Kasih Dalam TindakanReport from Florida, USAMelakukan Usaha
Bantuan
|
![]() |
![]() |
Pada hari kedua misi kemanuasiaan, setelah mengisi mobil dengan barang bantuan yang baru, tim berangkat ke Clewiston di Florida Tengah, dekat Danau Okeechobee. Kota ini juga terkena dampak yang cukup berat. Setelah menerima petunjuk dari penduduk setempat dan petugas kepolisian, anggota tim menemukan dua area rumah mobil yang rusak, yang terletak di sepanjang State Route 27 di mana para penghuninya sangat membutuhkan bantuan, terutama air dan es. Pada saat para inisiat bersiap untuk berangkat ke lokasi bencana yang berjarak beberapa blok, Tropical Island Park, seorang wanita yang lewat menghalangi jalan para tim bantuan menuju jalan utama. Dengan putus asa ia berteriak, "Saya tidak memiliki makanan selama beberapa hari, bisakah Anda memberi saya makanan?" Para inisiat tentu saja dengan segera memenuhi kebutuhannya sebelum bergerak ke tujuan berikutnya.
Dalam perjalanan sebelum memasuki Tropical Island Park, para inisiat sangat terkejut saat menyaksikan kondisi komunitas yang menyedihkan. Setelah menyapa setiap pemilik rumah, mereka dengan segera membagikan barang bantuan. Seorang penghuni di sana merasa sangat tersentuh ketika menyaksikan anggota tim memberikan hadiah dari Guru. Ia berkata dengan tidak percaya, "Wow, Andalah orang pertama yang datang kemari! Saya sangat berterima kasih!”
![]() |
![]() |
Berikutnya, dengan waktu yang terbatas untuk menyelesaikan tugas di tempat tersebut, tim bergerak ke Palm Beach. Dua orang inisiat setempat bergabung dengan tim dalam rangka mendistribusikan bantuan ke area rumah mobil yang lainnya. Sementara para saudari dan saudara inisiat mendekati masyarakat di sana, seorang wanita tua berlari menuju mereka sambil menangis, "Oh Tuhan! Anda pasti datang ke sini karena diutus malaikatku! Terima kasih! Terima kasih! Oh Tuhan!" Wanita itu kemudian memeluk seorang saudara inisiat dan mengucapkan terima kasih berulang kali. Selain itu, ada seorang laki-laki yang mengulangi perkataan yang pernah disampaikan oleh korban di Tropical Island Park, tetapi dengan suara lebih mengharukan: "Kami telah menunggu bantuan dari seseorang, tetapi tak ada yang datang, Anda adalah orang yang pertama datang untuk menolong kami." Seorang wanita lain, pada awalnya menolak bantuan inisiat, tetapi kemudian dengan cepat mengubah pendiriannya setelah mengetahui bahwa Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai selalu mendistribusikan bantuannya dengan gratis. Konvoi bantuan kemudian bergerak menuju area rumah mobil lainnya di mana ribuan orang menunggu paket bantuan.
Dalam perjalanan pulang dari Palm Beach, para inisiat berhenti di tempat di mana ribuan petani memerlukan bantuan karena harta mereka telah diporakporandakan oleh badai. Dan meskipun hari semakin gelap, masyarakat dari semua umur tetap berbaris dengan sabar untuk mendapatkan barang bantuan. Setelah perhentian terakhir ini, anggota tim pulang larut malam, tetapi mereka merasa sangat gembira karena hadiah penuh kasih dari Guru telah membuat banyak orang menjadi gembira.
Pada hari ketiga dan terakhir dari upaya bantuan kemanusiaan ini, meskipun fisik sudah lemah, para inisiat secara mental tetap tabah dan memutuskan untuk membantu lebih banyak korban badai. Jadi, setelah memenuhi truk dengan air, es, dan perbekalan lain, mereka mengarah ke State Route 80 menuju kota yang parah dihantam badai, Belle Glade di bagian Tenggara danau Okeechobee. Tim berhenti di tempat perhentian pertama di mana rumah-rumah yang tak terhitung banyaknya telah rusak maupun hancur diterpa badai. Para korban dengan senang menerima barang bantuan serta menunjukkan penghargaan yang tulus, baik dengan kata-kata atau dengan ekspresi gembira. Kemudian, ada seorang wanita setempat yang mengarahkan tim ke area rumah mobil yang jauhnya setengah mil. Ia berkata, "Anda sekarang sebaiknya pergi ke sana, karena orang-orang di sana lebih memerlukan bantuan dibandingkan dengan kami." Petunjuk ini membuat para inisiat segera berangkat menuju ke lokasi.

Kemudian, saat berbelok menuju lokasi yang dimaksud, mereka melihat betapa parahnya kehancuran yang menimpa area itu. Ini membuktikan ucapan wanita itu. Setelah melihat tim bantuan datang, para korban dengan senang membentuk satu barisan panjang untuk menerima hadiah dari Guru. Saat antrian bertambah panjang, para saudari dan saudara inisiat dengan cepat memindahkan barang-barang untuk dibagikan kepada para korban. Saat melihat seorang lelaki tua duduk sendiri, seorang inisiat menanyakan kondisinya dan ia pun menjawab, "Rumah mobil milik saya telah kehilangan seluruh atapnya." Orang itu juga menyampaikan pernyataan yang disampaikan oleh korban lainnya, "Anda adalah grup pertama yang memberi bantuan dan yang terbaik!" Seorang lelaki tua juga menyampaikan penghargaannya yang tulus kepada seorang saudara inisiat ketika ia membantunya membawa bantuan perbekalan yang berat menuju rumah mobilnya: "Anda adalah orang terbaik yang pernah saya temui setelah sekian lama!"
Selama distribusi bantuan, sebuah helikopter berputar di atas area taman selama beberapa menit dan kemudian tiga buah mobil polisi datang menutup pintu masuk menuju area taman itu. Salah satu petugas bertanya kepada anggota tim, apakah semuanya baik-baik saja. Ketika polisi diberitahu bahwa orang-orang di sana adalah orang baik, para polisi kemudian merasa lega. Dua petugas kemudian meninggalkan lokasi sedangkan seorang petugas lainnya terus memonitor penyaluran bantuan. Ketika para insiat hampir mengakhiri kegiatan itu, seorang saudara sepelatihan menyampaikan terima kasihnya kepada polisi itu karena turut menolong. Polisi itu menjawab, "Tidak! Terima kasih karena Anda sudah datang dan membantu orang-orang di sini. Anda telah melakukan pekerjaan yang sangat bagus." Petugas tersebut juga menyarankan kami untuk menghubungi kantor polisi setempat kelak jika ada bencana lagi sehingga mereka dapat membantu para inisiat menjangkau korban dengan lebih efisien.
Dari kegiatan bantuan Badai
Wilma, proyek pendistribusian yang terakhir ini telah memberikan kesan
yang mendalam kepada para inisiat. Saat perjalanan pulang di malam
hari, para inisiat menyadari bahwa mereka yang menerima bantuan kasih
dari Guru merasa sangat terberkati dan senang sebagai hasil dari usaha
mereka. Anggota tim bantuan merasa bersyukur kepada Guru kita yang
terkasih atas kesempatan yang langka ini - kesempatan untuk memberikan
bantuan kepada sesama umat manusia.♥