Laporan
dari Formosa
Berlayar Menuju Zaman Keemasan Melalui Karya Seni Guru
Oleh Grup
Berita Taipei (Asal dalam bahasa Cina)
[Taipei] Dari tanggal
29 Oktober hingga 3 November 2005, para inisiat dari Center Taipei
menyelenggarakan pameran karya seni Maha Guru Ching Hai yang berjudul
“Berlayar menuju Zaman Keemasan” di Aula Pendidikan Sosial Kota Taipei.
Acara tersebut merupakan gabungan antara wawasan rohani dengan seni
rupa. Penduduk Formosa dari berbagai sektor masyarakat menyambut baik
acara ini.
Pada tanggal 29 Oktober, sekitar dua
ratus pengunjung, termasuk sejumlah besar selebriti Formosa turut
menyemarakkan upacara pembukaan. Hiburan musik, teh, dan cemilan yang
enak disediakan oleh para rekan sepelatihan. Dalam pidatonya, Zhuo
Clement, seorang artis terkenal, mengatakan, “Ketika pertama kali saya
melihat lukisan Maha Guru Ching Hai, saya memiliki keyakinan bahwa
lukisan-lukisan tersebut merupakan mahakarya dari seorang Guru seniman.
Setiap karya tersebut mengungkapkan pengetahuan dan kebahagiaan batin
Maha Guru dalam kehidupan-Nya sehari-hari, dan mengandung perenungan
yang agung.”
Lukisan dan Lampu Panjang Umur kreasi
Guru yang dirancang dengan unik dan elok tersebut telah menarik
perhatian dari para pakar seni dan masyarakat umum. Bahkan sebelum
upacara pembukaan dimulai, sebagai contoh, Ibu Huang, seorang guru
rancang grafik dari Sekolah Dasar Guangfu, telah hadir untuk mengagumi
karya-karya Guru dan secara khusus terkesan dengan lukisan Bunga-Bunga Kayangan (Heavenly Flowers).
Ia berkata, “Karya ini tampak mencerminkan bunga teratai yang mekar di
dalam hati Maha Guru Ching Hai dan menunjukkan keadaan yang tak ternoda
oleh dunia materi.” Pengunjung lainnya, Bapak Liu Zhao-Ming, adalah
sosok legendaris di Formosa yang menjadi terkenal dalam waktu semalam
ketika ia melukis naga setinggi 42-kaki dalam waktu 95 detik. Bapak Liu
juga seorang pakar dalam seni kaligrafi dan lukisan. Lebih dari sepuluh
tahun yang lalu ia turut membantu membuatkan banyak bingkai foto Guru
dan membaca buku-Nya. Dia secara khusus mengagumi bingkai foto yang
dirancang secara pribadi oleh Guru. Setiap bingkai diukir secara
eksklusif untuk menyesuaikan dengan jenis foto tertentu supaya lebih
baik dalam mengungkapkan pesan yang ada. Meskipun bingkai-bingkai
tersebut dibuat dengan menggunakan teknik pembuatan kayu biasa, namun
gaya lukisan Guru yang unik, murni, dan alami dapat ditonjolkan secara
sempurna. Pada hari kedua, Bapak Liu membawa sekelompok pelajar ke
tempat pameran, dan menerangkan kepada mereka pesan yang terpancar dari
karya seni Guru serta mengungkapkan tafsirannya pada tiap lukisan.
 |
◄◄ Artis Formosa yang terkenal, Bapak Zhuo
Clement

|
Pada tanggal 2 November, Bapak Zhang
Yong-Chun, seorang artis masa kini datang ke Aula Pendidikan Sosial
Kota Taipei untuk mempromosikan penerbitan salah satu kaset rekaman
lagu-lagu rakyatnya. Dan sewaktu mengunjungi pameran karya seni Guru,
ia secara intuisi merasakan tingkat rohani dan sifat mulia Guru serta
mengenali cita-cita-Nya dalam mendorong semangat “Kebenaran, Kebajikan,
dan Keindahan”. Ia mengatakan, “Saya mengetahui bahwa Guru berusaha
untuk mengenalkan alam rohani dan mengirimkan pesan keindahan kepada
dunia melalui karya seni.” Bapak Zhang juga meminta buku contoh untuk
belajar lebih lanjut mengenai Metode Quan Yin dan ajaran-ajaran Guru.
Ia juga mengungkapkan minatnya untuk berkunjung ke Center Hsihu.
Sebagai tambahan, banyak orang yang
memiliki jodoh dapat belajar meditasi Metode Kemudahan selama pameran
berlangsung. Di antara mereka terdapat Bapak Kalev Keeroja, seorang
artis Estonia yang sedang melakukan pertunjukan di Formosa dan
menggunakan waktu luangnya untuk mengunjungi pameran. Bapak Keeroja
benar-benar menyukai lukisan dan Lampu Panjang Umur kreasi Guru. Ketika
ia tahu bahwa sesi pengajaran Metode Kemudahan sedang diadakan, ia
merasa senang dan segera meminta untuk ikut serta. Lalu setelah
mempelajari Metode tersebut, ia menjadi amat senang dan berkata, “Saya
akan menghubungi praktisi setempat setelah kembali ke Estonia sehingga
saya bisa lebih banyak mempelajari ajaran-ajaran Guru.” Pada akhirnya,
kami mengucapkan syukur atas berkah Guru karena festival seni rupa dan
penginspirasian rohani “Berlayar Menuju Zaman Keemasan” berakhir dengan
suatu catatan keberhasilan. ♥
|