|
T:
Kakak sepupu saya melakukan bunuh diri. Dia selalu menjadi teladan
saya, saya ingin menjadi seperti dia, maka sekarang jadi lebih sulit.
Suatu hari saya mendapatkan pengalaman, dia menampakkan diri kepada
saya dan mengatakan bahwa dia baik-baik saya, lalu saya hampir
melakukan kesalahan yang sama. Saya juga ingin bunuh diri karena saya
tidak tahan terhadap dunia ini. Kemudian, tahun lalu Tuhan menampakkan
diri kepada saya dan mengatakan bahwa bunuh diri adalah hal yang paling
bodoh.
G:
Ya. Saya juga selalu mengatakannya.
T:
Ya, tetapi pada saat itu saya belum mengenal Anda.
G:
Bagus jika Tuhan berbicara seperti itu.
T:
Dia juga memberitahu saya bahwa saya masih mempunyai satu tugas penting
yang harus dilakukan dan saya berkata, “Jika saya masih mempunyai satu
tugas penting yang harus dilakukan, maka saya memerlukan seseorang
untuk menunjukkan tugas tersebut.” Dua minggu kemudian saya mendapatkan
selebaran Anda, lalu saya mempunyai perasaan yang hampir sama seperti
dua minggu sebelumnya saat Tuhan berbicara kepada saya.
G:
Itu sangat bagus.
T:
Tetapi, sebenarnya sebelumnya saya tidak percaya kepada Tuhan.
Kenyataan itulah yang paling berkesan. Dan sekarang saya ingin bertanya
kepada Anda, karena saya juga sakit, saya mempunyai penyakit epilepsi;
apakah ini ada hubungannya dengan seluruh keluarga saya dan ketegangan
dalam keluarga?
G:
Ya, itu adalah karma bersama dan juga unsur keturunan.
T:
Ini semacam tekanan bagi saya. Itulah mengapa saya tidak ingin hidup
lagi.
G:
Anda seorang yang sangat mengagumkan. Anda tidak perlu berpikir begitu
banyak. Jika Tuhan mengatakan Anda baik-baik saja, maka Anda baik-baik
saja. Apakah Anda percaya kepada Tuhan atau apakah Anda percaya kepada
diri Anda sendiri? Otak selalu mengatakan hal-hal yang negatif.
T:
Ya, sekarang saya mengenal-Nya, tetapi apakah saya harus pasrah
menerima serangan-serangan ini? Karena suatu kali, saat meditasi saya
juga mendapat serangan itu, dan ini sangat mengerikan. Dalam beberapa
hari, saya tidak lagi mempunyai kepercayaan diri lagi.
G:
Saya mengerti, tetapi kita harus kuat.
T:
Jadi, ini normal dan seharusnya, bukan?
G:
Ya, itu normal. Hidup selalu sulit untuk semua orang. Anda menderita
epilepsi, orang lain menderita asma. Kita semua memiliki berbagai hal.
Itulah harga dari sebuah kehidupan, Ok? Anda jangan terlalu sedih,
tetapi teruslah berpikir dengan positif.
T:
Saya tidak berniat untuk melakukan hal yang sama seperti saudara sepupu
saya.
G:
Tidak, Anda tidak akan mengikutinya. Dia melakukan kesalahan yang
besar, bukan hanya kesalahan, tapi melakukan hal yang bodoh! Itulah hal
yang paling bodoh yang orang bisa lakukan. Anda tidak boleh mengikuti
contohnya. Kita harus mempunyai tujuan yang lebih tinggi; tujuan yang
lebih mulia, lebih indah, lebih bagus, dan lebih positif. Kita tidak
boleh mencontoh hal yang buruk, bodoh, dan pikiran rendah seperti itu.
T:
Karena Anda, saya berhenti merokok dan minum-minum.
G:
Lihat, Anda sudah membuat begitu banyak kemajuan!
T:
Dan saya berpola makan nabati; semua ini terjadi dalam waktu tiga
minggu.
G:
Hanya tiga minggu? Itu bagus. Anda mengagumkan! Anda harus menjadi
contoh untuk orang lain sehingga mereka juga akan berhenti merokok dan
sebagainya. Anda harus selalu seperti ini, menjadi contoh, Ok?
Itulah tugas Anda.
T:
Sampai sekarang cukup sulit, karena apa yang terjadi di sekeliling saya
sangat berlawanan.
G:
Anda tidak boleh berpikir seperti ini, Ok? Berpikirlah yang positif.
Kadang-kadang kita datang ke sini dengan suatu pilihan yang sangat,
sangat khusus; tetapi ketika kita sampai di sini, kita menjadi lupa.
Maka pilihan khusus yang kita buat di Surga menjadi seperti suatu
rintangan, suatu beban selama kehidupan kita di sini. Tetapi,
sebenarnya berkah datang dalam banyak cara dan banyak penyamaran. Dalam
bahasa Inggris, mereka mengatakannya seperti “Pohon yang paling kuat
tumbuh di tanah yang paling gersang”. Maka kita tidak boleh
berkonsentrasi pada pilihan yang kita sudah buat, atau yang disebut
kekurangan, yang kita kira kita miliki; karena pada akhirnya segalanya
hanyalah ilusi. Berkonsentrasilah pada apa yang ingin kita raih dan apa
kelebihan kita; jangan berkonsentrasi pada kekurangan kita. Tak ada
habisnya kekurangan yang kita miliki. Tetapi ada banyak kelebihan yang
kita sadari atau tidak.
Maka kita memiliki lebih banyak hal lagi untuk
digunakan. Ketika saya muda, karena saya sangat kecil, orang-orang
mengejek saya dan saya merasa sedih. Tetapi, setelah beberapa saat,
saya bertemu orang lain yang mengasihi saya karena saya kecil, lalu
saya menyadari bahwa orang-orang yang mengejek saya itu tidak baik.
Maka sebenarnya, segala sesuatu dalam hidup ini mempunyai suatu maksud.
Sebelum kita datang ke dunia ini, kita memilih cara yang lebih sulit
untuk berlatih. Kita berkata, “Baiklah, saya ingin menjadi seorang yang
lebih pendek atau seorang yang lebih gemuk, atau seorang yang secara
khusus sangat tinggi, atau saya ingin menjadi orang cacat untuk
mendapat kemajuan yang lebih cepat dalam menemukan Tuhan, atau membantu
orang lain yang berada di posisi yang sama dengan saya, untuk dapat
menemukan Tuhan.”
Tetapi, pada saat kita datang ke sini, kita mengenakan
otak manusia ini, lalu kita mulai membandingkan diri kita dengan orang
lain. Setelah itu, kita mulai merasakan kesulitan dan merasa bahwa
pilihan kita sangat tidak menguntungkan. Tetapi, ini hanyalah pikiran
yang berpikir seperti itu. Kita adalah Tuhan, dan saat kita kembali ke
Surga atau saat kita benar-benar tercerahkan, penampilan apa pun tidak
masalah lagi bagi kita. Kita tidak merasa terganggu lagi. Maka hal yang
terpenting adalah menjadi tercerahkan supaya kita bisa menemukan Surga
saat ini, supaya kita tahu bahwa diri kita sebenarnya bukanlah apa pun.
Bukanlah kecantikan atau cacat jasmani itu. Itu semua bukan kita, itu
semua hanyalah pakaian yang kita kenakan. Maka, yang terpenting adalah
menjadi tercerahkan, bukan menjadi apa pun yang lain, lalu hal lainnya
akan datang.
Saya tidak ingat apakah saya pernah menceritakan kisah
ini. Dahulu ada orang bongkok yang sangat terkenal. Suatu hari, dia
bertemu istri masa depannya di depan pintu. Dia sangat cantik, tapi
pria itu cacat. Laki-laki itu jatuh cinta dengannya dan berharap agar
wanita itu menjadi istrinya. Akan tetapi, perempuan itu, tentu saja,
memandang rendah kepadanya. Maka laki-laki itu berkata, “Apa Anda
percaya bahwa jodoh berasal dari Surga?” Dan dia berkata, “Ya, tetapi
mengapa begitu?”
Lalu laki-laki itu berkata kepadanya, “Karena kita
seharusnya menikah. Pernikahan kita sudah ditakdirkan oleh Surga.” Lalu
wanita itu berkata, “Bagaimana engkau bisa berkata seperti itu?” dan
dia menjawab, “Tidakkah engkau ingat? Sebelum kita datang ke sini,
Tuhan berkata kepada kita bahwa salah satu dari kita harus menjadi
bongkok. Yang harus bongkok itu seharusnya engkau, tetapi saya
mengambil alih. Saya berkata kepada Tuhan, ‘Oh, Tuhan, sangat
mengerikan bagi seorang perempuan menjadi bongkok. Biarkan saya saja.’
Inilah sebabnya saya menjadi seperti ini dan engkau tetap cantik.”
Jadi, bagaimanapun juga, cerita ini menyentuh hati
wanita itu dan membuatnya ingat bahwa hal-hal yang dikatakan laki-laki
itu adalah benar. Laki-laki itu pasti juga seorang suci, dan mereka
menikah dan hidup bahagia selamanya. Maka, mungkin Anda berkorban untuk
seseorang dan Anda bahkan tidak mengetahuinya. Mungkin Anda akan
bertemu dengannya suatu hari, dan mengingatkan mereka mengenai utang
tersebut.♥
|