
Pentingnya
mata ketiga yang dikenal juga sebagai mata kebijaksanan, telah
diketahui oleh para pencari Kebenaran dan praktisi rohani selama
berabad-abad, namun baru-baru ini keberadaannya baru diakui oleh ilmu
pengetahuan modern. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian yang
dilakukan oleh orang Rusia baru-baru ini, negatif (film) yang
diletakkan di dalam sebuah amplop yang tidak tembus cahaya mulai
berkembang menjadi gambar foto setelah diletakkan di atas dahi
seseorang. Menurut peneliti utama riset ini, Vitaly Pravdivstev,
“Pengujian ini mengungkapkan bahwa orang-orang tertentu sanggup
memancarkan apa yang disebut “gambaran otak” dari suatu tempat di dalam
dahi.”
Pravdivstev terus menunjukkan hubungan antara
kemampuan ini dengan pusat otak yang dikenal sebagai mata ketiga.
Ia menyatakan, “Tradisi orang Asia kuno dapat membuktikan perkiraan
kita: Mereka mengatakan bahwa radiasi datang dari pusat energi manusia.
Ilmu pengetahuan esoterik menyebut pusat ini sebagai mata ketiga.”
Demikian
juga, keberadaan mata ketiga pada hewan-hewan tertentu telah dibuktikan
di bidang zoologi. Banyak reptil dan burung memiliki mata ketiga yang
berhubungan dengan kelenjar pineal. Mata ini tidak melihat dengan cara
yang sama seperti mata fisik, tetapi mata ini dapat merasakan cahaya
dan panas. Selain itu, kelenjar pineal manusia telah terbukti memiliki
penerima cahaya dan memproduksi melatonin, suatu zat yang pelepasannya
ditentukan oleh sejumlah cahaya yang diterima tubuh (lihat majalah
Berita # 133,“The
Pineal Gland and Melatonin (Kelenjar Pineal dan Melatonin)”.
Namun,
ilmuwan umumnya meremehkan pentingnya fungsi kelenjar pineal
dalam tubuh manusia. Meskipun sama dengan mata ketiga dari
hewan-hewan tertentu, manusia tidak menggunakan kelenjar tersebut
untuk merasakan cahaya secara langsung. Penemuan baru-baru ini
menunjukkan bahwa mata fisik juga dapat memproduksi melatonin sehingga
membuat peran kelenjar pineal semakin diabaikan. Akhirnya, tidak
seperti pada hewan, mata ketiga manusia terpendam di dalam otak dan
perbedaan tempat ini dapat membuat keberadaan kelenjar pineal manusia
bahkan semakin kurang penting. Dalam istilah evolusi, kelenjar tersebut
kelihatannya lambat laun menghilang daripada digunakan untuk fungsi
vital.
Namun, penemuan yang dilakukan oleh Vitaly
Pravdivstev yang dibahas di atas mungkin mendorong ilmu pengetahuan
modern untuk menerima pandangan baru pada topik tersebut. Kemampuan
untuk memproyeksikan gambar di foto telah menunjukkan bahwa organ ini
sebenarnya dapat “melihat” sendiri dan bekerja melampaui tingkat
keberadaan fisik. Kebanyakan dari mata ketiga mungkin berada dalam
keadaan yang tidak aktif. Alasannya mungkin berbeda dengan apa yang
diungkapkan oleh ilmu pengetahuan. Kelenjar pineal mungkin hanya butuh
semacam pembangkitan yang Guru sebut sebagai “berhubungan kembali
dengan Tuhan“ untuk mendapatkan perannya yang benar.
Pengarang
lain, G de Puruker, seorang teosofis, pada tahun 1920 menulis tentang
kelenjar pineal dan evolusi manusia dilihat dari sudut pandang rohani:
Bahkan
saat ini, kelenjar pineal merupakan sumber dari kesadaran intuisi. Pada
saat kita mempunyai firasat, kelenjar ini bergetar dengan perlahan;
ketika kita mempunyai inspirasi atau kilasan pemahaman intuisi, ia
bergetar lebih keras. Namun demikian, mata kebijaksanaan sangat sulit
digunakan, terutama karena bekerjanya kedua mata fisik kita yang
menghambatnya. Seiring dengan berlalunya waktu, kedua mata akan tumbuh
dengan perlahan dan bekerja semakin sempurna, namun perannya nanti akan
berkurang, dan “mata pertama“ akan kembali berperan sebagaimana
mestinya.
Mungkin keterangan Puruker
tentang “mata pertama“ dapat menjadi tanda penting untuk mengenali
Zaman Keemasan. Jika demikian, penelitian Pravdivstev dapat
melambangkan pengesahan ilmu pengetahuan tentang pentingnya mata
kebijaksanaan. Seperti yang dikatakan Guru, mata kebijaksanaan adalah
titik dimana kita “pergi“ berhubungan kembali dengan Tuhan di dalam.
Pada dasawarsa mendatang, kita semua harus lebih menghargai pentingnya
hubungan kita dengan Tuhan.♥
Referensi:
http://english.pravda.ru/main/18/90/364/15560_thirdeye.html
http://www.anapsid.org/parietal.html
http://godsdirectcontact.us/sm21/enews/www/133/ss.htm
http://www.theosociety.org/pasadena/man-evol/mie-16.htm
|