Oleh
saudari inisiat Ursula Klein, Geneva, Switzerland
(Asal dalam bahasa Inggris) “Saat Mengingat wajah orang-orang miskin dan lemah yang mungkin pernah Anda jumpai, Anda seharusnya bertanya kepada diri sendiri, apakah tindakan yang kita jalankan akan memberikan manfaat bagi orang tersebut. Dapatkah orang tersebut mendapat sesuatu dari itu? Dapatkah saya memperbaiki hidupnya dan membuatnya dapat mengatur nasibnya sendiri? Dengan kata lain, dapatkah itu menuju swaraj (kebebasan) atas jutaan orang yang kelaparan dan lapar akan kerohanian?”
Nasihat penuh
inspirasi ini berasal dari pemimpin mulia yang anti kekerasan dan telah
memotivasi banyak orang di dunia untuk memperjuangkan sebuah maksud mulia.
Cerita berikut ini memelopori lahir dan tumbuhnya sebuah organisasi yang
mencontoh prinsip hidup yang berdasarkan semboyan ini.
Sejak awal,
organisasinya tumbuh besar. Ia juga membantu ibu-ibu janda yang banyak
anak (harapan hidup bagi mereka yang tinggal di sebuah pertambangan adalah
35 tahun) dengan mengajari mereka untuk menjadi mandiri dan memberikan
mereka pinjaman kecil untuk memulai sebuah usaha kecil sehingga anak-anak
mereka tidak harus bekerja di pertambangan dan dapat pergi ke sekolah. Ia
mengajar wanita yang teraniaya untuk tidak menerima kondisi mereka lagi
dan untuk menjadi lebih kuat seperti membantu saudari mereka sendiri. Ia
juga mengajari mereka untuk memulai koperasi kecil, saling bekerja sama,
dan saling memberi semangat. Banyak dari wanita ini sekarang dapat
membuat tas tangan berwarna warni, tas sekolah, dompet, rajutan selimut,
dan syal yang dijual ke Swiss serta negara Eropa yang lain oleh Voix
Libres. Tersentuh oleh apa yang telah diberikan oleh Voix Libres di wilayah Potosi, pemerintah Bolivia mulai memberikan tanah kosong kepada organisasi itu untuk membangun sekolah dan tanah pertanian. Banyak orang Bolivia yang tidak menyadari akan situasi kemiskinan bangsanya. Dengan bantuan dari beberapa sukarelawan, Marianne kemudian mengatur waktu berkunjung bagi mahasiswa universitas ke pertambangan itu. Para mahasiswa begitu terkejut sehingga mereka mau terlibat dengan “Gerakan untuk Kemanusiaan” di Potosi.
Voix Libres juga memulai sebuah rencana untuk mencegah dan memberantas tenaga kerja anak-anak di Pertambangan Potosi. Ini adalah sebuah aksi gabungan antara tim pekerja dari Bolivia dan Eropa. Marianne Sebastien
telah memberikan contoh mengagumkan tentang kekuatan dari seorang wanita
yang mempunyai welas asih yang besar, ia telah mencapai sebuah kesuksesan
besar dalam waktu yang singkat dalam hal memperbaiki kehidupan orang lain.
Dengan mengikuti contohnya, beberapa orang sukarelawan Swiss dan Eropa
bergabung dalam pekerjaanya. Orang Bolivia yang ia bantu sekarang masih
membantunya dengan penuh kasih. Bagi mereka, ia adalah orang yang membawa
harapan dan tawa ke dalam hidup mereka
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Voix Libres,
silakan kunjungi: http://www.voixlibres.org
| ||||||||||||||||