Puisi

 

 

Kita adalah Kuil

Oleh Iveel, Praktisi Metode Kemudahan berusia 16 tahun,
Ulan Bator, Mongolia (Asal dalam bahasa Mongolia)

  Sebuah Kuil aku adanya
Sebuah Kuil kau adanya
Sebuah Kuil kita semua adanya
Sebuah Kuil, kita manusia adanya
Sebuah Kuil – bukan manusia, kita adanya.

  Kita menampung roh Tuhan  yang tercerahkan di dalamnya
Kita adalah Kuil-kuil yang tampak fana, lemah, dan biasa
Kita adalah Para Suci yang sifat Ilahi-nya muncul
Di kala kita baik, pengasih, dan bahagia.

  Buddha bukanlah di luar sana
Buddha bukanlah patung di wihara Buddhis
Buddha bukanlah daging ibu tua Anda yang baik,
Buddha ada di dalam kita, kita yang kadang hanya melakukan kesalahan.

  Ibumu adalah Buddha-nya sendiri, bukan untuk kau puja
Tubuh biasamu adalah kuilmu sendiri
Kuil-kuil tidak seharusnya kita datangi untuk perlindungan dan doa
Doa sejati adalah ketika kau berdoa pada Jati Dirimu.

  Kau adalah sebuah kuil
Kau menampung Tuhan di dalamnya
Kasih dan kemurnian adalah Kau
Kau-lah Belas Kasih yang Tak Terbatas.

 

 

Beritahu teman tentang artikel ini