Seni Adikarya

 

Mengenai kreativitas-Nya, Maha Guru Ching Hai berkata, ”Saya tidak pernah menerima pendidikan formal di bidang desain seni. Akan tetapi, setelah bermeditasi selama bertahun-tahun, saya sekarang penuh dengan inspirasi.” Pada kenyataannya, pada suatu kesempatan, Guru melukis beberapa lusin kipas dalam satu malam, semuanya menampilkan warna-warna yang harmonis, komposisi yang cemerlang, dan memiliki arti rohani yang mendalam. Karya yang didekorasi dengan cemerlang ini sama halusnya dengan kipas yang disulam dengan tangan. Masing-masing menampilkan gaya dan arti  yang berbeda. Beberapa desain bergaya kontemporer, dan sejumlah desain bergaya elegan nan klasik, sementara yang lainnya kaya akan suasana lucu yang mencerminkan rasa humor dan kemurnian anak kecil yang dimiliki sang perancang.

Menikmati karya-karya yang menyegarkan dan memuaskan yang dibuat oleh Maha Guru Ching Hai ini sama menyenangkannya seperti mencicipi madu Surgawi. Karena itu, untuk membagikan keindahan dan kreativitas adikarya seni Guru kepada dunia, dengan rahmat Tuhan, delapan dari kipas tersebut telah diproduksi ulang.

Naga Mendapatkan Mutiara

Dalam  karya ini, seekor naga mendapat mutiara yang ia inginkan, namun terlalu besar untuk ditelan. Fakta bahwa mutiara itu lebih besar dari sang naga merupakan pertanda baik yang melambangkan kepuasan yang penuh.

Terlalu Tercerahkan (Mata Keempat)

Kipas ini merefleksikan  pandangan sejumlah orang yang mengaku memiliki mata keempat yang berarti mengangkat kedudukan mereka melampaui tingkat Buddha.

Mangkuk Surgawi











 
Gambar di kipas ini adalah mangkuk sedekah Buddha Shakyamuni yang dipenuhi dengan sayur-sayuran berbagai warna.

Hujan di atas Tanaman Talas







Pada karya ini, hujan yang turun di awal sore hari pada talas telah menciptakan nuansa keunguan yang sejalan dengan terbenamnya matahari.
 

Bima Sakti

Matahari Terbenam

Perahu Keemasan

Gerbang Istana