Tanya Jawab Pilihan

 

 

 

 


 

Kesulitan adalah
Harga dari Kehidupan

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retret Internasional Tiga-hari di Los Angeles,
California, Amerika Serikat, 17 Desember 1998 (Asal dalam bahasa Inggris) Kaset Video #641

 

T: Kakak sepupu saya melakukan bunuh diri. Dia selalu menjadi teladan saya, saya ingin menjadi seperti dia, maka sekarang jadi lebih sulit. Suatu hari saya mendapatkan pengalaman, dia menampakkan diri kepada saya dan mengatakan bahwa dia baik-baik saya, lalu saya hampir melakukan kesalahan yang sama. Saya juga ingin bunuh diri karena saya tidak tahan terhadap dunia ini. Kemudian, tahun lalu Tuhan menampakkan diri kepada saya dan mengatakan bahwa bunuh diri adalah hal yang paling bodoh.

G: Ya. Saya juga selalu mengatakannya.

T: Ya, tetapi pada saat itu saya belum mengenal Anda.

G: Bagus jika Tuhan berbicara seperti itu.

T:  Dia juga memberitahu saya bahwa saya masih mempunyai satu tugas penting yang harus dilakukan dan saya berkata, “Jika saya masih mempunyai satu tugas penting yang harus dilakukan, maka saya memerlukan seseorang untuk menunjukkan tugas tersebut.” Dua minggu kemudian saya mendapatkan selebaran Anda, lalu saya mempunyai perasaan yang hampir sama seperti dua minggu sebelumnya saat Tuhan berbicara kepada saya.

G: Itu sangat bagus.

T: Tetapi, sebenarnya sebelumnya saya tidak percaya kepada Tuhan. Kenyataan itulah yang paling berkesan. Dan sekarang saya ingin bertanya kepada Anda, karena saya juga sakit, saya mempunyai penyakit epilepsi; apakah ini ada hubungannya dengan seluruh keluarga saya dan ketegangan dalam keluarga?

G: Ya, itu adalah karma bersama dan juga unsur keturunan.

T: Ini semacam tekanan bagi saya. Itulah mengapa saya tidak ingin hidup lagi.

G: Anda seorang yang sangat mengagumkan. Anda tidak perlu berpikir begitu banyak. Jika Tuhan mengatakan Anda baik-baik saja, maka Anda baik-baik saja. Apakah Anda percaya kepada Tuhan atau apakah Anda percaya kepada diri Anda sendiri?  Otak selalu mengatakan hal-hal yang negatif.

T: Ya, sekarang saya mengenal-Nya, tetapi apakah saya harus pasrah menerima serangan-serangan ini? Karena suatu kali, saat meditasi saya juga mendapat serangan itu, dan ini sangat mengerikan. Dalam beberapa hari, saya tidak lagi mempunyai kepercayaan diri lagi.

G: Saya mengerti, tetapi kita harus kuat.

T: Jadi, ini normal dan seharusnya, bukan?

G: Ya, itu normal. Hidup selalu sulit untuk semua orang. Anda menderita epilepsi, orang lain menderita asma. Kita semua memiliki berbagai hal. Itulah harga dari sebuah kehidupan, Ok? Anda jangan terlalu sedih, tetapi teruslah berpikir dengan positif.

T: Saya tidak berniat untuk melakukan hal yang sama seperti saudara sepupu saya.

G: Tidak, Anda tidak akan mengikutinya. Dia melakukan kesalahan yang besar, bukan hanya kesalahan, tapi melakukan hal yang bodoh! Itulah hal yang paling bodoh yang orang bisa lakukan. Anda tidak boleh mengikuti contohnya. Kita harus mempunyai tujuan yang lebih tinggi; tujuan yang lebih mulia, lebih indah, lebih bagus, dan lebih positif. Kita tidak boleh mencontoh hal yang buruk, bodoh, dan pikiran rendah seperti itu.

T:  Karena Anda, saya berhenti merokok dan minum-minum.

G: Lihat, Anda sudah membuat begitu banyak kemajuan!

T: Dan saya berpola makan nabati; semua ini terjadi dalam waktu tiga minggu.

G: Hanya tiga minggu? Itu bagus. Anda mengagumkan! Anda harus menjadi contoh untuk orang lain sehingga mereka juga akan berhenti merokok dan sebagainya. Anda harus selalu seperti ini, menjadi contoh, Ok?  Itulah tugas Anda.

T: Sampai sekarang cukup sulit, karena apa yang terjadi di sekeliling saya sangat berlawanan.

G: Anda tidak boleh berpikir seperti ini, Ok? Berpikirlah yang positif. Kadang-kadang kita datang ke sini dengan suatu pilihan yang sangat, sangat khusus; tetapi ketika kita sampai di sini, kita menjadi lupa. Maka pilihan khusus yang kita buat di Surga menjadi seperti suatu rintangan, suatu beban selama kehidupan kita di sini. Tetapi, sebenarnya berkah datang dalam banyak cara dan banyak penyamaran. Dalam bahasa Inggris, mereka mengatakannya seperti “Pohon yang paling kuat tumbuh di tanah yang paling gersang”.  Maka kita tidak boleh berkonsentrasi pada pilihan yang kita sudah buat, atau yang disebut kekurangan, yang kita kira kita miliki; karena pada akhirnya segalanya hanyalah ilusi. Berkonsentrasilah pada apa yang ingin kita raih dan apa kelebihan kita; jangan berkonsentrasi pada kekurangan kita. Tak ada habisnya kekurangan yang kita miliki. Tetapi ada banyak kelebihan yang kita sadari atau tidak.

Maka kita memiliki lebih banyak hal lagi untuk digunakan. Ketika saya muda, karena saya sangat kecil, orang-orang mengejek saya dan saya merasa sedih. Tetapi, setelah beberapa saat, saya bertemu orang lain yang mengasihi saya karena saya kecil, lalu saya menyadari bahwa orang-orang yang mengejek saya itu tidak baik. Maka sebenarnya, segala sesuatu dalam hidup ini mempunyai suatu maksud. Sebelum kita datang ke dunia ini, kita memilih cara yang lebih sulit untuk berlatih. Kita berkata, “Baiklah, saya ingin menjadi seorang yang lebih pendek atau seorang yang lebih gemuk, atau seorang yang secara khusus sangat tinggi, atau saya ingin menjadi orang cacat untuk mendapat kemajuan yang lebih cepat dalam menemukan Tuhan, atau membantu orang lain yang berada di posisi yang sama dengan saya, untuk dapat menemukan Tuhan.” 

Tetapi, pada saat kita datang ke sini, kita mengenakan otak manusia ini, lalu kita mulai membandingkan diri kita dengan orang lain. Setelah itu, kita mulai merasakan kesulitan dan merasa bahwa pilihan kita sangat tidak menguntungkan. Tetapi, ini hanyalah pikiran yang berpikir seperti itu. Kita adalah Tuhan, dan saat kita kembali ke Surga atau saat kita benar-benar tercerahkan, penampilan apa pun tidak masalah lagi bagi kita. Kita tidak merasa terganggu lagi. Maka hal yang terpenting adalah menjadi tercerahkan supaya kita bisa menemukan Surga saat ini, supaya kita tahu bahwa diri kita sebenarnya bukanlah apa pun. Bukanlah kecantikan atau cacat jasmani itu. Itu semua bukan kita, itu semua hanyalah pakaian yang kita kenakan. Maka, yang terpenting adalah menjadi tercerahkan, bukan menjadi apa pun yang lain, lalu hal lainnya akan datang.

Saya tidak ingat apakah saya pernah menceritakan kisah ini. Dahulu ada orang bongkok yang sangat terkenal. Suatu hari, dia bertemu istri masa depannya di depan pintu. Dia sangat cantik, tapi pria itu cacat. Laki-laki itu jatuh cinta dengannya dan berharap agar wanita itu menjadi istrinya. Akan tetapi, perempuan itu, tentu saja, memandang rendah kepadanya. Maka laki-laki itu berkata, “Apa Anda percaya bahwa jodoh berasal dari Surga?” Dan dia berkata, “Ya, tetapi mengapa begitu?”

Lalu laki-laki itu berkata kepadanya, “Karena kita seharusnya menikah. Pernikahan kita sudah ditakdirkan oleh Surga.” Lalu wanita itu berkata, “Bagaimana engkau bisa berkata seperti itu?” dan dia menjawab, “Tidakkah engkau ingat? Sebelum kita datang ke sini, Tuhan berkata kepada kita bahwa salah satu dari kita harus menjadi bongkok. Yang harus bongkok itu seharusnya engkau, tetapi saya mengambil alih. Saya berkata kepada Tuhan, ‘Oh, Tuhan, sangat mengerikan bagi seorang perempuan menjadi bongkok. Biarkan saya saja.’ Inilah sebabnya saya menjadi seperti ini dan engkau tetap cantik.”

Jadi, bagaimanapun juga, cerita ini menyentuh hati wanita itu dan membuatnya ingat bahwa hal-hal yang dikatakan laki-laki itu adalah benar. Laki-laki itu pasti juga seorang suci, dan mereka menikah dan hidup bahagia selamanya. Maka, mungkin Anda berkorban untuk seseorang dan Anda bahkan tidak mengetahuinya. Mungkin Anda akan bertemu dengannya suatu hari, dan mengingatkan mereka mengenai utang tersebut.