tertinggilah yang Anda salurkan
secara spontan!
T:
Dengan segala kejujuran, saya belum benar-benar berhubungan dengan
Nama-Nama Suci.
G:
Maka santai saja. Ini adalah doa tertinggi yang Anda dapat berikan.
Sebagai contoh, semua keajaiban yang terjadi, semua penampakan yang
Anda dengar di retret atau di kaset, serta kasih yang Anda rasakan dari
orang-orang atau dari saya; itu bukan karena saya duduk di sana dan
membayangkan bahwa saya sedang melakukan Empat Welas Asih, menyampaikan
banyak hal ke segala penjuru. Saya hanya hadir. Saya membiarkan Tuhan
yang mengatur alam semesta dan menyampaikan welas asih-Nya. Saya
tidak melakukan apa pun.
Jadi, jika Anda ingin melakukan hal itu, Anda juga tidak perlu
melakukan apa pun. Anda hanya perlu mengulang Nama-Nama Suci,
bermeditasi, dan hal-hal lainnya akan datang. Selama berabad-abad, kita
sudah mencoba melakukan terlalu banyak hal, tetapi tidak ada apa pun
yang terjadi. Jadi, jangan lakukan apa pun, maka dunia dapat menjadi
damai. ♥
Sikap Syukur yang Tulus
Dapat Menarik Kemurahan Tuhan
Disampaikan oleh Maha
Guru Ching Hai, Retret Internasional Tiga-hari di Los Angeles,
California, Amerika Serikat, 17 Desember 1998 (Asal dalam bahasa
Inggris) Kaset Video
#641
T:
Saya sudah merindukan Anda sejak saya mendengar tentang Anda dan
membaca buku Kunci Pencerahan
Seketika. Dan pada saat saya sampai di sini, bahkan lebih dari
yang saya harapkan. Orang-orang di sekeliling saya di mana-mana,
para saudara dan saudari dipenuhi dengan kasih. Bahkan sebelum melihat
Anda, saya merasa seperti mengambang di udara; lalu saat saya
benar-benar melihat Anda, pikiran saya bergetar. Saya tidak tahu hendak
berkata apa. Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih banyak kepada
Anda. Selain itu, saya adalah seorang Muslim sejak lahir dan saya
melihat murid-murid Muslim yang lain di sini. Saya mengira hanya saya
saja! Terima kasih banyak, Guru. Semoga Anda panjang umur dan sehat
selalu. Terima kasih.
G:
Terima kasih, Anda sangat indah, sangat indah. Itulah yang saya
harapkan dari Anda semua: begitu santai, begitu bebas, begitu
tercerahkan, dan begitu penuh syukur atas kemurahan Tuhan. Semakin Anda
penuh dengan syukur, maka Anda akan melihat segala hal secara positif
dan hasil yang Anda akan dapatkan juga positif. Semakin kita penuh
syukur kepada Tuhan, semakin banyak kemurahan yang akan kita dapatkan.
Itulah lingkarannya. Maka, selamat, Saudara. Anda menempuh jalan yang
benar. ♥
 |
Guru Mencerminkan
Kesadaran Tuhan dari Para Murid
Disampaikan oleh Maha
Guru Ching Hai,
Retret Internasional Tiga-hari
di Los Angeles, California, Amerika Serikat,
17 Desember 1998
(Asal dalam bahasa Inggris)
Kaset Video
#641
|
|
T:
Halo Guru. Saya sesungguhnya tidak mempunyai pertanyaan. Saya
hanya ingin menyampaikan Selamat Hari Natal kepada Anda, dan melihat
Anda; sekarang saya mengerti betapa sabarnya Anda dengan semua orang
yang sedang membicarakan tentang pengalaman mereka dan mengajukan
banyak pertanyaan. Hari Natal ini, saya kira Anda sesungguhnya
memerlukan liburan, dan Anda seharusnya menikmati hari libur.
G:
Ya, sama dengan Anda! Terima kasih. Tidak apa-apa, itu adalah pekerjaan
saya. Hanya saja jika saya kelihatan sabar di depan Anda, itu karena
Anda semua sabar. Jika saya kelihatan tidak sabar, itu karena satu dari
Anda atau sebagian dari Anda tidak sabar atau membutuhkan
ketidaksabaran semacam itu. Saya bukanlah siapa-siapa. Saya bukannya
sabar, saya bukannya tidak sabar. Saya bukannya baik dan bukannya
jelek. Saya bukannya welas asih; saya bukanlah buruk. Saya hanyalah
lembaran kosong. Dan Tuhan melakukan apa saja yang Dia lakukan kepada
Anda demi keuntungan Anda sendiri.
Saya adalah lembaran kosong,
lembaran kertas putih, maka apa pun yang dituliskan di sana adalah
tanda tangan Anda sendiri. Bagaimanapun, terima kasih karena begitu
menyemangati. Saya tidak menganggap diri saya sebagai seorang yang
sangat sabar, saya tidak menganggap diri saya sendiri apa pun. Saya
tidak dapat merencanakan apa pun lagi.
T:
Seandainya saya berada di posisi Anda, maka saya sudah keluar pada lima
menit pertama.
G:
Saya tahu, saya berharap saya dapat seperti itu, tapi Dia merekatkan
saya di kursi ini: Si Pria Tua, Bapa kita. Karena Anda tidak duduk di
sini maka Anda berpikir seperti itu. Jika Anda duduk di sini, Anda
bahkan tidak dapat berpikir lagi. Anda hanyalah selembar kertas kosong
yang baru setiap saat.
T:
Baiklah, saya ingin sampai ke tempat itu.
G:
Anda akan, Anda akan. Semua dari kita akan sampai di sana. ♥
|
|