Laporan Utama - Menemani Anak-Anak Tuhan untuk Tumbuh Dewasa

Satu-Satunya Metode untuk Perkembangan Spiritual - Melakukan Tugas Tuhan dan
Ikut dalam Meditasi Kelompok

Oleh Saudara-inisiat Gerald, Taipei, Formosa
(Asal dalam bahasa Cina)

Dua belas tahun telah berlalu sejak saya diinisiasi pada usia 13 tahun. Seiring dengan kemajuan perjalanan spiritual, kebiasaan yang paling bermanfaat yang telah saya kembangkan adalah mengikuti meditasi kelompok di Center setempat dan Center Hsihu.

Sejak masa kanak-kanak, saya senantiasa mengingat wejangan Guru: “Meskipun kalian harus mengesampingkan seratus pekerjaan duniawi, pergilah ke meditasi kelompok setiap minggu.” Karena itu, saya pasti akan pergi berrmeditasi kelompok setiap minggu. Pada saat saya kuliah di universitas, pergi ke Center untuk bermeditasi telah menjadi kebiasaan saya. Ketika saya tidak perlu pergi kuliah, saya akan melompat ke atas motor dan pergi ke Center untuk bermeditasi. Karena itu, saya memiliki banyak kesempatan untuk melakukan tugas Tuhan. Kadang-kadang saya bergabung dengan rekan-rekan inisiat yang sebaya untuk merencanakan dan mempersiapkan kegiatan-kegiatan; sekali-sekali saya bergabung dengan para inisiat yang lebih tua untuk melakukan kerja yang berat. Kedua jenis pekerjaan itu membuat saya merasa terpenuhi, terpuaskan, dan bahagia. Semangat pengorbanan dari rekan-rekan sepelatihan dalam melayani orang banyak senantiasa menjadi tolok ukur saya untuk menyamainya. Karena itu, saya telah belajar dengan sangat cepat dan berkembang dengan pesat karena melakukan tugas Tuhan.

Sebelum masa tugas militer, saya berdoa kepada Tuhan agar memberkahi saya sehingga saya dapat mempertahankan pola makan vegetarian yang murni dan mengikuti meditasi kelompok selama masa tersebut. Atas rahmat Tuhan, keinginan saya semuanya terkabulkan. Selama masa dinas, saya bisa mengikuti meditasi kelompok di Center setempat dan Center Hsihu hampir setiap minggu. Sesungguhnya, doa yang tulus senantiasa terkabul!

Sebelum inisiasi, saya sangat gemar bermain permainan komputer dan sering pergi bermain dengan teman sekelas. Tetapi, sejak saya diinisiasi pada tahun kedua sekolah lanjutan pertama, saya telah menghentikan ketagihan saya pada permainan komputer tersebut, yang sangat mengherankan teman-teman sekelas saya. Saya yakin ini adalah akibat dari kekuatan Metode Quan Yin!

Saya mulai menulis buku catatan harian spiritual setelah inisiasi. Tidak peduli seberapa sibuknya, saya akan senantiasa meluangkan waktu untuk menulis catatan harian agar dapat memeriksa kembali kehidupan saya sebelumnya, melatih introspeksi diri, mengingatkan diri saya untuk senantiasa menjaga niat dan pikiran saya yang murni dan juga untuk melatih diri saya untuk mengamati secara tanpa disadari, yang sangat membantu dalam hidup sehari-hari dan dalam bekerja! Contohnya, ketika bekerja di Center, tidak dapat dihindari untuk memiliki ide yang berbeda dari inisiat yang lain. Kadang-kadang, kami akan mempertahankan pendapat kami dan berada dalam perdebatan yang sengit. Pada saat menulis catatan harian spiritual, saya kemudian dapat mengintrospeksi diri dalam kejadian tersebut dan mengingatkan diri saya untuk tetap tenang dan menghargai orang lain dalam situasi semacam itu. Melalui pelaksanaan tugas Tuhan dan menulis catatan harian, saya bisa dengan sungguh-sungguh menghargai wejangan Guru yang mengingatkan kita bahwa ketulusan hati dan kasih adalah cara yang terbaik untuk bisa akur dengan orang lain.  

 

 <<
Beritahu teman tentang artikel ini Beritahu teman tentang artikel ini