Liputan Media

Surat Kabar “OjO -- Mirada a la Actualidad”

San Jose, Kosta Rika, 1 hingga 18 Maret 2006

(Asal dalam bahasa Spanyol)

Meditasi Memperbesar Ukuran Otak

[Washington, DC] Meditasi menenangkan. Meditasi menyembuhkan stres yang buruk. Meditasi membantu mengenal diri sendiri. Dan meditasi, menurut sebuah kelompok riset dari Massachusetts Institute of Technology (Institut Teknologi Massachusetts) dan Harvard Medical School (Sekolah Kedokteran Harvard), dapat memperbesar ukuran otak. Walaupun kesimpulan ini kedengarannya meyakinkan, ada penjelasan yang saling berkaitan. “Materi kelabu bertambah tidak hanya tergantung pada meditasi itu sendiri, tetapi juga tergantung pada lamanya waktu yang dihabiskan orang dalam bermeditasi, dan seberapa dalam pengalamannya,” jelas Sara Lazar yang bertanggung jawab dalam riset tersebut.

Lalu, ukuran otak membesar, tetapi seberapa banyak pertambahannya? Menurut Lazar dan koleganya dari MIT, materi kelabu dapat meningkat mulai dari satu per 8 ribu hingga satu per 16 ribu inci. Dan, perlu diingat bahwa semua itu bervariasi sesuai jumlah waktu yang diberikan dalam bermeditasi. “Data yang kami peroleh telah menuntun kami untuk berpikir bahwa latihan meditasi bukan hanya menyebabkan materi kelabu meningkat, tetapi juga menambah kelenturan lapisan luar otak orang dewasa,” jelas Lazar.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti membandingkan hasil pemindaian (scan) otak dari 20 orang, kebanyakan dari mereka berlatih meditasi atau semacam latihan pemikiran abstrak, dengan 15 orang yang tidak pernah meditasi. Mereka mengamati bahwa bagian otak yang terlibat dalam proses perhatian dan sensor ukurannya membesar pada 20 orang pertama. Menurut Lazar dan kolega-koleganya, penemuan ini menarik karena wilayah otak yang membesar tepat berada pada wilayah yang sama yang tampaknya menyusut dengan berjalannya waktu.

Sampai tahap ini, nyatalah bahwa penemuan ini menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban bagi komunitas ilmiah. Sebagai contoh: Apakah meditasi menimbulkan aliran darah yang lebih besar di otak? Apakah meditasi menghambat proses penuaan? Apakah meditasi memperbaiki hubungan antar sel? Menyadari hal ini, Lazar memperingatkan, “Kami masih belum menemukan jawaban atas pertanyaan ini, kami butuh lebih banyak waktu dan lebih banyak riset.” Tetapi, sesungguhnya terobosan ini didukung oleh studi-studi sebelumnya.

Ada beberapa contoh lain yang menarik: beberapa tahun yang lalu, Richard Davidson dari Universitas Wisconsin yang mempelajari otak para biarawan Tibet, membangun sebuah pusat penelitian bersama dengan ilmuwan-ilmuwan Amerika lainnya di biara atas undangan Dalai Lama. Apa hasilnya? “Latihan meditasi aliran Timur secara teratur memperbaiki kesehatan, karena meditasi memengaruhi sistem kekebalan tubuh secara positif.” Akan tetapi, hasil penelitian Davidson bukan sama sekali orisinal ketika dia mulai mempelajari sisi saraf dari meditasi. Beberapa waktu sebelumnya, Herbert Benson dari Universitas Harvard telah menemukan bukti yang hampir pasti: bahwa meditasi menetralkan mekanisme otak yang berhubungan dengan stres.

 

Beritahu teman tentang artikel ini