Tokoh dan Peristiwa Indah
  Wanita Swiss yang Welas Asih
♥♥♥♥♥♥
Membawa Harapan bagi Bangsa Bolivia

Oleh saudari inisiat Ursula Klein, Geneva, Switzerland
(Asal dalam bahasa Inggris)

“Saat Mengingat wajah orang-orang miskin dan lemah yang mungkin pernah Anda jumpai, Anda seharusnya bertanya kepada diri sendiri, apakah tindakan yang kita jalankan akan memberikan manfaat bagi orang tersebut. Dapatkah orang tersebut mendapat sesuatu dari itu? Dapatkah saya memperbaiki hidupnya dan membuatnya dapat mengatur nasibnya sendiri? Dengan kata lain, dapatkah itu menuju swaraj  (kebebasan) atas jutaan orang yang kelaparan dan lapar akan kerohanian?”

-- Mahatma Gandhi

Marianne Sébastien – founder of Voix Libres

Nasihat penuh inspirasi ini berasal dari pemimpin mulia yang anti kekerasan dan telah memotivasi banyak orang di dunia untuk memperjuangkan sebuah maksud mulia. Cerita berikut ini memelopori lahir dan tumbuhnya sebuah organisasi yang mencontoh prinsip hidup yang berdasarkan semboyan ini.

“Voix Libres” (Suara Merdeka) adalah sebuah organisasi swasta yang berpusat di Genewa. Organisasi ini didirikan oleh Marianne Sebastien, seorang penyanyi klasik Swiss dan pekerja sosial di tahun 1993 setelah ia tinggal di Bolivia, dimana ia melihat kesengsaraan  ekstrim dari anak-anak kecil yang harus bekerja seperti budak di tambang “Cerro Rico” di Potosi, Bolivia pada ketinggian 4200 sampai 5000 meter dan sangat berbahaya terhadap kehidupan sehari-hari mereka.


Pertama kali Marianne Sebastien menyelamatkan 12 anak keluar dari pertambangan. Untuk menghilangkan rasa takut dan kesepian dari anak-anak pemdiam ini, ia mengajari mereka musik dan bernyanyi dengan keras (karena itu dinamakan  “suara merdeka”) dan juga membawa mereka ke kolam renang air panas untuk membantu melepaskan mereka dari rasa takutnya. Setelah beberapa waktu dan dengan banyak kesabaran, anak-anak tersebut dapat mengingat kembali apa tertawa itu.

Albertito – 5 years old mine-worker

Sejak awal, organisasinya tumbuh besar. Ia juga membantu ibu-ibu janda yang banyak anak (harapan hidup bagi mereka yang tinggal di sebuah pertambangan adalah 35 tahun) dengan mengajari mereka untuk menjadi mandiri dan memberikan mereka pinjaman kecil untuk memulai sebuah usaha kecil sehingga anak-anak mereka tidak harus bekerja di pertambangan dan dapat pergi ke sekolah. Ia mengajar wanita yang teraniaya untuk tidak menerima kondisi mereka lagi dan untuk menjadi lebih kuat seperti membantu saudari mereka sendiri. Ia juga mengajari mereka untuk memulai koperasi kecil, saling bekerja sama, dan saling  memberi semangat. Banyak dari wanita ini sekarang dapat membuat tas tangan berwarna warni, tas sekolah, dompet, rajutan selimut, dan syal yang dijual ke Swiss serta negara Eropa yang lain oleh Voix Libres.

Dalam rencana penyelamatan, setiap kredit kecil harus dilunasi, sehingga keluarga yang lain mendapat untung darinya. Beberapa orang anak-anak yang sejak awal tahun   dikirim ke sekolah pertanian sekarang memimpin dan mengajari para petani di desa mereka tentang cara untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Beberapa orang dari mereka bahkan menjaga sekelompok anak-anak pertambangan yang yatim piatu. Marianne juga membantu anak-anak lain yang kurang beruntung dari tempat sampah atau penjara untuk pergi ke sekolah dan memastikan agar mereka mempunyai cukup makanan.

Sejak tahun 1993, sekitar 400.000 manusia, terutama wanita dan anak-anak, mendapat manfaat dari bantuan Voix Libres dan menjadi kuat serta mandiri. Seorang mayor proyek Voix Libres membawa sejenis biji-bijian yang telah dikenal oleh bangsa Inca sebagai bahan pengajaran bagi petani miskin di Bolivia untuk menanam Quinoa yang penuh protein, mineral, dan sangat baik untuk vegetarian di kebun mereka. Marianne memberikan para petani sebuah penghasilan dengan membeli sedikit Quinoa mereka dan menjualnya di Eropa.

Tersentuh oleh apa yang telah diberikan oleh Voix Libres di wilayah Potosi, pemerintah Bolivia mulai memberikan tanah kosong kepada organisasi itu untuk membangun sekolah dan tanah pertanian. Banyak orang Bolivia yang tidak menyadari akan situasi kemiskinan bangsanya. Dengan bantuan dari beberapa sukarelawan, Marianne kemudian mengatur waktu berkunjung bagi mahasiswa universitas ke pertambangan itu. Para mahasiswa begitu terkejut sehingga mereka mau terlibat dengan “Gerakan untuk Kemanusiaan” di Potosi.

Literacy training for disadvantaged
women and children

Voix Libres juga memulai sebuah rencana untuk mencegah dan memberantas tenaga kerja anak-anak di Pertambangan Potosi. Ini adalah sebuah aksi gabungan antara tim pekerja dari Bolivia dan Eropa.

Marianne Sebastien telah memberikan contoh mengagumkan tentang kekuatan dari seorang wanita yang mempunyai welas asih yang besar, ia telah mencapai sebuah kesuksesan besar dalam waktu yang singkat dalam hal memperbaiki kehidupan orang lain. Dengan mengikuti contohnya, beberapa orang  sukarelawan Swiss dan Eropa bergabung dalam pekerjaanya. Orang Bolivia yang ia bantu sekarang masih membantunya dengan penuh kasih. Bagi mereka, ia adalah orang yang membawa harapan dan tawa ke dalam hidup mereka

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Voix Libres, silakan kunjungi: http://www.voixlibres.org
Foto-foto dapat diperoleh dari: http://www.voixlibres.org