Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Surrey,
Inggris,
7 Januari 2006 (Asal dalam bahasa Inggris) Praktisi1:
Anak lelaki saya telah lama belajar Metode
Kemudahan, tetapi dia tidak berlatih. Kemudian dia beranjak
remaja dan sangat suka memberontak, merokok, minum minuman keras,
berdusta, mencuri, menggunakan narkoba, serta segalanya. P1:
Ya, saya telah melarangnya. Saya sering bertengkar dengannya. P1:
Kami memiliki banyak persoalan. Tetapi akhirnya secara mendadak dia
menyadari bahwa dia akan terpaku di tempat yang tidak ia inginkan,
sedangkan sebenarnya ia bisa pergi lebih jauh lagi. Maka dia pun
membereskan segalanya. Dan kami senantiasa mendorongnya untuk datang
dan bermeditasi bersama kami, tetapi secara perlahan. Karena banyak
orang yang memberi tekanan pada anak-anak mereka agar ikut
inisiasi, tetapi mereka tidak benar-benar berlatih.
P1:
Saya berkata kepadanya, “Bila kamu bermeditasi setiap hari dalam enam
minggu, maka saya mungkin akan mempertimbangkan untuk memasukkan
permohonanmu untuk inisiasi penuh.” Maka selama enam minggu, setiap
pagi dia datang bermeditasi. Tetapi saya tidak selalu percaya 100% akan
apa yang dia katakan. P1:
Saya ingin lihat apakah dia melaksanakannya.
P1:
Maka kali ini, saat saya pulang saya berkata, “Bila kamu membaca lima
buku Kunci Pencerahan Seketika jilid 1 sampai 5, dan bila kamu membaca
majalah Guru setiap bulan, serta pergi meditasi bersama pada setiap
kesempatan yang kamu miliki, maka saya akan memasukkan permohonanmu.”
Dia setuju juga. Maka, Anda mendapatkan kedua orang itu. P1:
Saya merasa tidak enak juga karena berlaku sedemikian keras
terhadapnya, tetapi saya tahu kalau dia itu malas. Dan saya berlaku
demikian karena saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu Anda untuk
mengurusnya, atau waktunya untuk mengikuti Anda. Saya ingin
memastikannya.
P1:
Oke, luar biasa!
P1:
Oke, terima kasih. Tetapi dia adalah seorang anak lelaki yang baik. Dia
sangat bahagia sekarang.
P1:
Saat saya pulang, dia nampak sangat menyenangkan dan sangat bahagia.
Sebenarnya, dia adalah seorang anak lelaki yang sangat baik dan berhati
baik, tetapi dia berusaha untuk menjadi nakal.
Karena itu, kalian harus mengatakan “Tidak!” Kalian harus berjalan dengannya, menemaninya melangkah, sepanjang jalan. Setiap hari, berbincang bersama seperti layaknya seorang sahabat, oke? Dan janganlah memarahinya atas setiap kesalahan atau hal kecil yang dia lakukan, tetapi dukunglah dan katakanlah padanya bahwa, “Ini tidak baik. Kamu harus menghentikannya. Ini benar-benar berpengaruh pada kesehatanmu, masa depanmu, dan keluarga. Katakanlah bahwa Anda tidak merasa senang, bahwa Anda benar-benar merasa sedih karena hal itu. Anda harus menjelaskan perasaan Anda, karena anak-anak tidak memahaminya. Kadang kala, jika kalian tidak mengatakan apa pun atau jika kalian tidak tegas terhadap mereka, mereka mengira kalian tidaklah peduli, bahwa kalian tidak peduli apakah mereka hidup atau mati, apakah mereka baik atau jahat; sehingga mereka merasa ditolak atau diabaikan. Kemudian mereka menjadi semakin buruk, supaya mendapatkan perhatian kalian. Tetapi, apabila kalian memberi perhatian yang sepadan sejak semula, bukannya memanjakan atau memberi perhatian yang berlebihan, tetapi seperti seorang sahabat, maka dengan sendirinya, mereka akan mengatakan segalanya kepada kalian. Lalu kalian pun tahu apa yang mereka lakukan dan apa yang dilakukan oleh teman mereka, dan mereka harus mempercayai kalian. Setelah mereka mempercayai kalian, barulah mereka akan mengatakan segalanya kepada kalian. Karena itu, kalian pun tahu bagaimana pendirian mereka, dan kalian pun tahu bagaimana cara membantu mereka. Karena saat mereka berada di luar, mereka sendiri. Kalian mengira bahwa mereka adalah anak-anak kalian, karena itu mereka terlindungi. Tidaklah demikian! Saat mereka berada di sekolah, mereka tidaklah terlindungi. Kadang-kadang ada anak-anak pengganggu di sekolah, dan mereka tidak berani mengatakannya kepada kalian dan kadangkala mereka melakukan ini atau itu, agar dapat ‘diterima’ dalam kelompok lain. Jika tidak, mereka akan disisihkan dan diperolok sebagai seseorang yang ‘payah’, ‘banci’, dan sebutan-sebutan ini sangatlah menyakitkan bagi seorang remaja. Maka dari itu, kalian harus mengatakan pada mereka, mana yang baik dan mana yang buruk, dan jangan mempedulikan sebutan-sebutan itu. Kalian harus berada di sana untuk mendukung mereka dan menjadi sahabat mereka, sehingga mereka dapat bersandar kepada kalian dan mereka dapat mempercayai kalian. Setelah itu maka pendapat seluruh dunia tidaklah penting lagi bagi diri mereka. Dengan demikian, orang-orang itu tidak akan dapat membayangi anak-anak kalian. Karena kelompok masyarakat yang buruk masih ada. Terutama bagi anak-anak, karena bila orang tua yang lainnya tidak mengetahui cara mengajar anak-anak mereka, maka anak-anak kalianlah yang mendapatkan pengaruh buruk dari mereka dan mereka semua saling memengaruhi satu sama lain. Jadi kalian harus tegas. Kalian harus mengatakan “Tidak” sekalipun dia tidak menyukainya. Dia nantinya akan memahami hal itu; kalian hanya perlu mengatakannya dengan masuk akal dan penuh kasih. Kemudian, sehari demi sehari, meskipun ia tidak menyukainya saat ini, hal itu akan mengendap dalam pikirannya, dan pada suatu hari nanti, keadaan akan berbalik; dia akan melihat sisi buruk teman-temannya dan berpikir, “Oh, ayah saya lebih baik. Dia benar. Lihatlah dirimu sekarang ini: Kamu mengkonsumsi narkoba dan kamu seperti itu, dan lihatlah apa yang terjadi padamu! Ayahku benar. Saya tidak ingin menjadi sepertimu.” Maka, suatu hari nanti, sekalipun dia telah terpengaruh berat, pengaruh kalian tetap berharga. Lebih baik daripada tanpa pengaruh sama sekali! Terutama, karena kalian juga memiliki kekuatan, kalian harus mengatakan tidak kepada segala hal buruk yang ingin diujicoba oleh anak-anak kalian. Bahkan tentang hal-hal yang peka seperti masalah seksual, kalian harus duduk dan berbicara kepada mereka. Mungkin mereka sudah mengetahui lebih banyak daripada yang kalian ketahui. Tetapi kalian harus mengetahui apa yang telah mereka ketahui, agar dapat mengarahkan mereka. Jangan merasa malu akan hal-hal demikian dan menunggu sampai mereka mendapat masalah; lalu terlambatlah sudah. Lebih baik merasa malu saat ini daripada nantinya, karena mereka bahkan mungkin kehilangan nyawa mereka karena terjangkit beberapa penyakit kotor. Kalian harus menyampaikan kepada mereka sama seperti apa yang akan kalian katakan kepada diri kalian sendiri. Maka, kalian harus menjadi sahabat bagi anak-anak kalian. Bila kalian bukanlah sahabat mereka, maka siapa lagi yang dapat menjadi sahabat mereka? Kalianlah sahabat terbaik yang dapat mereka miliki sampai mereka tumbuh dewasa. Tentunya mereka memiliki teman, tetapi mereka semua sebaya. Teman mereka tidak mengetahui banyak hal. Mereka hanyalah kawan, bukan sahabat. kalianlah sahabat mereka; kalianlah pembimbing mereka. Mereka menghormati kalian. Dan karena sekarang kalian telah membersihkan diri kalian, kalian bahkan menjadi seorang pembimbing dan sahabat yang lebih baik.
Cinta Kasih Keluarga Sangatlah Penting Bagi
Anak-anak
Di seluruh dunia yang luas di luar sana, mereka harus tahu bahwa mereka memiliki kalian sepanjang waktu. Hal itu membuat mereka merasa percaya diri, kuat, dan dikasihi. Hal itu kemudian akan membuat mereka mampu mengalahkan apa pun juga. Jika mereka tidak merasa dicintai, mereka merasa terpuruk. Mereka tidak berminat melakukan apa pun, kemudian mereka akan mengusahakan apa saja, hanya untuk mengangkat diri mereka. Maka cinta kasih keluarga sangatlah penting bagi anak-anak. Kalian harus memberikannya kepada mereka, tanpa syarat! Bersikaplah tegas, namun penuh kasih. Seperti cara saya memperlakukan kalian: Kadang-kadang Saya memarahi kalian, tetapi kalian disayang, dan kalian mengetahui itu. Sekalipun saya memarahi kalian, kalian tahu bahwa kalian dapat mengandalkan saya. Kalian tahu bahwa saya tidak akan mencelakakan kalian. Kalian tahu itu, bukan? (Hadirin: Ya, Guru!) Sama seperti cara untuk memperlakukan anak-anak kalian. Mereka tahu bahwa mereka dikasihi sepanjang waktu, tetapi jangan hanya mengalah pada tingkah buruk mereka. Sikap yang memanjakan mereka, berbeda dengan sikap yang penuh pengertian dan persahabatan. Berlakulah sebagai teman dan jadilah sahabat mereka. Jika mereka pulang ke rumah dan mengakui sesuatu yang buruk kepada kalian, misalnya, “Oh, hari ini saya melakukan sesuatu yang buruk,” janganlah langsung memarahi mereka dan berkata, “Kamu anak brengsek!” Berkatalah seperti ini: “Terima kasih karena mengatakan ini kepada saya. Saya sungguh merasa diistimewakan karena kamu menceritakannya kepada saya; sekalipun kamu tahu bahwa mungkin tidaklah baik untuk menceritakannya kepada saya, tetapi saya merasa senang karena kamu telah percaya kepada saya.” Kemudian bantulah mereka sesuai dengan situasi yang mereka hadapi, karena mereka adalah anak-anak. Bila mereka melakukan kesalahan, itu terjadi karena mereka adalah anak-anak. Lihatlah diri kalian, sedemikian dewasa dan masih
saja melakukan banyak kesalahan. Bagaimana mungkin anak-anak tidak
melakukan suatu kesalahan pun? Maka, sepanjang jalan, tuntunlah mereka,
kasihilah mereka dan kapan pun mereka mengakui sesuatu yang buruk
kepada kalian, janganlah memarahi mereka. Katakan saja pada mereka
bahwa kalian sungguh senang dan merasa terhormat karena mereka
mempercayai kalian. Itu akan memancing mereka untuk mengatakan lebih
banyak hal kepada kalian, karena banyak kesalahan cenderung terjadi dan
banyak pengaruh buruk yang cenderung terjadi di mana-mana, maka kalian
seharusnya senang bahwa mereka menceritakan sesuatu kepada kalian.
Kemudian, berdasarkan hal itu, kalian dapat memperbaiki mereka. Biarkan
mereka mengatakannya kepada kalian. Berperanlah sebagai teman yang
baik, bukannya sebagai sosok otoriter. Jangan terlalu otoriter! Ini adalah sebuah situasi yang sangat samar. Tidaklah berarti bahwa setiap keluarga mengalami situasi yang sama. Tetapi sebagai pedoman, jadilah seorang sahabat. Jadilah seorang sahabat sehingga mereka dapat menangis di bahu kalian, dan mereka dapat mempercayai kalian. Setelah itu maka mereka akan mendengarkan kalian. Terima kasih karena Anda telah mengemukakan hal ini, jadi secara sambil lalu saya dapat menjelaskannya kepada semua orang. (Tepuk tangan) P1: Ada pula acara-acara TV saat ini
yang menunjukkan kepada kita tentang cara menangani para remaja dan
anak-anak. Di masa saya tumbuh dewasa, kita tidak memiliki acara-acara
seperti ini. Tetapi saya kira sehubungan dengan anak lelaki saya, pada
suatu hari terjadi suatu titik balik.
P1:
Saya selalu berkata kepadanya: “Lihatlah, narkoba itu jahat dan kamu
seharusnya menjauhinya. Dan kamu keluar rumah sepanjang waktu.”
Kadangkala kami bertengkar hebat, lalu istri saya akan terlibat pula.
Anak saya lalu membuat istri saya memihak padanya, sehingga saya merasa
tidak berdaya dan kesal. Maka saya berkata, “Baiklah, saya akan
membiarkan kalian berdua; kalian dapat melakukan apa pun yang kalian
suka.” Tetapi saya selalu berusaha memberinya beberapa nasihat
yang baik.
P1:
Suatu kali dia pergi ke luar, dan saya berkata kepadanya, “Dengar, saya
tidak ingin kamu ke luar rumah. Kamu pergi ke luar setiap malam; saya
ingin kamu tinggal di rumah. Kamu boleh pergi pada akhir minggu, bukan
setiap hari.”
P1:
Tetapi dia tetap keluar pada malam itu. Maka saya menyita komputernya.
Saya menaruhnya dalam kamar saya dan menguncinya di sana. Saat dia
pulang, dia berkata, “Saya akan masuk ke dalam kamar dan mengambil
komputer itu.” Tetapi sehari sebelumnya, saya telah menonton salah satu
acara itu. P1:
Dalam acara ini, sang pelatih mengajar remaja itu agar tidak marah.
Sang pelatih berada di ring tinju bersama remaja itu, dan sang pelatih
berkata, “Saya akan mengutukmu dan akan memancing kemarahanmu, tetapi,
jika kamu memukul saya, maka kamu kalah.” Maka, saya menggunakan teknik
itu pada anak saya. Apa pun yang dia katakan, apakah dia mengutuk saya
atau menyebut saya sebagai ini dan itu, saya berkata, “Lihat, saya
tidak sungguh-sungguh marah. Saya mengasihimu, tetapi saya tidak akan
mengembalikan komputermu sampai kamu berhenti keluar rumah.” P1: Anak saya berkata, “Lihat saja nanti.” Maka dia menunggu di depan pintu, mengira bahwa saya akan merasa malu dan mengalah kepadanya karena seorang teman saya datang untuk bermeditasi tiap Rabu malam. Tetapi saya turut melibatkan teman saya itu. Saya berkata, “Lihat, saya sedang berdebat dengan anak saya; dia telah keluar rumah sepanjang waktu, maka saya menyita komputernya. Bila Anda tidak keberatan, kita akan bermeditasi di ruang lain hari ini.” Juga, pada saat itu, karena anak saya menggunakan
begitu banyak energi untuk mengutuk saya dan segalanya, saya kemudian
berkata, “Lihat, saya telah mendengar semua itu sebelumnya, “Saya
bodoh, dan ini dan itu. Saya mengasihimu, tetapi saya tidak akan
mengembalikan komputermu.”
P1:
Ya. Sebenarnya, setelah itu saya membawa komputer tersebut ke kantor
dan meninggalkannya di sana sekitar dua minggu. Dan malam itu, karena
saya tidak bertengkar dengannya, dia tidak dapat melibatkan ibunya.
Ibunya pun memihak pada saya.
P1:
Kami berdua berusaha menolongnya, dan setiap hari, dengan penuh kasih
saya senantiasa mengulangi “Saya mengasihimu” kepadanya. Dia berkata,
“Saya benci…” tetapi saya berkata, “Saya menyayangimu, saya
menyayangimu.” Maka saya kira itu karena dia kehilangan banyak kekuatan
akibat berkelakuan demikian. Kenyataannya, saya mengiklankan Anda. Saya
berkata, “Lihat, saya telah bersama Maha Guru selama sepuluh tahun,
tidakkah kamu pikir kalau saya telah mempelajari beberapa siasat?”
(Gelak tawa)
P1:
Setelah saat itu, hubungan kami menjadi semakin baik.
P1:
Saya mengembalikan komputernya, tetapi setelah melakukan banyak
pengujian. P1:
Kemudian saya membimbingnya dalam belajar; karena mata pelajaran yang
sedang dia pelajari sama dengan mata pelajaran kesarjanaan saya.
P1:
Maka kami menjalin hubungan yang baik seperti itu.
P1:
Kami menjalinnya perlahan-lahan, dan setiap hari saya melihat dia
semakin baik. P1:
Mereka mendapat banyak pengaruh buruk dari lingkungan sekitar mereka.
P1:
Anak-anak yang lain memengaruhi mereka dengan narkoba dan lain-lainnya
untuk berlagak.
P1:
Selain itu, saya dapat melihat bahwa saat dia bersama orang yang sangat
rendah tingkat batinnya, dia memaksakan mereka untuk menjadi temannya.
Mereka bahkan tidak menginginkannya, tetapi dia memaksakan dirinya di
sana, supaya diterima.
P1:
Beberapa kali saya sempat membuatnya mengerti. Suatu kali saya mendapat
telepon dari mobil ambulans karena ia tergeletak di jalan setelah
muntah-muntah dan sangat mabuk. Tetapi hari itu, saat saya membawanya
pulang, saya sungguh mengasihinya; saya tidak marah kepadanya sama
sekali. Saya berkata, “Saya akan menunggu sampai kamu membaik, barulah
saya akan menghajarmu!” (Gelak tawa) Karena saya tahu seperti apa
rasanya teracuni oleh alkohol seperti itu. Selain itu, suatu kali
dia ditahan oleh polisi, saya sedang sakit dan tidak dapat menemuinya,
tetapi saya tidak tahu di mana dia berada. Maka pada hari berikutnya –
dia berada di penjara semalaman – saya berbicara dengannya dan berkata,
“Lihatlah, anakku, ini dapat menjadi kehidupanmu bila kamu
menginginkannya, tetapi saya kira kamu dapat melakukan sesuatu yang
lebih baik daripada ini, karena kamu adalah anak yang sangat cerdas.” P1:
Ini semua sudah berlalu sekarang. Sekarang dia telah berubah. (Guru:
Itu bagus!) Dia sangat konsentrasi pada pelajaran sekolahnya; dia
bermeditasi sekarang.
P1:
Dia bahagia! P1:
Terima kasih. (Tepuk tangan)
Dukungan dari Orangtua Dapat Menciptakan Suatu Dunia yang Berbeda bagi Anak Praktisi 2:
Saya juga diinisiasi saat saya masih kecil, dan saya juga mendapat
banyak tekanan teman sebaya dan segalanya di sekolah. Saya telah
melakukan banyak hal sebagaimana yang dia uraikan.
P2:
Kemudian kehidupan saya berbalik arah saat saya melakukan meditasi, dan
saya tahu Anda berada di sisi saya, dan tahu bahwa Anda selalu dalam
batin saya, bersama saya. Hidup saya langsung berbalik arah saat saya
mulai bermeditasi. Kemudian segala sesuatu dalam kehidupan saya menjadi
sedemikian mengagumkan. Saat saya kecil, saya tidak akan berjalan di
luar dan selalu tersenyum karena terbitnya matahari. Tetapi sekarang
saya merasa begitu dilimpahi oleh segalanya karena memiliki Anda
bersama saya dan saya tahu bahwa setiap hari Anda akan bersama saya.
P2:
Saya hanya ingin memberitahu Anda bahwa saya sungguh menghargai segala
yang telah Anda lakukan bagi saya.
P2:
Terima kasih. Saya juga mengasihi Anda, Guru.
P2:
Terima kasih banyak atas segala sesuatu yang telah Anda lakukan. Maka, kalian para orang tua harus memahami bahwa anak-anak memiliki banyak masalah. Janganlah hanya melemparkan mereka ke sekolah dan kalian tidak melakukan apa pun. Anda harus memahami masalah mereka juga. Kadangkala mereka bergerombol bersama untuk mengganggu seseorang, seorang anak, dan kemudian anak tersebut pulang; tentu saja anak itu merasa tertekan. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka tidak dapat mengatakannya kepada orang tua mereka. Kadangkala mereka bahkan tidak dapat menunjukkan masalahnya dengan tepat; mereka hanya merasa sedih! Tetapi mereka pun tidak dapat mengatakannya kepada kalian karena mereka tidak tahu cara mengungkapkan berbagai hal yang terjadi di sekolah. Selain itu, mereka merasa tidak berdaya, tetapi mereka malu untuk mengatakannya kepada kalian. Maka, bila kalian bukanlah sahabat baik mereka, tentu saja mereka tidak akan mengatakan masalah itu kepada Anda, juga karena rasa harga diri. Para remaja lebih angkuh daripada kita. Masa remaja adalah masa dimana mereka sedang mengembangkan rasa percaya diri mereka. Bila semua teman mereka yang sebut sebagai teman sebaya dan teman sekolah hanya melemparkan batu kepada mereka, maka tentu saja mereka merasa hancur. Maka, kalian harus berada di sana bersama anak kalian; kalian telah memilih untuk menikah dan memiliki anak. Kalian harus bertanggung jawab; Kalian harus berada di sana bagi anak-anak kalian. Tentu saja, kalian bermeditasi dan lain-lain, tetapi kalian harus berada di sana untuk anak-anak kalian. Kalian harus tahu, sangatlah sulit bagi mereka untuk tumbuh dewasa tanpa adanya kasih orang tua dan keluarga. Sangatlah penting bagi mereka untuk merasa dikasihi, tidak peduli apa pun juga. Mereka harus benar-benar merasakannya. Jika tidak, di sekolah mereka diganggu, dan di rumah mereka merasa tidak diinginkan. Mereka tidak merasa dipedulikan. Sekalipun kalian kadang-kadang memarahi mereka, mereka tahu bahwa kalian mempedulikan mereka. Tetapi, bila kalian hanya mengabaikan mereka dan bahkan tidak memarahi mereka, hanya mengatakan, “Baik, kamu lakukan apa saja yang kamu suka,” dan setelah itu kalian tidak berbicara dengan mereka, dan keadaan akan menjadi lebih buruk. Mereka sedang melewati suatu masa yang sangat sulit dalam kehidupan mereka, karena masa remaja adalah masa yang paling buruk. Tubuh mereka tumbuh terlalu cepat dibanding dengan pemahaman mereka; tubuh mereka tumbuh pesat; mereka hampir-hampir tidak dapat mengendalikan tubuh mereka. Itulah sebabnya mengapa kadangkala mereka sering memecahkan atau menabrak barang-barang, karena tubuh mereka tumbuh terlalu cepat. Para remaja sering memecahkan banyak barang, lebih
sering dibanding dengan mereka yang telah dewasa atau saat mereka masih
kecil, karena tubuh mereka. Sungguh, saya tidaklah bergurau! Tubuh
mereka tumbuh dengan cepat dan otak mereka mengalami kesulitan untuk
menguasainya; mereka belumlah terbiasa. Seperti halnya jika kalian
memiliki mobil atau peralatan baru, perlu waktu penyesuaian. Dan hal
penting lainnya, kutukan terburuk: hormon yang mengamuk hebat dalam
diri mereka, membuat mereka tak tahu harus melakukan apa. Mereka
demikian gelisah. Maka, pahamilah mereka. Bantulah mereka, jadilah seorang sahabat dan pembimbing. Ingatlah bahwa kalian pernah menjadi seorang remaja. Ada sedemikian banyak hal yang tidak kalian pahami: mengapa terjadi demikian, mengapa tubuh kalian terasa seperti itu, mengapa kalian merasa demikian atau mengapa kalian ingin melakukan ini. Kalian tidak memahami banyak hal! Sama halnya dengan anak-anak kalian. Saya gembira. (Guru menunjuk kepada praktisi yang telah membagikan pengalamannya) Anda baik, tetapi berapa banyakkah remaja yang dapat sedemikian terkendali dan percaya diri seperti itu? Maka Saya senang, Anda adalah anak yang baik. Saya bersyukur bahwa Anda kuat, karena tekanan sosial di sekolah dapat menghancurkan anak-anak kalian. Beberapa dari mereka bahkan melakukan bunuh diri karenanya. Kadangkala, anak-anak itu sangatlah cerdas, tetapi karena kekuatan merusak dari para pengganggu membuat mereka merasa tidak berdaya sehingga angka-angka mereka menurun atau tidak belajar dengan baik, karena mereka tidak dapat berkonsentrasi akibat terlalu tertekan dan tidak bahagia. Kecerdasan mereka juga hancur.
Senantiasa Tepati Janji Terhadap Anak-anak Kalian Jadi, jika anak-anak kalian mendapat nilai yang rendah atau turun drastis, maka kalian harus mengetahui alasannya. Kalian harus berbicara dengannya. Ajaklah dia ke kafetaria kesukaannya dan duduk bersamanya, tergantung kepada siapa yang lebih akrab dengannya. Bersama dengan kedua orang tua, atau pertama-tama bersama ayahnya bila dia lebih dekat dengan ayahnya dan kemudian bersama ayah dan ibu, dan seterusnya. Bila dia meminta kalian merahasiakan sesuatu, kalian harus merahasiakannya. Sangatlah penting bagi kalian untuk memegang janji kepada anak-anak kalian. Bila kalian ingin membelikan mereka sesuatu, dan bila kalian menjanjikannya, maka tepatilah. Bila Anda tidak menepatinya, Anda harus memiliki alasan yang benar-benar bagus! Bila tidak, dia tidak akan mempercayai kalian. Selain itu, jika kalian membocorkan rahasia tanpa mengatakan terlebih dahulu kepadanya, maka dia tidak akan mempercayai kalian lagi. Tidaklah mudah untuk mengurus keluarga, tetapi saya gembira karena banyak di antara kalian yang melakukannya dengan baik. Saya dapat melihat bahwa keluarga kalian memiliki anak-anak yang baik. Walaupun mereka melewati suatu periode kehidupan yang sangat sulit, namun karena kalian adalah pendukung mereka dan kalian membawa mereka ke arah yang baik, maka mereka menjadi anak-anak yang baik dan mampu mengarungi arus kesulitan dengan gemilang. Itulah cara yang terbaik dalam mengasuh anak kalian; sungguh baik. Maka, saya mengucapkan selamat kepada kalian. Sangat baik bagi seluruh keluarga: “satu paket transaksi.” Saya sangat bangga kepada kalian. Saya benar-benar amat bangga. (Tepuk tangan) Kita semua memiliki kelemahan-kelemahan tertentu, maka berusahalah. Bila kalian mengetahui ada suatu kelemahan, maka berusahalah untuk memperbaikinya. Bukanlah hal-hal besar yang membuat orang berbahagia dalam keluarga, hal-hal kecil-lah yang menciptakan kebahagiaan itu. Hal-hal yang besar akan terselesaikan dengan sendirinya. Hal-hal kecil yang terperinci sangatlah penting dan menunjukkan bahwa kalian peduli. Sebagai contoh, bila kalian duduk bersama anak-anak kalian selama beberapa jam dan berbicara atau bermain-main bersama, maka hal itu bahkan lebih penting bagi mereka dibandingkan dengan membelikan mereka sebuah boneka besar dan mengabaikan serta tidak berbicara dengan mereka. Kalian harus peduli. Maka bertindaklah dengan tegas; jangan memanjakan mereka, itu sangatlah buruk. Apa yang telah Anda lakukan itu sangatlah baik. Kalian harus tegas bila diperlukan, dan mereka harus berupaya keras untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Bukannya kalian memberi apa pun yang mereka inginkan dan tidak membimbing untuk mendidik mereka. Itu sangatlah buruk, sangatlah buruk! Ya? Anak-anak harus mempelajari nilai dari pemikiran yang maju dan kehidupan yang sederhana. Untuk Menyimpan Karunia Kebahagiaan Kalian, Pandanglah ke Depan, Bukan ke Belakang Praktisi
3: Guru, saya ingin bersyukur atas segala
berkah Anda; karena di masa muda saya, saya banyak menderita di sekolah
dan di dalam keluarga, tetapi dalam tahun-tahun terakhir ini, saya
mendapat begitu banyak berkah. Banyak mukjizat yang terjadi setiap hari
dan sekarang saya sangat bahagia. Saya tidaklah bisa cukup menekankan, betapa pentingnya mengasihi dan membimbing anak-anak kalian. Kalian harus paham. Baiklah, yang pertama: Lupakanlah hal yang buruk itu. Sebagian orang sedemikian bodohnya sehingga mereka tidak menghargai orang lain. Atau mereka iri. Kadangkala, kalian lebih cerdas, atau orang tua kalian lebih kaya, atau kalian memiliki rumah yang lebih baik, atau kalian memiliki pacar yang lebih tampan. Maka mereka ingin menghancurkan kalian. Tetapi, karena kalian adalah anak-anak, kalian tidak terlalu memahaminya. Selain itu, karena kalian begitu baik. Kebanyakan anak-anak yang diganggu adalah anak-anak yang baik. Hanya anak-anak yang kasar saja yang mengganggu orang lain. Anak-anak yang baik bersifat tenang; mereka belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah mereka sendiri dan tidak melakukan apa pun yang buruk. Hanya saja karena mereka terlalu baik, sehingga mereka tidak tahu cara membela diri. Itulah masalahnya. Sangatlah baik karena Anda telah memperoleh kembali kebahagiaan Anda. Anda pantas mendapatkannya. Semua orang pantas mendapatkan kebahagiaan. Bila Anda tidak memilikinya, maka itu adalah masalah Anda. Anda harus mengerti mengapa Anda tidak berbahagia atau bagian kehidupan yang manakah yang mengusik Anda. Suatu kali saya berada di Prancis dan ada seorang wanita yang senantiasa mengatakan kepada saya tentang kesedihannya akibat perlakuan suami dan keluarganya. Sebenarnya tidaklah terlalu sulit untuk diatasi, tetapi dia terus mengomel dan menanyakannya pada saya. Saya telah memberinya nasihat tetapi dia tidak berubah. Maka, saya pun berkata, “Baik, tahukah Anda, Bagi saya, saya hanya mencermati kehidupan saya dan bagian apa saja yang mengganggu saya. Apa pun yang membuat saya tidak bahagia, maka saya akan membuangnya.” Dia kemudian berkata, “Apa? Sungguh? Segalanya?” Lalu saya berkata, “Apa pun!” Dia berkata, “Jika suami?” Saya katakan, bila suami menyusahkan saya, maka saya akan menjualnya. (Gelak tawa) Bila mobil membuat masalah, maka saya akan menjual mobil itu. Bila rumah menyusahkan saya, maka saya akan menjual rumah itu. Pertama-tama, saya katakan, “Bila mobil menyusahkan saya, maka saya menjualnya.” Kemudian saya katakan, “Bila rumah memberi masalah bagi saya, saya jual rumah itu.” Dan dia berkata, “Bagaimana dengan suami?” lalu saya berkata, “Bila suami mengganggu saya, maka saya akan menjual suami saya juga.” (Guru tertawa) Perlu waktu; dalam kaitannya dengan suami, lebih sulit, tetapi tidaklah berarti bahwa hal itu tidak dapat dilakukan. Ini adalah suatu lelucon, tetapi dapat diwujudkan.
Apa gunanya menempatkan diri kalian di dalam kesulitan? Mungkin
kalian tidaklah dapat membuangnya sekarang, tetapi kalian dapat
merencanakannya. Berusahalah memandang ke depan. Di sekolah, sama
halnya bagi anak-anak. Bila seseorang mengganggu kalian, kalian harus
pulang dan mengatakan kepada orang tua kalian; berterus-teranglah.
Katakan kepada mereka karena mereka akan membantu kalian. Kalian harus
mengatakan kepada mereka. Bila kalian tidak mengatakannya secara lisan,
atau karena mereka tidak tahu caranya, atau terlalu sulit untuk
diungkapkan, maka tulislah sepucuk surat. Pikirkanlah apa yang ingin
kalian katakan kepada mereka dan tulislah! Kadangkala, lebih mudah
untuk menulis daripada berbicara, karena kalian memiliki waktu lebih
lama untuk berpikir dan merumuskan pikiran-pikiran kalian. Karena
sebagai seorang anak, kadangkala sulit bagi Anda untuk berbicara. Dan
saat kalian terlalu emosi saat berbicara, kalian tidak dapat
mengungkapkannya. Maka, mungkin lebih baik jika kalian memikirkan apa
yang ingin kalian katakan kepada orang tua kalian tentang masalah
tersebut, tuliskan dan berikanlah kepada mereka.
|
||||||||