Jepang
Bantuan yang Tepat Waktu bagi Korban Gempa
Grup
Berita Gunma (Asal dalam bahasa Jepang)
Pada tanggal 16 Juli 2007, sebuah gempa berkekuatan 6,8 melanda Jepang yang merenggut banyak nyawa dan menghancurkan lebih dari 10.000 rumah di Niigata-ken. Setelah mendengar hal ini, Center Gunma segera memulai meneliti keadaan bencana. Bahan bantuan pun mulai mengalir masuk. Kuatir akan kekacauan yang mungkin timbul akibat dari kelebihan penyediaan perbekalan dan tidak adanya tempat penyimpanan dan pengelolaan yang baik, pemerintah setempat dengan sopan menolak bantuan kami. Oleh sebab itu, kami mengirimkan dana bantuan ke daerah bencana melalui Palang Merah. Setelah gempa terjadi, Guru menginstruksikan kepada kami untuk meneliti keperluan darurat di daerah bencana tersebut. Setelah menghubungi pihak yang berwenang, kami diberitahukan bahwa kantong sampah, kantong pasir, dan makanan siap saji sangat dibutuhkan. Secara naluri, kami menyadari bahwa ini adalah musim hujan dan kantong pasir sangat dibutuhkan untuk mencegah tanah longsor dan banjir. Kami kemudian segera membeli sejumlah kantong pasir dan kantong sampah serta mengirimkannya dengan cepat ke daerah bencana bersama dengan buku contoh serta selebaran Supreme Master TV. Pada larut malam, dalam beberapa jam setelah pengiriman, hujan lebat turun dan mengakibatkan tanah longsor serta menghancurkan rumah-rumah. Guru kami yang penuh kasih telah mengetahui hal ini sebelumnya dan berusaha mengurangi bencana melalui kami. Kami semua tersentuh dengan deraian air mata oleh kasih dan perhatian Guru yang sangat besar terhadap umat manusia. Di samping itu, kami memperhatikan bahwa tempat perlindungan yang lebih kecil di luar daerah kekurangan bahan perbekalan. Kami kemudian membeli sup vegetarian cepat saji, saus kari, mie cepat saji, dan mayonais vegetarian yang dikemas ke dalam kotak dan dikirim ke tempat perlindungan yang jauh. Kebanyakan tempat perlindungan ini terletak di atas gunung atau di sepanjang pantai yang tidak mempunyai alamat lengkap dan membuat kami kesulitan untuk menemukannya. Ditambah dengan gempa susulan dan jalan yang hancur, hal ini membuat daerah itu semakin sulit untuk dijangkau. Akan tetapi, dengan bimbingan dan pemberkatan Guru, kami berhasil menjangkau tempat perlindungan itu. Pada beberapa tempat perlindungan yang belum menerima bantuan bahan apapun, para korban begitu gembira saat menerima persediaan makanan hingga mereka menundukkan kepala kepada kami untuk mengucapkan terima kasih. Di panti jompo yang ditempati oleh tiga penduduk yang sudah tua, satu orang mengatakan bahwa mereka bertahan dengan gulungan nasi sejak kejadian gempa. Mereka sangat senang dengan mie yang dibawa oleh rekan inisiat. Seorang wanita tua memegang makanan berkah di tangannya dan tertawa gembira. Di tempat keramat di atas gunung dimana hanya terdapat air, raut muka para korban terlihat sangat lelah dan cemas karena gempa. Akan tetapi, setelah menerima bantuan kami, muka mereka bersinar dan diiringi dengan senyuman yang mempesona. Beberapa orang bahkan menangis terharu. Kami mengunjungi 16 tempat perlindungan.
Setelah kita membagikan semua bahan perbekalan, hati kami dipenuhi dengan
rasa syukur, karena atas berkah dan pengaturan dari Tuhanlah maka usaha ini
baru memungkinkan dan dapat menjangkau tempat perlindungan yang jauh ini
meskipun kondisi jalan sangat buruk. Sementara itu, kami merasa bangga dapat
menjadi alat Tuhan dan menyampaikan kasih Tuhan kepada orang yang
membutuhkan.
Pengeluaran Biaya dari Asosiasi Internasional
Maha Guru Ching Hai
| ||||||||||||||||||||||||